Browse Items (14 total)

IDENTIFIKASI FAKTOR HUMAN ERROR PADA MAHASISWA PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI SAAT MELAKSANAKAN FASE SOLO FLIGHT

IDENTIFIKASI FAKTOR HUMAN ERROR PADA MAHASISWA PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI SAAT MELAKSANAKAN FASE SOLO FLIGHT

Kegiatan terbang merupakan kegiatan yang memerlukan tingkat konsentrasi dan keterampilan yang tinggi. Human Error memegang peranan penting dalam keselamatan ins. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor human error yang mungkin terjadi pada mahasiswa penerbang di Akademi Penerbang Indonesia, khususnya saat mereka menjalani fase solo flight. Fase solo flight merupakan tahap kritis dalam pelatihan terbang di mana mahasiswa penerbang mulai terlibat dalam terbang solo tanpa instruktur. Keberhasilan dalam tahap ini membutuhkan konsentrasi, pengambilan keputusan yang tepat, dan keterampilan teknis yang baik. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif Metode penelitian ini melibatkan analisis trip report terbang solo dan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Data dari kedua sumber ini akan dianalisis secara kualitatif untuk memahami konteks dan faktor-faktor penyebab human error dalam terbang solo. Hasil penelitianini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang peran human factor dalam kesalahan yang terjadi dalam penerbangan serta rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.
IDENTIFIKASI LATIHAN SIMULATOR REDBIRD TD2 PADA KESIAPAN PROCEDURE FASE INSTRUMENT RATING MAHASISWA PENERBANG AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

IDENTIFIKASI LATIHAN SIMULATOR REDBIRD TD2 PADA KESIAPAN PROCEDURE FASE INSTRUMENT RATING MAHASISWA PENERBANG AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas latihan menggunakan simulator Redbird TD2 dalam mempersiapkan fase Instrument Rating mahasiswa penerbang Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Fase Instrument Rating adalah fase penting dalam pelatihan penerbangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melibatkan populasi mahasiswa penerbang yang telah memiliki pengalaman latihan simulator Redbird TD2. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk mengukur simulator Redbird TD2 memiliki peran yang sangat signifikan terhadap fase Instrument Rating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan menggunakan simulator Redbird TD2 secara signifikan meningkatkan pemahaman keterampilan dan kepercayaan diri mahasiswa penerbang dalam menjalani fase Instrument Rating.
EVALUASI ALAT KOMUNIKASI TERBANG (HEADSET) BAGI MAHASISWA SELAMA PELATIHAN TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

EVALUASI ALAT KOMUNIKASI TERBANG (HEADSET) BAGI MAHASISWA SELAMA PELATIHAN TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Komunikasi yang efektif selama pelatihan terbang merupakan faktor penting untuk keselamatan dan keberhasilan instruksi penerbangan. Alat komunikasi terbang, seperti headset, memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran komunikasi antara instruktur, ATC, dan mahasiswa. Dalam konteks pelatihan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, kualitas headset yang digunakan oleh mahasiswa haruslah dalam keadaan baik dan siap untuk di gunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi headset yang digunakan oleh mahasiswa selama pelatihan terbang. Melalui observasi secara langsung dan wawancara, penelitian ini menganalisis berbagai aspek headset, termasuk kualitas suara, dan ketahanan terhadap gangguan eksternal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ada fakor seperti gangguan suara yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi akademi dan pengguna headset dalam upaya meningkatkan kualitas alat komunikasi terbang untuk mendukung pelatihan yang lebih efektif dan aman bagi mahasiswa penerbang sebagai calon pilot di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
Output Formats:

atom, dcmes-xml, json, omeka-xml, rss2