Browse Items (96 total)

Implementasi Teknologi Pengenalan Wajah Pada Sistem Verifikasi Taruna API Banyuwangi Menggunakan Algoritma Haar Cascade

Implementasi Teknologi Pengenalan Wajah Pada Sistem Verifikasi Taruna API Banyuwangi Menggunakan Algoritma Haar Cascade

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan proses verifikasi identitas taruna di API Banyuwangi melalui implementasi teknologi pengenalan wajah menggunakan algoritma Haar Cascade. Dalam penelitian ini, metode eksperimental dan analisis statistik digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari serangkaian tahapan pengolahan, termasuk konversi RGB to grayscale, resize image, dan cropping. Data diperoleh melalui pengumpulan citra wajah menggunakan webcam dan diolah untuk melatih model serta menguji keberhasilan sistem verifikasi. Analisis statistik menunjukkan bahwa teknik preprocessing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan verifikasi, sementara metode pengenalan wajah juga relevan. Namun, data tidak terdistribusi secara normal, menandakan perlunya pendekatan analisis alternatif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang potensi teknologi pengenalan wajah dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam manajemen identitas di lembaga pendidikan, sementara juga menyoroti kebutuhan akan penelitian lanjutan untuk pengembangan metode dan pemahaman yang lebih mendalam.
IDENTIFIKASI LATIHAN SIMULATOR REDBIRD TD2 PADA KESIAPAN PROCEDURE FASE INSTRUMENT RATING MAHASISWA PENERBANG AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

IDENTIFIKASI LATIHAN SIMULATOR REDBIRD TD2 PADA KESIAPAN PROCEDURE FASE INSTRUMENT RATING MAHASISWA PENERBANG AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas latihan menggunakan simulator Redbird TD2 dalam mempersiapkan fase Instrument Rating mahasiswa penerbang Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Fase Instrument Rating adalah fase penting dalam pelatihan penerbangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melibatkan populasi mahasiswa penerbang yang telah memiliki pengalaman latihan simulator Redbird TD2. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk mengukur simulator Redbird TD2 memiliki peran yang sangat signifikan terhadap fase Instrument Rating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan menggunakan simulator Redbird TD2 secara signifikan meningkatkan pemahaman keterampilan dan kepercayaan diri mahasiswa penerbang dalam menjalani fase Instrument Rating.
IDENTIFIKASI FAKTOR HUMAN ERROR PADA MAHASISWA PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI SAAT MELAKSANAKAN FASE SOLO FLIGHT

IDENTIFIKASI FAKTOR HUMAN ERROR PADA MAHASISWA PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI SAAT MELAKSANAKAN FASE SOLO FLIGHT

Kegiatan terbang merupakan kegiatan yang memerlukan tingkat konsentrasi dan keterampilan yang tinggi. Human Error memegang peranan penting dalam keselamatan ins. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor human error yang mungkin terjadi pada mahasiswa penerbang di Akademi Penerbang Indonesia, khususnya saat mereka menjalani fase solo flight. Fase solo flight merupakan tahap kritis dalam pelatihan terbang di mana mahasiswa penerbang mulai terlibat dalam terbang solo tanpa instruktur. Keberhasilan dalam tahap ini membutuhkan konsentrasi, pengambilan keputusan yang tepat, dan keterampilan teknis yang baik. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif Metode penelitian ini melibatkan analisis trip report terbang solo dan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Data dari kedua sumber ini akan dianalisis secara kualitatif untuk memahami konteks dan faktor-faktor penyebab human error dalam terbang solo. Hasil penelitianini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang peran human factor dalam kesalahan yang terjadi dalam penerbangan serta rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.
FENOMENA KEPERCAYAAN MITOS “BORN TO FLY” TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA PENERBANG DALAM PELAKSANAAN FASE TERBANG MAHASISWA API BANYUWANGI

FENOMENA KEPERCAYAAN MITOS “BORN TO FLY” TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA PENERBANG DALAM PELAKSANAAN FASE TERBANG MAHASISWA API BANYUWANGI

Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, Mitos “Born To Fly” semakin naik popularitasnya di kalangan siswa penerbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kepercayaan mitos “Born To Fly” terhadap tingkat kepercayaan diri siswa penerbang dalam pelaksanaan fase terbang mahasiswa API Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data kualitatif deskriptif yang menggunakan wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa gelar “Born To Fly” bisa diraih dengan cara memenuhi tiga aspek pendukung yaitu kognitif, psikomotorik , dan afektif. Terdapat tiga efek yang ditimbulkan dari gelar “Born To Fly”, efek positif, negatif, dan tidak berefek. Berefek positif terhadap Siswa penerbang dengan gelar “Born To Fly” dikarenakan semakin percaya diri dan termotivasi, berefek negatif terhadap rekan dari siswa penerbang yang mempunyai julukan tersebut seperti merasa iri dan menurunnya kepercayaan diri, tidak berefek menurut sudut pandang dari Flight Instructor dikarenakan kesuksesan dalam penerbangan tergantung dari cara siswa penerbang menyikapi suatu permasalahan.
EVALUASI PENGGUNAAN ALAT BANTU TRACKER PADA THROTTLE CESSNA 172S DENGAN SIMULASI

EVALUASI PENGGUNAAN ALAT BANTU TRACKER PADA THROTTLE CESSNA 172S DENGAN SIMULASI

Throtle merupakan suatu alat pada pesawat latih Cessna bertipe 172s yg
digunakan untuk menambahkan jumlah udara yg digunakan pada saat
pembakaran. Untuk membantu dalam mengatasi throtle sulit di adjust maka
diperlukanya alat bantu kusus berupa treker. Adanya alat bantu yang representatif dan bermanfaat untuk mempermudah dan menghemat biaya sangat dibutuhkan, oleh karena itu penelitian-penelitian untuk menciptakan suatu alat bantu kerja saat ini perlu ditingkatkan. Pengujian alat juga sangat penting dalam mengetahui titik kerja maksimal alat treker yang dapat mengetahui sita-sifat seperti modulus elastisitas geser, kekuatan luluh puntir, dan modulus pecah. Hasil pengujian puntir terdiri dari dua parameter yaitu parameter momen puntir dan parameter tegangan geser. Alat bantu yang sudah diciptakan pada penelitian ini akan menganalisa kekuatan puntir dengan menggunakan simulasi.
EVALUASI MARKA APRON BRAVO DI BANDAR UDARA BANYUWANGI

EVALUASI MARKA APRON BRAVO DI BANDAR UDARA BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi marka apron Bravo di Bandar Udara Banyuwangi. Evaluasi ini penting untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasi penerbangan di apron tersebut. Observasi langsung di lapangan, dokumentasi pengumpulan data, dan analisis deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan. Menurut hasil penelitian, beberapa marka apron tidak memenuhi standar
yang ditetapkan oleh aturan dan regulasi yang berlaku. Beberapa marka perlu diperbaiki atau pembaharuan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pergerakan pesawat di apron Bravo. Rekomendasi yang diberikan mencakup perbaikan marka, peningkatan pelatihan bagi personel apron movement control, dan peninjauan rutin terhadap kondisi marka. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan standar
keselamatan dan efisiensi di Bandar Udara Banyuwangi, serta menjadi acuan bagi evaluasi marka apron di bandar udara lainnya.
EVALUASI LIGHTING SYSTEM APRON BRAVO, TAXIWAY BRAVO, DAN TAXIWAY FOXTROT TERHADAP PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

EVALUASI LIGHTING SYSTEM APRON BRAVO, TAXIWAY BRAVO, DAN TAXIWAY FOXTROT TERHADAP PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Untuk kegiatan pelatihan penerbangan, Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) memiliki apron dan taxiway tersendiri. Kondisi lighting system di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot yang dimiliki oleh APIB saat ini belum ideal, yang dapat berdampak negatif terutama pada keselamatan penerbangan dan praktik terbang malam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi lighting system di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot dengan penekanan khusus pada dampak lighting system terhadap operasi terbang malam dan juga keselamatan penerbangan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lighting system yang tidak memadai di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan operasi penerbangan. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas lighting system di wilayah tersebut untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi praktik terbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
Output Formats:

atom, dcmes-xml, json, omeka-xml, rss2