Browse Items (30 total)
Sort by:
ANALISA KEGAGALAN EXHAUST PORT ENGINE LYCOMING IO-360-L2A
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan pada pipa exhaust mesin Lycoming pesawat Cessna 172S PK-APK dengan tujuan mengidentifikasi penyebab utama kegagalan. Metode penelitian meliputi analisis root cause melalui beberapa pendekatan: analisis kegagalan metallurgi, analisis pengoperasian termal, dan pemeriksaan bentuk visual crack. Analisis kegagalan metallurgi akan mengevaluasi struktur mikro dan sifat material pipa exhaust, sedangkan analisis pengoperasian termal akan memeriksa pengaruh suhu operasional terhadap kinerja pipa. Pemeriksaan bentuk visual crack akan mengidentifikasi karakteristik dan pola retakan yang muncul pada pipa exhaust. Dengan pendekatan komprehensif ini, penelitian diharapkan dapat memberikan
pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan
pipa exhaust. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan dasar untuk penerapan
tindakan pencegahan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keandalan sistem mesin
secara keseluruhan dan mengurangi risiko kegagalan di masa mendatang. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan operasional pesawat Cessna 172S PK-APK. Dengan
pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab kegagalan, diharapkan tindakan perbaikan dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan
pipa exhaust. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan dasar untuk penerapan
tindakan pencegahan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keandalan sistem mesin
secara keseluruhan dan mengurangi risiko kegagalan di masa mendatang. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan operasional pesawat Cessna 172S PK-APK. Dengan
pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab kegagalan, diharapkan tindakan perbaikan dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
ANALISIS KEBERHASILAN PROSES BRIEFING PRA OPERASIONAL PENERBANGAN (STUDI KASUS: MAHASISWA API BANYUWANGI)
Briefing pra-operasional penerbangan sebagai komponen penting dari pelaksanaan pendidikan terbang sebelum operasional penerbangan dilaksanakan, dimana mempersiapkan segala sesuatu dalam skenario di dunia penerbangan. Biasanya prosedur tersebut dilakukan oleh petugas Flight Operation Officer (FOO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan proses briefing pra-operasional penerbangan di
Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi dari sudut pandang mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dengan cara survei dan wawancara mendalam terhadap narasumber atau informan yang dituju. Penelitian ini menilai mahasiswa tentang efektivitas, relevansi, dan dampak dari
proses briefing tersebut. Hasil yang didapatkan dari pengambilan data dengan wawancara terhadap 5 informan yang memiliki kriteria yang sudah ditentukan menunjukkan bahwa semua informasi yang diberikan oleh para informan terkait briefing pra-operasional penerbangan terhadap mahasiswa penerbang sebelum melaksanakan pelatihan terbang sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara yang
diberikan kepada para informan. Dengan hasil tersebut penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengoptimalkan proses briefing pra-operasional yang bertujuan untuk meningkatkan persiapan mahasiswa penerbang untuk tantangan di dunia industri penerbangan yang dinamis dan juga untuk memberikan wawasan bagi API Banyuwangi dan Lembaga pendidikan penerbangan lainnya yang ingin meningkatkan kualitas pelatihan untuk kandidat kru yang profesional khususnya petugas FOO.
Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi dari sudut pandang mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dengan cara survei dan wawancara mendalam terhadap narasumber atau informan yang dituju. Penelitian ini menilai mahasiswa tentang efektivitas, relevansi, dan dampak dari
proses briefing tersebut. Hasil yang didapatkan dari pengambilan data dengan wawancara terhadap 5 informan yang memiliki kriteria yang sudah ditentukan menunjukkan bahwa semua informasi yang diberikan oleh para informan terkait briefing pra-operasional penerbangan terhadap mahasiswa penerbang sebelum melaksanakan pelatihan terbang sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara yang
diberikan kepada para informan. Dengan hasil tersebut penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengoptimalkan proses briefing pra-operasional yang bertujuan untuk meningkatkan persiapan mahasiswa penerbang untuk tantangan di dunia industri penerbangan yang dinamis dan juga untuk memberikan wawasan bagi API Banyuwangi dan Lembaga pendidikan penerbangan lainnya yang ingin meningkatkan kualitas pelatihan untuk kandidat kru yang profesional khususnya petugas FOO.
ANALISIS PENGARUH HUBUNGAN ANTARA BEBAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PENERBANG SAYAP TETAP DENGAN TINGKAT STRESS MAHASISWA/I (Studi Pada Akademi Penerbang Indonesia API Banyuwangi)
Pendidikan memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan
pengembangan keterampilan individu, termasuk dalam dunia pendidikan
penerbangan. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) sebagai
lembaga pendidikan tinggi khusus penerbangan, menghadapi tantangan
dalam menyeimbangkan beban akademik yang tinggi dengan kesejahteraan taruna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara beban akademik dan tingkat stres mahasiswa/i di APIB.
Beban akademik yang mencakup tuntutan fisik dan ilmu kemiliteran,
berpotensi memicu stres pada taruna akibat tekanan dari aktivitas padat
dan aturan asrama. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hubungan positif
yang kuat antara beban akademik dan tingkat stres dengan koefisien
korelasi sebesar 0.795 dan koefisien determinasi 63.2%. Hasil uji
signifikansi dengan P-value 0.000 dan T-statistics 18.508 menunjukkan
bahwa pengaruh beban akademik terhadap tingkat stres adalah signifikan
dan konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa beban akademik
merupakan faktor utama yang mempengaruhi tingkat stres mahasiswa/i di
APIB. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan beban akademik guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan taruna di APIB.
pengembangan keterampilan individu, termasuk dalam dunia pendidikan
penerbangan. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) sebagai
lembaga pendidikan tinggi khusus penerbangan, menghadapi tantangan
dalam menyeimbangkan beban akademik yang tinggi dengan kesejahteraan taruna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara beban akademik dan tingkat stres mahasiswa/i di APIB.
Beban akademik yang mencakup tuntutan fisik dan ilmu kemiliteran,
berpotensi memicu stres pada taruna akibat tekanan dari aktivitas padat
dan aturan asrama. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hubungan positif
yang kuat antara beban akademik dan tingkat stres dengan koefisien
korelasi sebesar 0.795 dan koefisien determinasi 63.2%. Hasil uji
signifikansi dengan P-value 0.000 dan T-statistics 18.508 menunjukkan
bahwa pengaruh beban akademik terhadap tingkat stres adalah signifikan
dan konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa beban akademik
merupakan faktor utama yang mempengaruhi tingkat stres mahasiswa/i di
APIB. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan beban akademik guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan taruna di APIB.
Analisis Pergeseran Diversity Management: Keberagaman dan Inklusi Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Pasca Perubahan Status Dari Taruna Ke Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi merespons kebijakan pengasuhan yang lebih humanis, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 107 Tahun 2021, serta dampak dari perubahan tersebut apakah berdampak terhadap kualitas lulusan, serta melihat dampak pergeseran diversity management mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Kebijakan ini mengubah status taruna menjadi mahasiswa, dengan tujuan menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan bebas dari praktik-praktik kekerasan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan data utama berupa wawancara mendalam yang melibatkan manajemen kampus, staf pengajar, dan kepengasuhan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo untuk membantu dalam pengorganisasian, pengkodean, dan analisis tematik. hasil penelitian ini nanti akan didapat juga melalui bentuk peningkatan kesadaran mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini pastinya menghadapi tantangan seperti kesulitan apa yang dirasakan mahasiswa dalam beradaptasi dengan perubahan status dan apakah ada dukungan dari pihak sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen keberagaman dan inklusi di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen keberagaman dan inklusi di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
DESAIN ALAT BANTU TREKER UNTUK TUAS THROTLE STUCK PADA PESAWAT CESSNA 172S
Salah satu komponen yang ada pada pesawat kususnya pesawat cessna 172S adalah throtle. Throtle merupakan suatu alat pada pesawat latih Cessna bertipe 172S yg digunakan untuk menambahkan jumlah udara yg digunakan pada saat pembakaran. throtle dan mixture yg lama tidak dilubrikasi dan tidak diadjust mengakibatkan stuck pada bagian gasket dan karet penyanggah yg terdapat pada bagian rumah trotle dan mixture, sehingga dapat menggangu pergerakan ataupun fleksibilitas throtle. Untuk membantu dalam mengatasi throtle sulit di adjust maka diperlukanya alat bantu kusus berupa treker. Adanya alat bantu yang representatif dan bermanfaat untuk mempermudah dan menghemat biaya sangat dibutuhkan, oleh karena itu penelitian-penelitian untuk menciptakan suatu alat bantu kerja saat ini perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan meranrancang Alat Bantu Treker Untuk Tuas Throtle Stuck Pada Pesawat Cessna 172S guna mempermudah teknisi pesawat cessna 172S untuk mengajust throtle stuck
EFEK CAMPURAN AVGAS DAN ETHANOL TERHADAP SUHU SEMBURAN
Penggunaan mesin pembakaran dalam sudah menjadi hal yang biasa dalam bidang transportasi khususnya dunia penerbangan, salah satunya adalah pesawat latih Cessna yang bermesin piston. Pengaruh tekanan injeksi bahan bakar terhadap temperatur injeksi telah menjadi fokus banyak penelitian karena berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran. Peningkatan tekanan injeksi bahan bakar pada avgas menyebabkan peningkatan temperatur injeksi dan juga meningkatkan stabilitas temperatur dalam proses injeksi.
EFEK WING PLANFORM AIRFOIL NASA SC(2)-0612 TERHADAP PERFORMA AERODINAMIKA PADA LOW REYNOLDS NUMBER
Masing-masing konfigurasi sayap pesawat memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda. Karakteristik dari konfigurasi yang berbeda-beda dapat dipergunakan desainer pesawat terbang secara optimum pada
tahapan penerbangan misalnya takeoff, climb, cruise, dan landing. Penelitian ini membandingkan karakteristik dari rectangular wing NASA SC(2)-0612 yang dipakai pada pesawat Embraer 145 dengan beberapa planform wing yang lain. Selain menampilkan pengaruh terhadap perfoma
aerodinamika, penelitian ini juga membandingkan pengaruh karakteristik aliran di sekitar sayap tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen dan simulasi numerik pada wing airfoil NASA 20612. Kondisi yang diamati adalah plain wing yang dibandingkan dengan swept back wing dan delta wing. Sudut serang yang dipergunakan adalah (α)= 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o,12o,15o, 16o,17o,19o, dan 20o. Simulasi numerik menggunakan aplikasi Ansys 19.1 dengan turbulent model k-ε Realizable pada velocity freestream 230 m/s. Pada hasil penelitian ditunjukkan bahwa perubahan penggunaan planform wing yang berbeda menimbulkan perubahan performa aerodinamika yang sangat signifikan. Secara teoritis dengan bentuk swept back dan delta wing akan mengurangi pressure drag yang ada dan meningkatkan bidang angkat. Induced drag memiliki pengaruh yang besar pada pembentukan total drag semua konfigurasi dibandingkan jenis drag yang lain.
tahapan penerbangan misalnya takeoff, climb, cruise, dan landing. Penelitian ini membandingkan karakteristik dari rectangular wing NASA SC(2)-0612 yang dipakai pada pesawat Embraer 145 dengan beberapa planform wing yang lain. Selain menampilkan pengaruh terhadap perfoma
aerodinamika, penelitian ini juga membandingkan pengaruh karakteristik aliran di sekitar sayap tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen dan simulasi numerik pada wing airfoil NASA 20612. Kondisi yang diamati adalah plain wing yang dibandingkan dengan swept back wing dan delta wing. Sudut serang yang dipergunakan adalah (α)= 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o,12o,15o, 16o,17o,19o, dan 20o. Simulasi numerik menggunakan aplikasi Ansys 19.1 dengan turbulent model k-ε Realizable pada velocity freestream 230 m/s. Pada hasil penelitian ditunjukkan bahwa perubahan penggunaan planform wing yang berbeda menimbulkan perubahan performa aerodinamika yang sangat signifikan. Secara teoritis dengan bentuk swept back dan delta wing akan mengurangi pressure drag yang ada dan meningkatkan bidang angkat. Induced drag memiliki pengaruh yang besar pada pembentukan total drag semua konfigurasi dibandingkan jenis drag yang lain.
EFEKTIVITAS HARGA BARANG DI DAERAH 3T INDONESIA MELALUI KEBIJAKAN TRANSPORTASI MULTIMODA: TINJAUAN PUSTAKA, WAWASAN, DAN PELUANG PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dan mengevaluasi kebijakan transportasi multimoda di daerah 3T Indonesia. Dengan analisis yang mendalam dan rekomendasi yang praktis, jurnal ini dapat menjadi referensi penting bagi pembuat kebijakan dan peneliti di bidang transportasi dan logistik. Penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas dapat memberikan gambaran yang lebih representatif. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mendorong kebijakan yang lebih efektif dan efisien, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah 3T.
EVALUASI KEBUTUHAN KOMPETENSI DAN KETERAMPILAN PEMELIHARAAN PESAWAT SEAPLANE PADA PENDIDIKAN PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kebutuhan kompetensi dan keterampilan dalam pemeliharaan pesawat Seaplane pada program pendidikan penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Pemeliharaan pesawat Seaplane merupakan aspek kritis dalam industri penerbangan yang memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap mahasiswa dan pengajar di program pendidikan penerbang. Responden penelitian terdiri dari mahasiswa yang tengah menempuh program pendidikan penerbang dan pengajar yang terlibat dalam mengajar mata kuliah pemeliharaan pesawat Seaplane. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat beberapa kebutuhan kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa dalam pemeliharaan pesawat Seaplane, antara lain pemahaman mendalam mengenai sistem dan komponen pesawat Seaplane, penanganan masalah yang mungkin muncul dalam operasional pesawat, serta kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Selain itu, beberapa keterampilan khusus seperti kemampuan beradaptasi dengan kondisi kerja yang kompleks dan ketelitian dalam melakukan prosedur pemeliharaan juga dianggap penting.

