Browse Items (14 total)
Sort by:
FENOMENA KEPERCAYAAN MITOS “BORN TO FLY” TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA PENERBANG DALAM PELAKSANAAN FASE TERBANG MAHASISWA API BANYUWANGI
Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, Mitos “Born To Fly” semakin naik popularitasnya di kalangan siswa penerbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kepercayaan mitos “Born To Fly” terhadap tingkat kepercayaan diri siswa penerbang dalam pelaksanaan fase terbang mahasiswa API Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data kualitatif deskriptif yang menggunakan wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa gelar “Born To Fly” bisa diraih dengan cara memenuhi tiga aspek pendukung yaitu kognitif, psikomotorik , dan afektif. Terdapat tiga efek yang ditimbulkan dari gelar “Born To Fly”, efek positif, negatif, dan tidak berefek. Berefek positif terhadap Siswa penerbang dengan gelar “Born To Fly” dikarenakan semakin percaya diri dan termotivasi, berefek negatif terhadap rekan dari siswa penerbang yang mempunyai julukan tersebut seperti merasa iri dan menurunnya kepercayaan diri, tidak berefek menurut sudut pandang dari Flight Instructor dikarenakan kesuksesan dalam penerbangan tergantung dari cara siswa penerbang menyikapi suatu permasalahan.
EVALUASI KOMUNIKASI ANTAR INSTRUKTUR DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komunikasi antara instruktur dan siswa dalam proses belajar mengajar di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Komunikasi yang efektif sangat penting dalam pendidikan penerbangan untuk memastikan transfer pengetahuan yang optimal dan pengembangan keterampilan penerbangan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari instruktur dan siswa di API Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi antara instruktur dan siswa sebagian besar sudah efektif, namun masih terdapat beberapa kendala yang menghambat komunikasi. Faktorfaktor seperti kejelasan instruksi, kepercayaan antara instruktur dan siswa, serta penggunaan teknologi komunikasi yang tepat sangat mempengaruhi efektivitas komunikasi. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, seperti pelatihan komunikasi untuk instruktur dan peningkatan fasilitas teknologi komunikasi.
EVALUASI ALAT KOMUNIKASI TERBANG (HEADSET) BAGI MAHASISWA SELAMA PELATIHAN TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Komunikasi yang efektif selama pelatihan terbang merupakan faktor penting untuk keselamatan dan keberhasilan instruksi penerbangan. Alat komunikasi terbang, seperti headset, memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran komunikasi antara instruktur, ATC, dan mahasiswa. Dalam konteks pelatihan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, kualitas headset yang digunakan oleh mahasiswa haruslah dalam keadaan baik dan siap untuk di gunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi headset yang digunakan oleh mahasiswa selama pelatihan terbang. Melalui observasi secara langsung dan wawancara, penelitian ini menganalisis berbagai aspek headset, termasuk kualitas suara, dan ketahanan terhadap gangguan eksternal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ada fakor seperti gangguan suara yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi akademi dan pengguna headset dalam upaya meningkatkan kualitas alat komunikasi terbang untuk mendukung pelatihan yang lebih efektif dan aman bagi mahasiswa penerbang sebagai calon pilot di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.

