Browse Items (30 total)
Sort by:
PERAN SEAPLANE DALAM MENDORONG KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN DI INDONESIA
Penelitian ini membahas peran pesawat amfibi dalam mendorong konsep
pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kepulauan Indonesia yang unik, dengan lebih dari 17.000 pulau, menunjukkan tantangan besar dalam hal transportasi dan aksesibilitas, yang mempengaruhi sektor pariwisata. Pariwisata berkelanjutan, dengan penekanan pada integritas lingkungan, kelayakan ekonomi, dan keadilan sosial, menjadi penting untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya negara serta menjamin kelangsungan industri pariwisata dalam jangka panjang. Pesawat
amfibi muncul sebagai solusi inovatif terhadap permasalahan aksesibilitas ke pulaupulau terpencil di Indonesia. Namun, integrasi pesawat amfibi ke dalam sektor pariwisata Indonesia dan penyelarasannya dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan merupakan permasalahan kompleks. Dampak pesawat amfibi terhadap lingkungan, kelayakan ekonomi, implikasi sosial, dan tantangan operasional serta peraturan terkait penggunaannya perlu dieksplorasi lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner survey dan analisis data sekunder terhadap pemangku. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan operasi pesawat amfibi dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan dan rekomendasi kepada para pembuat kebijakan, operator pariwisata, dan aktivis lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata
Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang potensi manfaat, tantangan, dan dampak pesawat amfibi dalam mendorong praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan dan peluang untuk penelitian di masa depan.
pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kepulauan Indonesia yang unik, dengan lebih dari 17.000 pulau, menunjukkan tantangan besar dalam hal transportasi dan aksesibilitas, yang mempengaruhi sektor pariwisata. Pariwisata berkelanjutan, dengan penekanan pada integritas lingkungan, kelayakan ekonomi, dan keadilan sosial, menjadi penting untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya negara serta menjamin kelangsungan industri pariwisata dalam jangka panjang. Pesawat
amfibi muncul sebagai solusi inovatif terhadap permasalahan aksesibilitas ke pulaupulau terpencil di Indonesia. Namun, integrasi pesawat amfibi ke dalam sektor pariwisata Indonesia dan penyelarasannya dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan merupakan permasalahan kompleks. Dampak pesawat amfibi terhadap lingkungan, kelayakan ekonomi, implikasi sosial, dan tantangan operasional serta peraturan terkait penggunaannya perlu dieksplorasi lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner survey dan analisis data sekunder terhadap pemangku. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan operasi pesawat amfibi dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan dan rekomendasi kepada para pembuat kebijakan, operator pariwisata, dan aktivis lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata
Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang potensi manfaat, tantangan, dan dampak pesawat amfibi dalam mendorong praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan dan peluang untuk penelitian di masa depan.
Analisis Pergeseran Diversity Management: Keberagaman dan Inklusi Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Pasca Perubahan Status Dari Taruna Ke Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi merespons kebijakan pengasuhan yang lebih humanis, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 107 Tahun 2021, serta dampak dari perubahan tersebut apakah berdampak terhadap kualitas lulusan, serta melihat dampak pergeseran diversity management mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Kebijakan ini mengubah status taruna menjadi mahasiswa, dengan tujuan menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan bebas dari praktik-praktik kekerasan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan data utama berupa wawancara mendalam yang melibatkan manajemen kampus, staf pengajar, dan kepengasuhan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo untuk membantu dalam pengorganisasian, pengkodean, dan analisis tematik. hasil penelitian ini nanti akan didapat juga melalui bentuk peningkatan kesadaran mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini pastinya menghadapi tantangan seperti kesulitan apa yang dirasakan mahasiswa dalam beradaptasi dengan perubahan status dan apakah ada dukungan dari pihak sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen keberagaman dan inklusi di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen keberagaman dan inklusi di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PROSES PEMEBELAJARAN TERHADAP NIAT MENJADI TARUNA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahun dan persepsi kemudahan proses pebelajaran terhadap niat menjadi taruna API Banyuwangi. Pengetahuan yang terbentuk dimasyarakat terkait Kampus API Banyuwangi yaitu pengetahuan berikutanya adalah melanjutkan kuliah atau sekolah mahasiswa makan
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
ANALISIS PENGARUH HUBUNGAN ANTARA BEBAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PENERBANG SAYAP TETAP DENGAN TINGKAT STRESS MAHASISWA/I (Studi Pada Akademi Penerbang Indonesia API Banyuwangi)
Pendidikan memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan
pengembangan keterampilan individu, termasuk dalam dunia pendidikan
penerbangan. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) sebagai
lembaga pendidikan tinggi khusus penerbangan, menghadapi tantangan
dalam menyeimbangkan beban akademik yang tinggi dengan kesejahteraan taruna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara beban akademik dan tingkat stres mahasiswa/i di APIB.
Beban akademik yang mencakup tuntutan fisik dan ilmu kemiliteran,
berpotensi memicu stres pada taruna akibat tekanan dari aktivitas padat
dan aturan asrama. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hubungan positif
yang kuat antara beban akademik dan tingkat stres dengan koefisien
korelasi sebesar 0.795 dan koefisien determinasi 63.2%. Hasil uji
signifikansi dengan P-value 0.000 dan T-statistics 18.508 menunjukkan
bahwa pengaruh beban akademik terhadap tingkat stres adalah signifikan
dan konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa beban akademik
merupakan faktor utama yang mempengaruhi tingkat stres mahasiswa/i di
APIB. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan beban akademik guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan taruna di APIB.
pengembangan keterampilan individu, termasuk dalam dunia pendidikan
penerbangan. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) sebagai
lembaga pendidikan tinggi khusus penerbangan, menghadapi tantangan
dalam menyeimbangkan beban akademik yang tinggi dengan kesejahteraan taruna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara beban akademik dan tingkat stres mahasiswa/i di APIB.
Beban akademik yang mencakup tuntutan fisik dan ilmu kemiliteran,
berpotensi memicu stres pada taruna akibat tekanan dari aktivitas padat
dan aturan asrama. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hubungan positif
yang kuat antara beban akademik dan tingkat stres dengan koefisien
korelasi sebesar 0.795 dan koefisien determinasi 63.2%. Hasil uji
signifikansi dengan P-value 0.000 dan T-statistics 18.508 menunjukkan
bahwa pengaruh beban akademik terhadap tingkat stres adalah signifikan
dan konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa beban akademik
merupakan faktor utama yang mempengaruhi tingkat stres mahasiswa/i di
APIB. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan beban akademik guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan taruna di APIB.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN INSTRUKTUR TERHADAP MOTIVASI
BELAJAR SISWA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan
instruktur terhadap motivasi belajar siswa di Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi. Gaya kepemimpinan instruktur memainkan peran penting dalam proses pembelajaran, namun pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa belum banyak diteliti di institusi pendidikan Penerbang. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan sampel siswa API Banyuwangi yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi siswa terhadap gaya kepemimpinan instruktur dan tingkat motivasi belajar mereka. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik untuk menguji hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dan motivasi belajar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang gaya
kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di API Banyuwangi. Temuan ini dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pengajaran dan pelatihan instruktur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sektor Penerbang Indonesia.
instruktur terhadap motivasi belajar siswa di Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi. Gaya kepemimpinan instruktur memainkan peran penting dalam proses pembelajaran, namun pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa belum banyak diteliti di institusi pendidikan Penerbang. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan sampel siswa API Banyuwangi yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi siswa terhadap gaya kepemimpinan instruktur dan tingkat motivasi belajar mereka. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik untuk menguji hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dan motivasi belajar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang gaya
kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di API Banyuwangi. Temuan ini dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pengajaran dan pelatihan instruktur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sektor Penerbang Indonesia.
PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN NORMA SUBJEKTIF TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI MAHASISWA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahun dan persepsi kemudahan proses pebelajaran terhadap niat menjadi taruna API Banyuwangi. Pengetahuan yang terbentuk dimasyarakat terkait Kampus API Banyuwangi yaitu pengetahuan berikutanya adalah melanjutkan kuliah atau sekolah mahasiswa makan
yang diperhatikan adalah informasi yang ada di media sosial dan pengaruh dari keluarga serta teman2 sekitar. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan media sosial marketing dan norma subjektif terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di
API Banyuwagi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa media sosial marketing dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di API Banyuwagi
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses promosi di media sosial dan pembentukan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan, hal tersebut erlu menjadi acuran dan perlu dikembangkan sehinga dengan media sosial marketing dan norma subjektif API Banyuwangi dapat menjadi alternative pilihan calon mahasiswa dan diterima juga oleh masyarakat.
yang diperhatikan adalah informasi yang ada di media sosial dan pengaruh dari keluarga serta teman2 sekitar. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan media sosial marketing dan norma subjektif terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di
API Banyuwagi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa media sosial marketing dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di API Banyuwagi
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses promosi di media sosial dan pembentukan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan, hal tersebut erlu menjadi acuran dan perlu dikembangkan sehinga dengan media sosial marketing dan norma subjektif API Banyuwangi dapat menjadi alternative pilihan calon mahasiswa dan diterima juga oleh masyarakat.
EVALUASI PENGGUNAAN ALAT BANTU TRACKER PADA THROTTLE CESSNA 172S DENGAN SIMULASI
Throtle merupakan suatu alat pada pesawat latih Cessna bertipe 172s yg
digunakan untuk menambahkan jumlah udara yg digunakan pada saat
pembakaran. Untuk membantu dalam mengatasi throtle sulit di adjust maka
diperlukanya alat bantu kusus berupa treker. Adanya alat bantu yang representatif dan bermanfaat untuk mempermudah dan menghemat biaya sangat dibutuhkan, oleh karena itu penelitian-penelitian untuk menciptakan suatu alat bantu kerja saat ini perlu ditingkatkan. Pengujian alat juga sangat penting dalam mengetahui titik kerja maksimal alat treker yang dapat mengetahui sita-sifat seperti modulus elastisitas geser, kekuatan luluh puntir, dan modulus pecah. Hasil pengujian puntir terdiri dari dua parameter yaitu parameter momen puntir dan parameter tegangan geser. Alat bantu yang sudah diciptakan pada penelitian ini akan menganalisa kekuatan puntir dengan menggunakan simulasi.
digunakan untuk menambahkan jumlah udara yg digunakan pada saat
pembakaran. Untuk membantu dalam mengatasi throtle sulit di adjust maka
diperlukanya alat bantu kusus berupa treker. Adanya alat bantu yang representatif dan bermanfaat untuk mempermudah dan menghemat biaya sangat dibutuhkan, oleh karena itu penelitian-penelitian untuk menciptakan suatu alat bantu kerja saat ini perlu ditingkatkan. Pengujian alat juga sangat penting dalam mengetahui titik kerja maksimal alat treker yang dapat mengetahui sita-sifat seperti modulus elastisitas geser, kekuatan luluh puntir, dan modulus pecah. Hasil pengujian puntir terdiri dari dua parameter yaitu parameter momen puntir dan parameter tegangan geser. Alat bantu yang sudah diciptakan pada penelitian ini akan menganalisa kekuatan puntir dengan menggunakan simulasi.
EFEK CAMPURAN AVGAS DAN ETHANOL TERHADAP SUHU SEMBURAN
Penggunaan mesin pembakaran dalam sudah menjadi hal yang biasa dalam bidang transportasi khususnya dunia penerbangan, salah satunya adalah pesawat latih Cessna yang bermesin piston. Pengaruh tekanan injeksi bahan bakar terhadap temperatur injeksi telah menjadi fokus banyak penelitian karena berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran. Peningkatan tekanan injeksi bahan bakar pada avgas menyebabkan peningkatan temperatur injeksi dan juga meningkatkan stabilitas temperatur dalam proses injeksi.
PENGARUH EMOTIONAL INTELLIGENCE INSTRUKTUR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional (emotional intelligence) instruktur dan prestasi akademik siswa di Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi. Emotional intelligence mencakup kemampuan instruktur untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka sendiri serta emosi orang lain, yang berpotensi mempengaruhi kinerja dan motivasi siswa
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada instruktur dan siswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari dua bagian utama yaitu Skala kecerdasan emosional untuk instruktur dan data prestasi akademik siswa, termasuk nilai ujian dan GPA. Populasi penelitian ini adalah seluruh instruktur dan siswa di API Banyuwangi.
Sampel dipilih secara acak untuk memastikan representativitas data. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan antara kecerdasan emosional instruktur dan prestasi akademik siswa. Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan tidak hanya di API Banyuwangi tetapi juga kepada seluruh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada instruktur dan siswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari dua bagian utama yaitu Skala kecerdasan emosional untuk instruktur dan data prestasi akademik siswa, termasuk nilai ujian dan GPA. Populasi penelitian ini adalah seluruh instruktur dan siswa di API Banyuwangi.
Sampel dipilih secara acak untuk memastikan representativitas data. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan antara kecerdasan emosional instruktur dan prestasi akademik siswa. Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan tidak hanya di API Banyuwangi tetapi juga kepada seluruh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan.

