Browse Items (96 total)
Sort by:
PENGARUH.PENGALAMAN.ON.THE.JOB.TRAINING DAN MOTIVASI TERHADAP KESIAPAN KERJA TARUNA DIPLOMA TIGA DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
On the Job Training merupakan suatu pembekalan pengetahuan dan
pengalaman kerja melalui motivasi yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan terhadap kesiapan kerja yang matang baik secara pengetahuan, keahlian dan informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana taruna yang terdaftar pada program diploma tiga tahun API Banyuwangi dipersiapkan, khususnya terkait dengan motivasi dan pelatihan kerja. Dengan menyebarkan kuesioner, penelitian menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel sebanyak 26 taruna. Dengan menggunakan software SPSS 29, data yang terkumpul dilakukan
uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi berganda, uji hipotesis, analisis
koefisien determinasi, dan uji asumsi klasik. Studi ini menemukan bahwa dan On the Job Training dipengaruhi oleh motivasi, baik secara terpisah maupun kombinasi, mempunyai pengaruh yang kecil terhadap persiapan memasuki dunia kerja. Selain itu, analisis statistik menunjukkan bahwa nilai f dan nilai t masingmasing kurang dari atau sama dengan nilai f dan nilai t yang penting. Kesiapan kerja dipengaruhi oleh motivasi dan On the Job Training sebesar 8,7%, sedangkan variabel lain di luar model menyumbang 91,3% variasi. Dengan menawarkan kerangka konseptual yang lebih relevan untuk setiap program studi dan menciptakan taktik insentif karyawan yang lebih berhasil, penelitian ini bertujuan untuk mendukung akademisi dalam meningkatkan program pelatihan kerja dan
menghasilkan hasil yang lebih akurat dan dapat digeneralisasikan. Untuk
mendapatkan hasil yang lebih dapat diandalkan, disarankan agar penelitian selanjutnya melibatkan lebih banyak orang dan mengumpulkan ukuran sampel yang lebih besar.
pengalaman kerja melalui motivasi yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan terhadap kesiapan kerja yang matang baik secara pengetahuan, keahlian dan informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana taruna yang terdaftar pada program diploma tiga tahun API Banyuwangi dipersiapkan, khususnya terkait dengan motivasi dan pelatihan kerja. Dengan menyebarkan kuesioner, penelitian menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel sebanyak 26 taruna. Dengan menggunakan software SPSS 29, data yang terkumpul dilakukan
uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi berganda, uji hipotesis, analisis
koefisien determinasi, dan uji asumsi klasik. Studi ini menemukan bahwa dan On the Job Training dipengaruhi oleh motivasi, baik secara terpisah maupun kombinasi, mempunyai pengaruh yang kecil terhadap persiapan memasuki dunia kerja. Selain itu, analisis statistik menunjukkan bahwa nilai f dan nilai t masingmasing kurang dari atau sama dengan nilai f dan nilai t yang penting. Kesiapan kerja dipengaruhi oleh motivasi dan On the Job Training sebesar 8,7%, sedangkan variabel lain di luar model menyumbang 91,3% variasi. Dengan menawarkan kerangka konseptual yang lebih relevan untuk setiap program studi dan menciptakan taktik insentif karyawan yang lebih berhasil, penelitian ini bertujuan untuk mendukung akademisi dalam meningkatkan program pelatihan kerja dan
menghasilkan hasil yang lebih akurat dan dapat digeneralisasikan. Untuk
mendapatkan hasil yang lebih dapat diandalkan, disarankan agar penelitian selanjutnya melibatkan lebih banyak orang dan mengumpulkan ukuran sampel yang lebih besar.
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI BLEEDING BRAKE SYSTEM PESAWAT CESSNA
Penelitian ini mengusulkan pengembangan alat bleeding hydraulic brake otomatis yang dirancang khusus untuk pesawat Cessna, mempertimbangkan kondisi lingkungan kerja yang terbatas di dalam pesawat serta standar keamanan dan kinerja yang ketat. Alat yang diusulkan akan memungkinkan proses pendarahan sistem rem hidrolik menjadi lebih efisien dan andal, mengurangi ketergantungan pada intervensi manual yang rentan terhadap kesalahan manusia. Dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional pesawat Cessna, mengurangi waktu yang diperlukan untuk pemeliharaan, dan secara keseluruhan meningkatkan keselamatan penerbangan. Selain itu, alat ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko tumpahan hydraulic fluid dan memperbaiki kinerja sistem rem secara menyeluruh melalui pengecekan cavitasi atau terjadinya bubble yang dapat mengurangi kemampuan pesawat dalam melakukan pengereman yang baik. Hal ini merupakan faktor krusial dalam menjaga operasi pesawat secara optimal. Dengan pendekatan ini, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi dalam industri penerbangan, khususnya dalam bidang pemeliharaan dan keamanan pesawat Cessna.
ANALISA KEGAGALAN EXHAUST PORT ENGINE LYCOMING IO-360-L2A
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan pada pipa exhaust mesin Lycoming pesawat Cessna 172S PK-APK dengan tujuan mengidentifikasi penyebab utama kegagalan. Metode penelitian meliputi analisis root cause melalui beberapa pendekatan: analisis kegagalan metallurgi, analisis pengoperasian termal, dan pemeriksaan bentuk visual crack. Analisis kegagalan metallurgi akan mengevaluasi struktur mikro dan sifat material pipa exhaust, sedangkan analisis pengoperasian termal akan memeriksa pengaruh suhu operasional terhadap kinerja pipa. Pemeriksaan bentuk visual crack akan mengidentifikasi karakteristik dan pola retakan yang muncul pada pipa exhaust. Dengan pendekatan komprehensif ini, penelitian diharapkan dapat memberikan
pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan
pipa exhaust. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan dasar untuk penerapan
tindakan pencegahan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keandalan sistem mesin
secara keseluruhan dan mengurangi risiko kegagalan di masa mendatang. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan operasional pesawat Cessna 172S PK-APK. Dengan
pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab kegagalan, diharapkan tindakan perbaikan dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan
pipa exhaust. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan dasar untuk penerapan
tindakan pencegahan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keandalan sistem mesin
secara keseluruhan dan mengurangi risiko kegagalan di masa mendatang. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan operasional pesawat Cessna 172S PK-APK. Dengan
pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab kegagalan, diharapkan tindakan perbaikan dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
PENGGUNAAN FLIGHT DATA LOGGER UNTUK MENGANALISA DAMPAK MODIFIKASI SEAPLANE PADA KINERJA TAKE OFF CESSNA PK-APH: STUDI KOMPARASI
Pada penelitian ini dilakukan studi komparasi take off performance antara pesawat yang telah dimodifikasi menjadi pesawat seaplane (amfibi) dan pesawat Cessna standar sebelum dimodifikasi, menggunakan metode pengambilan data dari flight data recorder Garmin G1000 yang disebut dengan flight data logger. Dalam hal ini, data yang dipilih adalah berdasarkan pada satu pesawat yang sama, yakni dengan registrasi PK-APH, namun data difilterisasi dengan berbagai kondisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh modifikasi seaplane (amfibi) yang telah dilakukan dari segi fase climbing, perbandingan ground roll, maksimal ground speed serta maksimal airspeed. Analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara pesawat sebelum dan setelah dimodifikasi menjadi pesawat seaplane. Sebelum modifikasi, pesawat mencapai ketinggian 478,4 kaki diatas permukaan laut dalam 60 detik setelah lepas landas, sedangkan setelah modifikasi hanya mencapai 355,7 kaki di atas permukaan laut. Ground speed pada detik ke-20 juga berbeda, dengan pesawat sebelum modifikasi mencapai 60,69 knots dan pesawat seaplane hanya mencapai 48,65 knots. Perbedaan terlihat pada airspeed awal saat take-off, di mana pesawat sebelum modifikasi memiliki angka 71 knots pada detik ke-24, sedangkan pesawat seaplane memiliki angka 66 knots.
ANALISIS PERBANDINGAN FUEL CONSUMPTION UNTUK
PENGANGKUTAN CARGO ANTARA AIRBUS A320 CEO DAN A320 NEO RUTE CENGKARENG – UJUNG PANDANG MENGGUNAKAN
METODE SEGMENTED DI PT CITILINK INDONESIA
Fuel consumption merupakan salah satu bagian terpenting dalam menentukan keuntungan maskapai terlebih lagi apabila suatu maskapai dapat membuat strategi yang baik dari sisi efisiensi fuel consumption yang akan memberi keuntungan jangka panjang bagi maskapai. Untuk menciptakan efisiensi fuel consumption maka dibutuhkan peran Flight Operation Officer dalam membuat perencanaan penerbangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mencari deviasi fuel consumption antara Airbus A320 CEO dan A320 NEO untuk angkutan cargo
dengan metode perhitungan segmented berdasarkan buku panduan atau Flight Crew Operation Manual (FCOM) A320 milik PT Citilink Indonesia serta memberikan gambaran fuel cost dalam satuan kilogram cargo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan kontirbusi terhadap industri penerbangan.
dengan metode perhitungan segmented berdasarkan buku panduan atau Flight Crew Operation Manual (FCOM) A320 milik PT Citilink Indonesia serta memberikan gambaran fuel cost dalam satuan kilogram cargo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan kontirbusi terhadap industri penerbangan.
OPTIMALISASI PENANGANAN PENYEBAB DELAY TERHADAP ON TIME PERFORMANCE
Penerbangan menggunakan layanan maskapai merupakan pengalaman yang memadukan sisi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi. Tetapi faktanya, maskapai Citilink Indonesia belum bisa memberikan pelayanan yang terbaik, termasuk berangkat dan tiba tepat waktu kepada seluruh penumpang Citilink Indonesia. Menurut Aras (2023), tingkat ketepatan waktu keberangkatan dan ketepatan waktu kedatangan penerbangan Citilink Indonesia pada Quartal 4 tahun 2022 dibawah target OTP yang
sudah ditetapkan yaitu 90%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor penyebab delay, mengetahui penanganan penyebab delay, dan memberikan rekomendasi bagi Citilink Indonesia dalam penanganan penyebab delay terhadap on time performance. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan objek penelitian data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023, dan teknik pengumpulan
data melalui studi pustaka dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknik dan operasional dibandara keberangkatan memberikan delay yang signifikan terhadap data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023.
sudah ditetapkan yaitu 90%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor penyebab delay, mengetahui penanganan penyebab delay, dan memberikan rekomendasi bagi Citilink Indonesia dalam penanganan penyebab delay terhadap on time performance. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan objek penelitian data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023, dan teknik pengumpulan
data melalui studi pustaka dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknik dan operasional dibandara keberangkatan memberikan delay yang signifikan terhadap data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023.
EVALUASI MARKA APRON BRAVO DI BANDAR UDARA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi marka apron Bravo di Bandar Udara Banyuwangi. Evaluasi ini penting untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasi penerbangan di apron tersebut. Observasi langsung di lapangan, dokumentasi pengumpulan data, dan analisis deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan. Menurut hasil penelitian, beberapa marka apron tidak memenuhi standar
yang ditetapkan oleh aturan dan regulasi yang berlaku. Beberapa marka perlu diperbaiki atau pembaharuan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pergerakan pesawat di apron Bravo. Rekomendasi yang diberikan mencakup perbaikan marka, peningkatan pelatihan bagi personel apron movement control, dan peninjauan rutin terhadap kondisi marka. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan standar
keselamatan dan efisiensi di Bandar Udara Banyuwangi, serta menjadi acuan bagi evaluasi marka apron di bandar udara lainnya.
yang ditetapkan oleh aturan dan regulasi yang berlaku. Beberapa marka perlu diperbaiki atau pembaharuan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pergerakan pesawat di apron Bravo. Rekomendasi yang diberikan mencakup perbaikan marka, peningkatan pelatihan bagi personel apron movement control, dan peninjauan rutin terhadap kondisi marka. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan standar
keselamatan dan efisiensi di Bandar Udara Banyuwangi, serta menjadi acuan bagi evaluasi marka apron di bandar udara lainnya.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH REQUEST DAN APPROVAL SLOT TIME PESAWAT LATIH AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI DI BANDAR UDARA BANYUWANGI
Slot Time adalah jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat yang
teralokasi untuk mengatur pergerakan pesawat pada tanggal dan waktu tertentu, yang disesuaikan dengan fasilitas bandara yang ada atau jadwal penerbangan yang telah ada. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi di Bandar Udara Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Personel AirNav Bandar Udara Banyuwangi dan FOO APIB. Sampelnya masing – masing 1 dari populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan konsep pendekatan triangulasi. Dengan melakukan observasi dan wawancara dapat diperoleh data bahwa faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih APIB adalah double request dan Slot Time expired dan terdapat juga kendala dalam proses pengajuan Slot Time pesawat latih APIB di Bandar Udara Banyuwangi yaitu preparation dan komunikasi. penelitian ini dapat
dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pihak - pihak yang terkait dalam pengajuan Slot Time pesawat latih di Bandar Udara Banyuwangi.
teralokasi untuk mengatur pergerakan pesawat pada tanggal dan waktu tertentu, yang disesuaikan dengan fasilitas bandara yang ada atau jadwal penerbangan yang telah ada. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi di Bandar Udara Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Personel AirNav Bandar Udara Banyuwangi dan FOO APIB. Sampelnya masing – masing 1 dari populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan konsep pendekatan triangulasi. Dengan melakukan observasi dan wawancara dapat diperoleh data bahwa faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih APIB adalah double request dan Slot Time expired dan terdapat juga kendala dalam proses pengajuan Slot Time pesawat latih APIB di Bandar Udara Banyuwangi yaitu preparation dan komunikasi. penelitian ini dapat
dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pihak - pihak yang terkait dalam pengajuan Slot Time pesawat latih di Bandar Udara Banyuwangi.
FENOMENA KEPERCAYAAN MITOS “BORN TO FLY” TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA PENERBANG DALAM PELAKSANAAN FASE TERBANG MAHASISWA API BANYUWANGI
Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, Mitos “Born To Fly” semakin naik popularitasnya di kalangan siswa penerbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kepercayaan mitos “Born To Fly” terhadap tingkat kepercayaan diri siswa penerbang dalam pelaksanaan fase terbang mahasiswa API Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data kualitatif deskriptif yang menggunakan wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa gelar “Born To Fly” bisa diraih dengan cara memenuhi tiga aspek pendukung yaitu kognitif, psikomotorik , dan afektif. Terdapat tiga efek yang ditimbulkan dari gelar “Born To Fly”, efek positif, negatif, dan tidak berefek. Berefek positif terhadap Siswa penerbang dengan gelar “Born To Fly” dikarenakan semakin percaya diri dan termotivasi, berefek negatif terhadap rekan dari siswa penerbang yang mempunyai julukan tersebut seperti merasa iri dan menurunnya kepercayaan diri, tidak berefek menurut sudut pandang dari Flight Instructor dikarenakan kesuksesan dalam penerbangan tergantung dari cara siswa penerbang menyikapi suatu permasalahan.
EVALUASI LIGHTING SYSTEM APRON BRAVO, TAXIWAY BRAVO, DAN TAXIWAY FOXTROT TERHADAP PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Untuk kegiatan pelatihan penerbangan, Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) memiliki apron dan taxiway tersendiri. Kondisi lighting system di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot yang dimiliki oleh APIB saat ini belum ideal, yang dapat berdampak negatif terutama pada keselamatan penerbangan dan praktik terbang malam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi lighting system di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot dengan penekanan khusus pada dampak lighting system terhadap operasi terbang malam dan juga keselamatan penerbangan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lighting system yang tidak memadai di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan operasi penerbangan. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas lighting system di wilayah tersebut untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi praktik terbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.

