Browse Items (30 total)
Sort by:
OPTIMALISASI EMISI KARBON DIOKSIDA PESAWAT UDARA MELALUI GAS BUANG SESUAI PERSYARATAN STANDAR: TINJAUAN PUSTAKA, WAWASAN, DAN PELUANG PENELITIAN
Perubahan iklim global merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Emisi karbon dioksida (CO2) dari sektor penerbangan menjadi kontributor utama terhadap perubahan iklim. Data dari International Air Transport Association (IATA) menunjukkan bahwa sektor penerbangan menyumbang sekitar 2-3% dari total emisi CO2 global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknologi dan strategi yang efektif dalam mengurangi emisi CO2 dari pesawat udara. Studi oleh Jensen et al. (2023) memperkirakan peningkatan signifikan emisi CO2 dari sektor penerbangan tanpa tindakan mitigasi. Penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan
(sustainable aviation fuels) dapat menjadi solusi untuk mengurangi emisi CO2. Optimalisasi desain aerodinamis pesawat juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2. Di Indonesia, menunjukkan bahwa peningkatan GDP per kapita dan konsumsi energi berkontribusi pada peningkatan emisi CO2 dari sektor penerbangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif untuk mengurangi emisi CO2 di sektor
penerbangan Indonesia. Rumusan masalah penelitian ini mencakup kondisi emisi CO2 dari pesawat udara di tingkat global dan nasional, teknologi dan strategi pengurangan emisi, efektivitas bahan bakar penerbangan berkelanjutan, tantangan dan peluang dalam pengurangan
emisi, serta dampak kebijakan dan regulasi terhadap pengurangan emisi CO2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitis dengan pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber. Analisis data melibatkan teknik deskriptif, regresi, korelasi, dan komparatif untuk mengevaluasi teknologi dan strategi pengurangan emisi CO2. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan dasar untuk pengembangan
kebijakan yang lebih efektif dalam mengurangi emisi CO2 dari sektor penerbangan.
(sustainable aviation fuels) dapat menjadi solusi untuk mengurangi emisi CO2. Optimalisasi desain aerodinamis pesawat juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2. Di Indonesia, menunjukkan bahwa peningkatan GDP per kapita dan konsumsi energi berkontribusi pada peningkatan emisi CO2 dari sektor penerbangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif untuk mengurangi emisi CO2 di sektor
penerbangan Indonesia. Rumusan masalah penelitian ini mencakup kondisi emisi CO2 dari pesawat udara di tingkat global dan nasional, teknologi dan strategi pengurangan emisi, efektivitas bahan bakar penerbangan berkelanjutan, tantangan dan peluang dalam pengurangan
emisi, serta dampak kebijakan dan regulasi terhadap pengurangan emisi CO2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitis dengan pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber. Analisis data melibatkan teknik deskriptif, regresi, korelasi, dan komparatif untuk mengevaluasi teknologi dan strategi pengurangan emisi CO2. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan dasar untuk pengembangan
kebijakan yang lebih efektif dalam mengurangi emisi CO2 dari sektor penerbangan.
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI BLEEDING BRAKE SYSTEM PESAWAT CESSNA
Penelitian ini mengusulkan pengembangan alat bleeding hydraulic brake otomatis yang dirancang khusus untuk pesawat Cessna, mempertimbangkan kondisi lingkungan kerja yang terbatas di dalam pesawat serta standar keamanan dan kinerja yang ketat. Alat yang diusulkan akan memungkinkan proses pendarahan sistem rem hidrolik menjadi lebih efisien dan andal, mengurangi ketergantungan pada intervensi manual yang rentan terhadap kesalahan manusia. Dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional pesawat Cessna, mengurangi waktu yang diperlukan untuk pemeliharaan, dan secara keseluruhan meningkatkan keselamatan penerbangan. Selain itu, alat ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko tumpahan hydraulic fluid dan memperbaiki kinerja sistem rem secara menyeluruh melalui pengecekan cavitasi atau terjadinya bubble yang dapat mengurangi kemampuan pesawat dalam melakukan pengereman yang baik. Hal ini merupakan faktor krusial dalam menjaga operasi pesawat secara optimal. Dengan pendekatan ini, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi dalam industri penerbangan, khususnya dalam bidang pemeliharaan dan keamanan pesawat Cessna.
ANALISA KEGAGALAN EXHAUST PORT ENGINE LYCOMING IO-360-L2A
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan pada pipa exhaust mesin Lycoming pesawat Cessna 172S PK-APK dengan tujuan mengidentifikasi penyebab utama kegagalan. Metode penelitian meliputi analisis root cause melalui beberapa pendekatan: analisis kegagalan metallurgi, analisis pengoperasian termal, dan pemeriksaan bentuk visual crack. Analisis kegagalan metallurgi akan mengevaluasi struktur mikro dan sifat material pipa exhaust, sedangkan analisis pengoperasian termal akan memeriksa pengaruh suhu operasional terhadap kinerja pipa. Pemeriksaan bentuk visual crack akan mengidentifikasi karakteristik dan pola retakan yang muncul pada pipa exhaust. Dengan pendekatan komprehensif ini, penelitian diharapkan dapat memberikan
pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan
pipa exhaust. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan dasar untuk penerapan
tindakan pencegahan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keandalan sistem mesin
secara keseluruhan dan mengurangi risiko kegagalan di masa mendatang. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan operasional pesawat Cessna 172S PK-APK. Dengan
pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab kegagalan, diharapkan tindakan perbaikan dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan
pipa exhaust. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan dasar untuk penerapan
tindakan pencegahan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keandalan sistem mesin
secara keseluruhan dan mengurangi risiko kegagalan di masa mendatang. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan operasional pesawat Cessna 172S PK-APK. Dengan
pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab kegagalan, diharapkan tindakan perbaikan dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
PENGGUNAAN FLIGHT DATA LOGGER UNTUK MENGANALISA DAMPAK MODIFIKASI SEAPLANE PADA KINERJA TAKE OFF CESSNA PK-APH: STUDI KOMPARASI
Pada penelitian ini dilakukan studi komparasi take off performance antara pesawat yang telah dimodifikasi menjadi pesawat seaplane (amfibi) dan pesawat Cessna standar sebelum dimodifikasi, menggunakan metode pengambilan data dari flight data recorder Garmin G1000 yang disebut dengan flight data logger. Dalam hal ini, data yang dipilih adalah berdasarkan pada satu pesawat yang sama, yakni dengan registrasi PK-APH, namun data difilterisasi dengan berbagai kondisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh modifikasi seaplane (amfibi) yang telah dilakukan dari segi fase climbing, perbandingan ground roll, maksimal ground speed serta maksimal airspeed. Analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara pesawat sebelum dan setelah dimodifikasi menjadi pesawat seaplane. Sebelum modifikasi, pesawat mencapai ketinggian 478,4 kaki diatas permukaan laut dalam 60 detik setelah lepas landas, sedangkan setelah modifikasi hanya mencapai 355,7 kaki di atas permukaan laut. Ground speed pada detik ke-20 juga berbeda, dengan pesawat sebelum modifikasi mencapai 60,69 knots dan pesawat seaplane hanya mencapai 48,65 knots. Perbedaan terlihat pada airspeed awal saat take-off, di mana pesawat sebelum modifikasi memiliki angka 71 knots pada detik ke-24, sedangkan pesawat seaplane memiliki angka 66 knots.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI VIRTUAL DALAM PELATIHAN “MOUNTAIN FLYING” MENGGUNAKAN FLIGHT SIMULATOR DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman menggunakan simulator terbang di API Banyuwangi, untuk menganalisis kebutuhan skenario mountain flying menggunakan simulator terbang di API Banyuwangi dan untuk
mengevaluasi penggunaan simulator terbang sebagai bahan rekomendasi di API Banyuwangi terkait dengan pelatihan mountain flying menggunakan simulator terbang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa flight simulator dapat menjadi alat bantu siswa penerbang untuk pelatihan terbang mountain flying.
mengevaluasi penggunaan simulator terbang sebagai bahan rekomendasi di API Banyuwangi terkait dengan pelatihan mountain flying menggunakan simulator terbang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa flight simulator dapat menjadi alat bantu siswa penerbang untuk pelatihan terbang mountain flying.
EVALUASI KEBUTUHAN KOMPETENSI DAN KETERAMPILAN PEMELIHARAAN PESAWAT SEAPLANE PADA PENDIDIKAN PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kebutuhan kompetensi dan keterampilan dalam pemeliharaan pesawat Seaplane pada program pendidikan penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Pemeliharaan pesawat Seaplane merupakan aspek kritis dalam industri penerbangan yang memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap mahasiswa dan pengajar di program pendidikan penerbang. Responden penelitian terdiri dari mahasiswa yang tengah menempuh program pendidikan penerbang dan pengajar yang terlibat dalam mengajar mata kuliah pemeliharaan pesawat Seaplane. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat beberapa kebutuhan kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa dalam pemeliharaan pesawat Seaplane, antara lain pemahaman mendalam mengenai sistem dan komponen pesawat Seaplane, penanganan masalah yang mungkin muncul dalam operasional pesawat, serta kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Selain itu, beberapa keterampilan khusus seperti kemampuan beradaptasi dengan kondisi kerja yang kompleks dan ketelitian dalam melakukan prosedur pemeliharaan juga dianggap penting.
PENGARUH JENIS TANAMAN DAUN PERKOTAAN UNTUK PEREDAMAN SUARA GUNA KENYAMANAN RUANG LINGKUP AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI
Era globalisasi membawa perubahan yang beragam dan sekaligus menimbulkan tantangan yang perlu diantisipasi sejak awal. Peningkatan pemahaman tentang hak asasi manusia, demokrasi, kesetaraan gender, dan lingkungan menjadi ciri khas dari fenomena globalisasi. Peran Hiperkes dan Keselamatan Kerja, baik sebagai bidang keilmuan maupun penerapannya yang bersifat multidisiplin, semakin mendapat perhatian utama, terutama dalam konteks manusia sebagai sumber daya dan lingkungan sekitarnya. Proses di
industri secara nyata memerlukan partisipasi tenaga kerja sebagai unsur utama yang mengelola bahan baku/material, mesin, peralatan, dan proses lainnya di lingkungan kerja
industri secara nyata memerlukan partisipasi tenaga kerja sebagai unsur utama yang mengelola bahan baku/material, mesin, peralatan, dan proses lainnya di lingkungan kerja
DESAIN ALAT BANTU TREKER UNTUK TUAS THROTLE STUCK PADA PESAWAT CESSNA 172S
Salah satu komponen yang ada pada pesawat kususnya pesawat cessna 172S adalah throtle. Throtle merupakan suatu alat pada pesawat latih Cessna bertipe 172S yg digunakan untuk menambahkan jumlah udara yg digunakan pada saat pembakaran. throtle dan mixture yg lama tidak dilubrikasi dan tidak diadjust mengakibatkan stuck pada bagian gasket dan karet penyanggah yg terdapat pada bagian rumah trotle dan mixture, sehingga dapat menggangu pergerakan ataupun fleksibilitas throtle. Untuk membantu dalam mengatasi throtle sulit di adjust maka diperlukanya alat bantu kusus berupa treker. Adanya alat bantu yang representatif dan bermanfaat untuk mempermudah dan menghemat biaya sangat dibutuhkan, oleh karena itu penelitian-penelitian untuk menciptakan suatu alat bantu kerja saat ini perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan meranrancang Alat Bantu Treker Untuk Tuas Throtle Stuck Pada Pesawat Cessna 172S guna mempermudah teknisi pesawat cessna 172S untuk mengajust throtle stuck
Pengaruh Tekanan Injeksi Bahan Bakar Avgas Terhadap Temperatur Injeksi
Penggunaan mesin pembakaran dalam sudah menjadi hal yang biasa dalam bidang transportasi khususnya dunia penerbangan, salah satunya adalah pesawat latih Cessna yang bermesin piston. Pengaruh tekanan injeksi bahan bakar terhadap temperatur injeksi telah menjadi fokus banyak penelitian karena berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran. Peningkatan tekanan injeksi bahan bakar pada avgas menyebabkan peningkatan temperatur injeksi dan juga meningkatkan stabilitas temperatur dalam proses injeksi.
OPTIMALISASI PERAN INVESTIGATOR PENERBANGAN DALAM MENINGKATKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN OPERASIONAL PENERBANGAN (ANALISIS SWOT)
Industri penerbangan Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks seiring dengan pertumbuhannya yang pesat. Meskipun memberikan dampak positif dalam konektivitas dan ekonomi, risiko kecelakaan penerbangan tetap menjadi ancaman yang mengintai. Dalam menghadapi tantangan ini, analisis SWOT dan pendekatan berbasis data, faktor manusia, dan budaya keselamatan telah menjadi fokus dalam mengidentifikasi berbagai masalah dan peluang. Tantangan utama meliputi infrastruktur yang usang, sumber daya terbatas, faktor budaya, ketidakstabilan ekonomi, terorisme, dan perubahan iklim. Namun, terdapat pula peluang yang menjanjikan seperti teknologi baru, kerja sama internasional, dan kesadaran publik yang meningkat. Untuk mencapai keselamatan penerbangan yang optimal, diperlukan upaya berkelanjutan dan kolaboratif dari semua pemangku kepentingan. Investasi dalam teknologi, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang unggul menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini. Dengan demikian, membangun budaya keselamatan yang kuat dan menerapkan pendekatan berbasis data menjadi penting dalam mewujudkan penerbangan yang lebih aman dan andal bagi Indonesia

