Browse Items (96 total)
Sort by:
PENGARUH JENIS TANAMAN DAUN PERKOTAAN UNTUK PEREDAMAN SUARA GUNA KENYAMANAN RUANG LINGKUP AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI
Era globalisasi membawa perubahan yang beragam dan sekaligus menimbulkan tantangan yang perlu diantisipasi sejak awal. Peningkatan pemahaman tentang hak asasi manusia, demokrasi, kesetaraan gender, dan lingkungan menjadi ciri khas dari fenomena globalisasi. Peran Hiperkes dan Keselamatan Kerja, baik sebagai bidang keilmuan maupun penerapannya yang bersifat multidisiplin, semakin mendapat perhatian utama, terutama dalam konteks manusia sebagai sumber daya dan lingkungan sekitarnya. Proses di
industri secara nyata memerlukan partisipasi tenaga kerja sebagai unsur utama yang mengelola bahan baku/material, mesin, peralatan, dan proses lainnya di lingkungan kerja
industri secara nyata memerlukan partisipasi tenaga kerja sebagai unsur utama yang mengelola bahan baku/material, mesin, peralatan, dan proses lainnya di lingkungan kerja
EVALUASI KEBUTUHAN KOMPETENSI DAN KETERAMPILAN PEMELIHARAAN PESAWAT SEAPLANE PADA PENDIDIKAN PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kebutuhan kompetensi dan keterampilan dalam pemeliharaan pesawat Seaplane pada program pendidikan penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Pemeliharaan pesawat Seaplane merupakan aspek kritis dalam industri penerbangan yang memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap mahasiswa dan pengajar di program pendidikan penerbang. Responden penelitian terdiri dari mahasiswa yang tengah menempuh program pendidikan penerbang dan pengajar yang terlibat dalam mengajar mata kuliah pemeliharaan pesawat Seaplane. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat beberapa kebutuhan kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa dalam pemeliharaan pesawat Seaplane, antara lain pemahaman mendalam mengenai sistem dan komponen pesawat Seaplane, penanganan masalah yang mungkin muncul dalam operasional pesawat, serta kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Selain itu, beberapa keterampilan khusus seperti kemampuan beradaptasi dengan kondisi kerja yang kompleks dan ketelitian dalam melakukan prosedur pemeliharaan juga dianggap penting.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI VIRTUAL DALAM PELATIHAN “MOUNTAIN FLYING” MENGGUNAKAN FLIGHT SIMULATOR DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman menggunakan simulator terbang di API Banyuwangi, untuk menganalisis kebutuhan skenario mountain flying menggunakan simulator terbang di API Banyuwangi dan untuk
mengevaluasi penggunaan simulator terbang sebagai bahan rekomendasi di API Banyuwangi terkait dengan pelatihan mountain flying menggunakan simulator terbang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa flight simulator dapat menjadi alat bantu siswa penerbang untuk pelatihan terbang mountain flying.
mengevaluasi penggunaan simulator terbang sebagai bahan rekomendasi di API Banyuwangi terkait dengan pelatihan mountain flying menggunakan simulator terbang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa flight simulator dapat menjadi alat bantu siswa penerbang untuk pelatihan terbang mountain flying.
PENGGUNAAN FLIGHT DATA LOGGER UNTUK MENGANALISA DAMPAK MODIFIKASI SEAPLANE PADA KINERJA TAKE OFF CESSNA PK-APH: STUDI KOMPARASI
Pada penelitian ini dilakukan studi komparasi take off performance antara pesawat yang telah dimodifikasi menjadi pesawat seaplane (amfibi) dan pesawat Cessna standar sebelum dimodifikasi, menggunakan metode pengambilan data dari flight data recorder Garmin G1000 yang disebut dengan flight data logger. Dalam hal ini, data yang dipilih adalah berdasarkan pada satu pesawat yang sama, yakni dengan registrasi PK-APH, namun data difilterisasi dengan berbagai kondisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh modifikasi seaplane (amfibi) yang telah dilakukan dari segi fase climbing, perbandingan ground roll, maksimal ground speed serta maksimal airspeed. Analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara pesawat sebelum dan setelah dimodifikasi menjadi pesawat seaplane. Sebelum modifikasi, pesawat mencapai ketinggian 478,4 kaki diatas permukaan laut dalam 60 detik setelah lepas landas, sedangkan setelah modifikasi hanya mencapai 355,7 kaki di atas permukaan laut. Ground speed pada detik ke-20 juga berbeda, dengan pesawat sebelum modifikasi mencapai 60,69 knots dan pesawat seaplane hanya mencapai 48,65 knots. Perbedaan terlihat pada airspeed awal saat take-off, di mana pesawat sebelum modifikasi memiliki angka 71 knots pada detik ke-24, sedangkan pesawat seaplane memiliki angka 66 knots.
ANALISA KEGAGALAN EXHAUST PORT ENGINE LYCOMING IO-360-L2A
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan pada pipa exhaust mesin Lycoming pesawat Cessna 172S PK-APK dengan tujuan mengidentifikasi penyebab utama kegagalan. Metode penelitian meliputi analisis root cause melalui beberapa pendekatan: analisis kegagalan metallurgi, analisis pengoperasian termal, dan pemeriksaan bentuk visual crack. Analisis kegagalan metallurgi akan mengevaluasi struktur mikro dan sifat material pipa exhaust, sedangkan analisis pengoperasian termal akan memeriksa pengaruh suhu operasional terhadap kinerja pipa. Pemeriksaan bentuk visual crack akan mengidentifikasi karakteristik dan pola retakan yang muncul pada pipa exhaust. Dengan pendekatan komprehensif ini, penelitian diharapkan dapat memberikan
pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan
pipa exhaust. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan dasar untuk penerapan
tindakan pencegahan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keandalan sistem mesin
secara keseluruhan dan mengurangi risiko kegagalan di masa mendatang. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan operasional pesawat Cessna 172S PK-APK. Dengan
pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab kegagalan, diharapkan tindakan perbaikan dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan
pipa exhaust. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan dasar untuk penerapan
tindakan pencegahan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keandalan sistem mesin
secara keseluruhan dan mengurangi risiko kegagalan di masa mendatang. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan operasional pesawat Cessna 172S PK-APK. Dengan
pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab kegagalan, diharapkan tindakan perbaikan dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI BLEEDING BRAKE SYSTEM PESAWAT CESSNA
Penelitian ini mengusulkan pengembangan alat bleeding hydraulic brake otomatis yang dirancang khusus untuk pesawat Cessna, mempertimbangkan kondisi lingkungan kerja yang terbatas di dalam pesawat serta standar keamanan dan kinerja yang ketat. Alat yang diusulkan akan memungkinkan proses pendarahan sistem rem hidrolik menjadi lebih efisien dan andal, mengurangi ketergantungan pada intervensi manual yang rentan terhadap kesalahan manusia. Dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional pesawat Cessna, mengurangi waktu yang diperlukan untuk pemeliharaan, dan secara keseluruhan meningkatkan keselamatan penerbangan. Selain itu, alat ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko tumpahan hydraulic fluid dan memperbaiki kinerja sistem rem secara menyeluruh melalui pengecekan cavitasi atau terjadinya bubble yang dapat mengurangi kemampuan pesawat dalam melakukan pengereman yang baik. Hal ini merupakan faktor krusial dalam menjaga operasi pesawat secara optimal. Dengan pendekatan ini, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi dalam industri penerbangan, khususnya dalam bidang pemeliharaan dan keamanan pesawat Cessna.
OPTIMALISASI EMISI KARBON DIOKSIDA PESAWAT UDARA MELALUI GAS BUANG SESUAI PERSYARATAN STANDAR: TINJAUAN PUSTAKA, WAWASAN, DAN PELUANG PENELITIAN
Perubahan iklim global merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Emisi karbon dioksida (CO2) dari sektor penerbangan menjadi kontributor utama terhadap perubahan iklim. Data dari International Air Transport Association (IATA) menunjukkan bahwa sektor penerbangan menyumbang sekitar 2-3% dari total emisi CO2 global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknologi dan strategi yang efektif dalam mengurangi emisi CO2 dari pesawat udara. Studi oleh Jensen et al. (2023) memperkirakan peningkatan signifikan emisi CO2 dari sektor penerbangan tanpa tindakan mitigasi. Penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan
(sustainable aviation fuels) dapat menjadi solusi untuk mengurangi emisi CO2. Optimalisasi desain aerodinamis pesawat juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2. Di Indonesia, menunjukkan bahwa peningkatan GDP per kapita dan konsumsi energi berkontribusi pada peningkatan emisi CO2 dari sektor penerbangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif untuk mengurangi emisi CO2 di sektor
penerbangan Indonesia. Rumusan masalah penelitian ini mencakup kondisi emisi CO2 dari pesawat udara di tingkat global dan nasional, teknologi dan strategi pengurangan emisi, efektivitas bahan bakar penerbangan berkelanjutan, tantangan dan peluang dalam pengurangan
emisi, serta dampak kebijakan dan regulasi terhadap pengurangan emisi CO2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitis dengan pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber. Analisis data melibatkan teknik deskriptif, regresi, korelasi, dan komparatif untuk mengevaluasi teknologi dan strategi pengurangan emisi CO2. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan dasar untuk pengembangan
kebijakan yang lebih efektif dalam mengurangi emisi CO2 dari sektor penerbangan.
(sustainable aviation fuels) dapat menjadi solusi untuk mengurangi emisi CO2. Optimalisasi desain aerodinamis pesawat juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2. Di Indonesia, menunjukkan bahwa peningkatan GDP per kapita dan konsumsi energi berkontribusi pada peningkatan emisi CO2 dari sektor penerbangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif untuk mengurangi emisi CO2 di sektor
penerbangan Indonesia. Rumusan masalah penelitian ini mencakup kondisi emisi CO2 dari pesawat udara di tingkat global dan nasional, teknologi dan strategi pengurangan emisi, efektivitas bahan bakar penerbangan berkelanjutan, tantangan dan peluang dalam pengurangan
emisi, serta dampak kebijakan dan regulasi terhadap pengurangan emisi CO2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitis dengan pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber. Analisis data melibatkan teknik deskriptif, regresi, korelasi, dan komparatif untuk mengevaluasi teknologi dan strategi pengurangan emisi CO2. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan dasar untuk pengembangan
kebijakan yang lebih efektif dalam mengurangi emisi CO2 dari sektor penerbangan.
PERAN SEAPLANE DALAM MENDORONG KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN DI INDONESIA
Penelitian ini membahas peran pesawat amfibi dalam mendorong konsep
pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kepulauan Indonesia yang unik, dengan lebih dari 17.000 pulau, menunjukkan tantangan besar dalam hal transportasi dan aksesibilitas, yang mempengaruhi sektor pariwisata. Pariwisata berkelanjutan, dengan penekanan pada integritas lingkungan, kelayakan ekonomi, dan keadilan sosial, menjadi penting untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya negara serta menjamin kelangsungan industri pariwisata dalam jangka panjang. Pesawat
amfibi muncul sebagai solusi inovatif terhadap permasalahan aksesibilitas ke pulaupulau terpencil di Indonesia. Namun, integrasi pesawat amfibi ke dalam sektor pariwisata Indonesia dan penyelarasannya dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan merupakan permasalahan kompleks. Dampak pesawat amfibi terhadap lingkungan, kelayakan ekonomi, implikasi sosial, dan tantangan operasional serta peraturan terkait penggunaannya perlu dieksplorasi lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner survey dan analisis data sekunder terhadap pemangku. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan operasi pesawat amfibi dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan dan rekomendasi kepada para pembuat kebijakan, operator pariwisata, dan aktivis lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata
Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang potensi manfaat, tantangan, dan dampak pesawat amfibi dalam mendorong praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan dan peluang untuk penelitian di masa depan.
pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kepulauan Indonesia yang unik, dengan lebih dari 17.000 pulau, menunjukkan tantangan besar dalam hal transportasi dan aksesibilitas, yang mempengaruhi sektor pariwisata. Pariwisata berkelanjutan, dengan penekanan pada integritas lingkungan, kelayakan ekonomi, dan keadilan sosial, menjadi penting untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya negara serta menjamin kelangsungan industri pariwisata dalam jangka panjang. Pesawat
amfibi muncul sebagai solusi inovatif terhadap permasalahan aksesibilitas ke pulaupulau terpencil di Indonesia. Namun, integrasi pesawat amfibi ke dalam sektor pariwisata Indonesia dan penyelarasannya dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan merupakan permasalahan kompleks. Dampak pesawat amfibi terhadap lingkungan, kelayakan ekonomi, implikasi sosial, dan tantangan operasional serta peraturan terkait penggunaannya perlu dieksplorasi lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner survey dan analisis data sekunder terhadap pemangku. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan operasi pesawat amfibi dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan dan rekomendasi kepada para pembuat kebijakan, operator pariwisata, dan aktivis lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata
Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang potensi manfaat, tantangan, dan dampak pesawat amfibi dalam mendorong praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan dan peluang untuk penelitian di masa depan.
Analisis Pergeseran Diversity Management: Keberagaman dan Inklusi Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Pasca Perubahan Status Dari Taruna Ke Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi merespons kebijakan pengasuhan yang lebih humanis, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 107 Tahun 2021, serta dampak dari perubahan tersebut apakah berdampak terhadap kualitas lulusan, serta melihat dampak pergeseran diversity management mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Kebijakan ini mengubah status taruna menjadi mahasiswa, dengan tujuan menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan bebas dari praktik-praktik kekerasan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan data utama berupa wawancara mendalam yang melibatkan manajemen kampus, staf pengajar, dan kepengasuhan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo untuk membantu dalam pengorganisasian, pengkodean, dan analisis tematik. hasil penelitian ini nanti akan didapat juga melalui bentuk peningkatan kesadaran mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini pastinya menghadapi tantangan seperti kesulitan apa yang dirasakan mahasiswa dalam beradaptasi dengan perubahan status dan apakah ada dukungan dari pihak sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen keberagaman dan inklusi di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen keberagaman dan inklusi di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PROSES PEMEBELAJARAN TERHADAP NIAT MENJADI TARUNA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahun dan persepsi kemudahan proses pebelajaran terhadap niat menjadi taruna API Banyuwangi. Pengetahuan yang terbentuk dimasyarakat terkait Kampus API Banyuwangi yaitu pengetahuan berikutanya adalah melanjutkan kuliah atau sekolah mahasiswa makan
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.

