Browse Items (30 total)
Sort by:
Implementasi Teknologi Pengenalan Wajah Pada Sistem Verifikasi Taruna API Banyuwangi Menggunakan Algoritma Haar Cascade
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan proses verifikasi identitas taruna di API Banyuwangi melalui implementasi teknologi pengenalan wajah menggunakan algoritma Haar Cascade. Dalam penelitian ini, metode eksperimental dan analisis statistik digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari serangkaian tahapan pengolahan, termasuk konversi RGB to grayscale, resize image, dan cropping. Data diperoleh melalui pengumpulan citra wajah menggunakan webcam dan diolah untuk melatih model serta menguji keberhasilan sistem verifikasi. Analisis statistik menunjukkan bahwa teknik preprocessing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan verifikasi, sementara metode pengenalan wajah juga relevan. Namun, data tidak terdistribusi secara normal, menandakan perlunya pendekatan analisis alternatif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang potensi teknologi pengenalan wajah dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam manajemen identitas di lembaga pendidikan, sementara juga menyoroti kebutuhan akan penelitian lanjutan untuk pengembangan metode dan pemahaman yang lebih mendalam.
BLUCross-Functional Integrationhuman resource managementorganizational performancePublic Service AgenciesTotal Quality Managementtransportation sector
PERFORMANCE ANALYSIS OF HIGHER EDUCATION PUBLIC SERVICE AGENCIES: A CASE STUDY OF THE INDONESIAN CIVIL PILOT ACADEMY BANYUWANGI
A Public Service Agency, known by the Indonesian nomenclature as Badan Layanan Umum (BLU), is a government institution with the autonomy to manage its finances effectively and efficiently and provide public services. BLU is crucial in delivering essential services in Indonesia, including specialized education in the transportation sector. Despite their
significance, BLU institutions like the Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi face operational inefficiencies, financial constraints, and human resource challenges hindering
organizational performance. This study investigates these challenges, focusing on how financial management, human resource issues, and operational inefficiencies affect educational outcomes. The research employed a qualitative case study approach, using semi-structured interviews,
document analysis, and field observations. Data were collected from key stakeholders, including students, lecturers, and staff, to assess organizational performance in the educational process, human resource management, and general operations. Findings reveal that while facilities and educator engagement have improved, issues such as lecturer absenteeism, student input quality, and the need for continuous staff training persist. This study contributes to the body of knowledge by demonstrating the critical role of Total Quality Management (TQM) and Cross-Functional Integration (CFI) in improving public service agency performance. The research offers practical recommendations for enhancing lecturer performance, refining student admissions, and developing powermen through sustainable training. Study This expectation can give Public
Service Agency management an outlook for increasing performance organization and support mission, as well as the Agency of Human Resources Development (BPSDM) on Transportation vision.
significance, BLU institutions like the Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi face operational inefficiencies, financial constraints, and human resource challenges hindering
organizational performance. This study investigates these challenges, focusing on how financial management, human resource issues, and operational inefficiencies affect educational outcomes. The research employed a qualitative case study approach, using semi-structured interviews,
document analysis, and field observations. Data were collected from key stakeholders, including students, lecturers, and staff, to assess organizational performance in the educational process, human resource management, and general operations. Findings reveal that while facilities and educator engagement have improved, issues such as lecturer absenteeism, student input quality, and the need for continuous staff training persist. This study contributes to the body of knowledge by demonstrating the critical role of Total Quality Management (TQM) and Cross-Functional Integration (CFI) in improving public service agency performance. The research offers practical recommendations for enhancing lecturer performance, refining student admissions, and developing powermen through sustainable training. Study This expectation can give Public
Service Agency management an outlook for increasing performance organization and support mission, as well as the Agency of Human Resources Development (BPSDM) on Transportation vision.
OPTIMALISASI PERAN INVESTIGATOR PENERBANGAN DALAM MENINGKATKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN OPERASIONAL PENERBANGAN (ANALISIS SWOT)
Industri penerbangan Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks seiring dengan pertumbuhannya yang pesat. Meskipun memberikan dampak positif dalam konektivitas dan ekonomi, risiko kecelakaan penerbangan tetap menjadi ancaman yang mengintai. Dalam menghadapi tantangan ini, analisis SWOT dan pendekatan berbasis data, faktor manusia, dan budaya keselamatan telah menjadi fokus dalam mengidentifikasi berbagai masalah dan peluang. Tantangan utama meliputi infrastruktur yang usang, sumber daya terbatas, faktor budaya, ketidakstabilan ekonomi, terorisme, dan perubahan iklim. Namun, terdapat pula peluang yang menjanjikan seperti teknologi baru, kerja sama internasional, dan kesadaran publik yang meningkat. Untuk mencapai keselamatan penerbangan yang optimal, diperlukan upaya berkelanjutan dan kolaboratif dari semua pemangku kepentingan. Investasi dalam teknologi, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang unggul menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini. Dengan demikian, membangun budaya keselamatan yang kuat dan menerapkan pendekatan berbasis data menjadi penting dalam mewujudkan penerbangan yang lebih aman dan andal bagi Indonesia
PENGEMBANGAN PRODUK DAN LAYANAN SEAPLANE HIGH END: EVALUASI MELALUI ANALISIS SWOT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi pengembangan produk dan layanan dalam konteks layanan seaplane high end menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pengalaman pelanggan, aspek keamanan, fleksibilitas rute, dan kenyamanan yang ditawarkan oleh layanan seaplane high end. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi peluang pertumbuhan seperti permintaan yang meningkat dari pasar pariwisata mewah dan segmen pasar baru yang mungkin belum terpenuhi. Ancaman seperti persaingan dari moda transportasi alternatif dan perubahan regulasi penerbangan juga dipertimbangkan. Hasil analisis SWOT memberikan wawasan tentang strategi pengembangan produk dan layanan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing dan
memperluas pangsa pasar dalam industri layanan seaplane high end. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam konteks layanan seaplane high end. Kekuatan
produk dan layanan seaplane high end meliputi kenyamanan, kemewahan, keamanan, dan kepuasan pelanggan. Di sisi lain, kelemahan produk dan layanan seaplane high end mencakup keterbatasan aksesibilitas dan tantangan operasional.
Selanjutnya, penelitian ini mengidentifikasi peluang pengembangan produk dan layanan, seperti permintaan yang berkembang dalam pariwisata mewah dan potensi segmen pasar baru. Ancaman terhadap layanan seaplane high end termasuk persaingan dari moda transportasi alternatif dan regulasi penerbangan serta lingkungan operasional.
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan layanan seaplane high end. Penelitian ini juga menyarankan ruang lingkup penelitian lanjutan untuk melanjutkan pemahaman tentang industri ini. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi yang efektif untuk memperkuat posisi seaplane high end dalam industri penerbangan global.
memperluas pangsa pasar dalam industri layanan seaplane high end. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam konteks layanan seaplane high end. Kekuatan
produk dan layanan seaplane high end meliputi kenyamanan, kemewahan, keamanan, dan kepuasan pelanggan. Di sisi lain, kelemahan produk dan layanan seaplane high end mencakup keterbatasan aksesibilitas dan tantangan operasional.
Selanjutnya, penelitian ini mengidentifikasi peluang pengembangan produk dan layanan, seperti permintaan yang berkembang dalam pariwisata mewah dan potensi segmen pasar baru. Ancaman terhadap layanan seaplane high end termasuk persaingan dari moda transportasi alternatif dan regulasi penerbangan serta lingkungan operasional.
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan layanan seaplane high end. Penelitian ini juga menyarankan ruang lingkup penelitian lanjutan untuk melanjutkan pemahaman tentang industri ini. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi yang efektif untuk memperkuat posisi seaplane high end dalam industri penerbangan global.
PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN NORMA SUBJEKTIF TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI MAHASISWA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahun dan persepsi kemudahan proses pebelajaran terhadap niat menjadi taruna API Banyuwangi. Pengetahuan yang terbentuk dimasyarakat terkait Kampus API Banyuwangi yaitu pengetahuan berikutanya adalah melanjutkan kuliah atau sekolah mahasiswa makan
yang diperhatikan adalah informasi yang ada di media sosial dan pengaruh dari keluarga serta teman2 sekitar. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan media sosial marketing dan norma subjektif terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di
API Banyuwagi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa media sosial marketing dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di API Banyuwagi
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses promosi di media sosial dan pembentukan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan, hal tersebut erlu menjadi acuran dan perlu dikembangkan sehinga dengan media sosial marketing dan norma subjektif API Banyuwangi dapat menjadi alternative pilihan calon mahasiswa dan diterima juga oleh masyarakat.
yang diperhatikan adalah informasi yang ada di media sosial dan pengaruh dari keluarga serta teman2 sekitar. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan media sosial marketing dan norma subjektif terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di
API Banyuwagi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa media sosial marketing dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di API Banyuwagi
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses promosi di media sosial dan pembentukan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan, hal tersebut erlu menjadi acuran dan perlu dikembangkan sehinga dengan media sosial marketing dan norma subjektif API Banyuwangi dapat menjadi alternative pilihan calon mahasiswa dan diterima juga oleh masyarakat.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PROSES PEMEBELAJARAN TERHADAP NIAT MENJADI TARUNA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahun dan persepsi kemudahan proses pebelajaran terhadap niat menjadi taruna API Banyuwangi. Pengetahuan yang terbentuk dimasyarakat terkait Kampus API Banyuwangi yaitu pengetahuan berikutanya adalah melanjutkan kuliah atau sekolah mahasiswa makan
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
EFEK WING PLANFORM AIRFOIL NASA SC(2)-0612 TERHADAP PERFORMA AERODINAMIKA PADA LOW REYNOLDS NUMBER
Masing-masing konfigurasi sayap pesawat memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda. Karakteristik dari konfigurasi yang berbeda-beda dapat dipergunakan desainer pesawat terbang secara optimum pada
tahapan penerbangan misalnya takeoff, climb, cruise, dan landing. Penelitian ini membandingkan karakteristik dari rectangular wing NASA SC(2)-0612 yang dipakai pada pesawat Embraer 145 dengan beberapa planform wing yang lain. Selain menampilkan pengaruh terhadap perfoma
aerodinamika, penelitian ini juga membandingkan pengaruh karakteristik aliran di sekitar sayap tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen dan simulasi numerik pada wing airfoil NASA 20612. Kondisi yang diamati adalah plain wing yang dibandingkan dengan swept back wing dan delta wing. Sudut serang yang dipergunakan adalah (α)= 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o,12o,15o, 16o,17o,19o, dan 20o. Simulasi numerik menggunakan aplikasi Ansys 19.1 dengan turbulent model k-ε Realizable pada velocity freestream 230 m/s. Pada hasil penelitian ditunjukkan bahwa perubahan penggunaan planform wing yang berbeda menimbulkan perubahan performa aerodinamika yang sangat signifikan. Secara teoritis dengan bentuk swept back dan delta wing akan mengurangi pressure drag yang ada dan meningkatkan bidang angkat. Induced drag memiliki pengaruh yang besar pada pembentukan total drag semua konfigurasi dibandingkan jenis drag yang lain.
tahapan penerbangan misalnya takeoff, climb, cruise, dan landing. Penelitian ini membandingkan karakteristik dari rectangular wing NASA SC(2)-0612 yang dipakai pada pesawat Embraer 145 dengan beberapa planform wing yang lain. Selain menampilkan pengaruh terhadap perfoma
aerodinamika, penelitian ini juga membandingkan pengaruh karakteristik aliran di sekitar sayap tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen dan simulasi numerik pada wing airfoil NASA 20612. Kondisi yang diamati adalah plain wing yang dibandingkan dengan swept back wing dan delta wing. Sudut serang yang dipergunakan adalah (α)= 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o,12o,15o, 16o,17o,19o, dan 20o. Simulasi numerik menggunakan aplikasi Ansys 19.1 dengan turbulent model k-ε Realizable pada velocity freestream 230 m/s. Pada hasil penelitian ditunjukkan bahwa perubahan penggunaan planform wing yang berbeda menimbulkan perubahan performa aerodinamika yang sangat signifikan. Secara teoritis dengan bentuk swept back dan delta wing akan mengurangi pressure drag yang ada dan meningkatkan bidang angkat. Induced drag memiliki pengaruh yang besar pada pembentukan total drag semua konfigurasi dibandingkan jenis drag yang lain.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ROLLING TEMPAT DUDUK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA D3 OPERASI PESAWAT UDARA API BANYUWANGI
Hasil belajar sebagai faktor utama dalam proses pembelajaran siswa di akhir pendidikan sekolah. Sedangkan metode pembelajaran yang diberikan guru kepada siswa sebagai cara dalam menyampaikan pengetahuan suatu materi belajar yang nantinya akan memberikan suatu hasil yang dibutuhkan siswa sebagai ukuran siswa dalam menerima proses belajar mengajar di kelas. Metode pembelajaran yang diberikan guru sangat banyak dan bervariasi untuk penelitian ini dimana metode pembelajaran yang digunakan rolling tempat duduk apakah berpengaruh terhadap hasil belajar dari siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevaluasi apakah metode pembelajaran rolling tempat duduk memengaruhi hasil belajar mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Untuk mengetahui apakah variasi tempat duduk dapat meningkatkan interaksi, keterlibatan, dan prestasi akademik siswa, maka dari itu metode pembelajaran rolling tempat duduk digunakan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner responden, dimana jumlah sampel ada 46 orang yang berasal dari mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 3. Kemudian, data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi, anova dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran rolling tempat duduk berpengaruh signifikan positif terhadap hasil belajar mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara API Banyuwangi. Penelitian ini menyarankan bahwa metode pembelajaran rolling tempat duduk sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang ada di API Banyuwangi tepatnya untuk mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 3.
EVALUASI KEBUTUHAN KOMPETENSI DAN KETERAMPILAN PEMELIHARAAN PESAWAT SEAPLANE PADA PENDIDIKAN PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kebutuhan kompetensi dan keterampilan dalam pemeliharaan pesawat Seaplane pada program pendidikan penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Pemeliharaan pesawat Seaplane merupakan aspek kritis dalam industri penerbangan yang memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap mahasiswa dan pengajar di program pendidikan penerbang. Responden penelitian terdiri dari mahasiswa yang tengah menempuh program pendidikan penerbang dan pengajar yang terlibat dalam mengajar mata kuliah pemeliharaan pesawat Seaplane. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat beberapa kebutuhan kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa dalam pemeliharaan pesawat Seaplane, antara lain pemahaman mendalam mengenai sistem dan komponen pesawat Seaplane, penanganan masalah yang mungkin muncul dalam operasional pesawat, serta kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Selain itu, beberapa keterampilan khusus seperti kemampuan beradaptasi dengan kondisi kerja yang kompleks dan ketelitian dalam melakukan prosedur pemeliharaan juga dianggap penting.
PERAN SEAPLANE DALAM MENDORONG KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN DI INDONESIA
Penelitian ini membahas peran pesawat amfibi dalam mendorong konsep
pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kepulauan Indonesia yang unik, dengan lebih dari 17.000 pulau, menunjukkan tantangan besar dalam hal transportasi dan aksesibilitas, yang mempengaruhi sektor pariwisata. Pariwisata berkelanjutan, dengan penekanan pada integritas lingkungan, kelayakan ekonomi, dan keadilan sosial, menjadi penting untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya negara serta menjamin kelangsungan industri pariwisata dalam jangka panjang. Pesawat
amfibi muncul sebagai solusi inovatif terhadap permasalahan aksesibilitas ke pulaupulau terpencil di Indonesia. Namun, integrasi pesawat amfibi ke dalam sektor pariwisata Indonesia dan penyelarasannya dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan merupakan permasalahan kompleks. Dampak pesawat amfibi terhadap lingkungan, kelayakan ekonomi, implikasi sosial, dan tantangan operasional serta peraturan terkait penggunaannya perlu dieksplorasi lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner survey dan analisis data sekunder terhadap pemangku. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan operasi pesawat amfibi dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan dan rekomendasi kepada para pembuat kebijakan, operator pariwisata, dan aktivis lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata
Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang potensi manfaat, tantangan, dan dampak pesawat amfibi dalam mendorong praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan dan peluang untuk penelitian di masa depan.
pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kepulauan Indonesia yang unik, dengan lebih dari 17.000 pulau, menunjukkan tantangan besar dalam hal transportasi dan aksesibilitas, yang mempengaruhi sektor pariwisata. Pariwisata berkelanjutan, dengan penekanan pada integritas lingkungan, kelayakan ekonomi, dan keadilan sosial, menjadi penting untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya negara serta menjamin kelangsungan industri pariwisata dalam jangka panjang. Pesawat
amfibi muncul sebagai solusi inovatif terhadap permasalahan aksesibilitas ke pulaupulau terpencil di Indonesia. Namun, integrasi pesawat amfibi ke dalam sektor pariwisata Indonesia dan penyelarasannya dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan merupakan permasalahan kompleks. Dampak pesawat amfibi terhadap lingkungan, kelayakan ekonomi, implikasi sosial, dan tantangan operasional serta peraturan terkait penggunaannya perlu dieksplorasi lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner survey dan analisis data sekunder terhadap pemangku. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan operasi pesawat amfibi dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan dan rekomendasi kepada para pembuat kebijakan, operator pariwisata, dan aktivis lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata
Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang potensi manfaat, tantangan, dan dampak pesawat amfibi dalam mendorong praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan dan peluang untuk penelitian di masa depan.

