Browse Items (96 total)
Sort by:
ANALISIS JUMLAH BLOCK FUEL PESAWAT AIRBUS A-320 PADA RUTE PENERBANGAN CENGKARENG- MAKASSAR PT. CITILINK INDONESIA BERDASARKAN VARIASI FLIGHT LEVELDENGAN PENDEKATAN METODE QUICK DETERMINATION PERIODE OKTOBER- NOVEMBER 2023
Penelitian ini menganalisis jumlah block fuel pesawat Airbus A-320 pada rute penerbangan Cengkareng-Makassar berdasarkan variasi flight leveldengan pendekatan metode Quick Determination (QDT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah block fuel bervariasi pada berbagai flight level. Pada FL 310, block fuel yang paling efisien adalah 10.962 kg, FL 330 adalah 10.790 kg, FL 350 adalah 10.670 kg, dan FL 370 adalah 10.753 kg. Berdasarkan perhitungan metode QDT, FL paling efisien untuk penerbangan CGK-UPG adalah FL 350 dengan rata-rata
block fuel 10.785 kg, sedangkan untuk penerbangan Cengkareng-Makassar dengan alternate Bali adalah FL 280. Pesawat yang menggunakan winglet terbukti lebih efisien dalam jumlah bahan bakar dibandingkan dengan pesawat yang menggunakan sharklet. Faktor-faktor yang mempengaruhi seorang Flight Operations Officer (FOO) dalam menentukan flight leveluntuk rute CGK-UPG meliputi berat dan kemampuan mesin pesawat, kondisi cuaca, analisis turbulensi, serta jarak penerbangan. Selain itu, konfigurasi pesawat yang menggunakan winglet ataupun sharklet dan pemilihan alternate juga mempengaruhi jumlah block fuel yang dibutuhkan.
block fuel 10.785 kg, sedangkan untuk penerbangan Cengkareng-Makassar dengan alternate Bali adalah FL 280. Pesawat yang menggunakan winglet terbukti lebih efisien dalam jumlah bahan bakar dibandingkan dengan pesawat yang menggunakan sharklet. Faktor-faktor yang mempengaruhi seorang Flight Operations Officer (FOO) dalam menentukan flight leveluntuk rute CGK-UPG meliputi berat dan kemampuan mesin pesawat, kondisi cuaca, analisis turbulensi, serta jarak penerbangan. Selain itu, konfigurasi pesawat yang menggunakan winglet ataupun sharklet dan pemilihan alternate juga mempengaruhi jumlah block fuel yang dibutuhkan.
PENGARUH GENDER DAN PRESTASI TARUNA OPERASI
PESAWAT UDARA AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI TERHADAP ETIKA PROFESI FLIGHT OPERATION OFFICER
Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh gender dan prestasi atas etika profesi Flight Operation Officer (FOO) di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya etika profesi dalam membentuk perilaku profesional yang mendukung keselamatan dan reputasi industri penerbangan. Masalah utama yang dikaji adalah apakah perbedaan gender dan prestasi mempengaruhi persepsi etika profesi FOO. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data melalui penggunaan
survei dan metode analisis data melalui penggunaan regresi linier berganda dan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil dari hal yang diteliti ini menyatakan bahwa gender dan prestasi memberikan pengaruh signifikan terhadap etika profesi FOO. Gender memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan prestasi terhadap etika profesi. Kesimpulan dari penelitian menyatakan kedua variabel tersebut memiliki kontribusi positif dan signifikan atas etika profesi FOO. Penelitian ini memberikan saran kepada lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memperhatikan aspek gender
dan prestasi dalam pengembangan kurikulum etika profesi. Akhir kata, penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan untuk para peneliti lainnya yang akan datang dan memberikan masukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan etika profesi di bidang penerbangan.
survei dan metode analisis data melalui penggunaan regresi linier berganda dan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil dari hal yang diteliti ini menyatakan bahwa gender dan prestasi memberikan pengaruh signifikan terhadap etika profesi FOO. Gender memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan prestasi terhadap etika profesi. Kesimpulan dari penelitian menyatakan kedua variabel tersebut memiliki kontribusi positif dan signifikan atas etika profesi FOO. Penelitian ini memberikan saran kepada lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memperhatikan aspek gender
dan prestasi dalam pengembangan kurikulum etika profesi. Akhir kata, penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan untuk para peneliti lainnya yang akan datang dan memberikan masukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan etika profesi di bidang penerbangan.
ANALISIS DAMPAK KETEPATAN WAKTU BERDASARKAN APLIKASI CHRONOS TERHADAP PRODUKTIVITAS ON TIME PERFORMANCE PENERBANGAN DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Waktu menjadi hal yang sangat sensitif, terutama di dalam dunia penerbangan. Suatu penerbangan tidak dapat diberangkatkan apabila tidak ada perizinan slot flight time yang diajukan kepada pihak Airnav. Oleh karena itu, pihak yang bertanggung jawab mengambil langkah untuk memudahkan dan melancarkan operasional dalam penerbangan dengan membuat aplikasi berbasis web yang bernama “Chronos”. Pada penelitian ini akan mengkaji tentang dampak aplikasi ini terhadap produktivitas On Time Performance terhadap penerbangan di flying school ini. Metode Penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara obervasi lapangan, wawancara sample yang tertuju, serta mendokumentasi kegiatan sembari berlangsung. Data yang sudah terkumpul akan dikaji kemudian dirangkum menjadi bagian yang penting. Penelitian dilakukan dengan cermat agar mendapatkan data dan referensi yang cukup untuk membahasan rumusan permasalahan yang dicari. Intisari kesimpulan daripada penelitian ini yaitu bahwa aplikasi web Chronos merupakan aplikasi yang harus dikelola dengan baik dalam meningkatkan performa on time pada penerbangan dan beberapa langkah mitigasi harus diterapkan untuk meningkatkan kestabilan On Time Performance penerbangan di Akademi Penerbangan ini.
PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP INFORMASI METAR DAN TAFOR DALAM MENUNJANG KESELAMATAN PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, keterbatasan pemahaman
dan keterampilan dalam memahami dan menggunakan informasi cuaca dapat membahayakan keselamatan operasi penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap informasi METAR dan TAFOR serta dampaknya dalam mendukung praktik terbang yang aman di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif dimana wawancara dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa mahasiswa dengan stage CPL dan IR
menunjukkan pemahaman yang baik termasuk cara membaca, mengartikan dan menyimpulkan kondisi cuaca yang ada di METAR dan TAFOR. Sementara itu, mahasiswa dengan stage PPL cukup baik dalam membaca dan mengartikan abbreviation yang muncul dan masih ada yang belum paham mengenai abbreviation yang jarang muncul seperti TEMPO TL0330. Mahasiswa dengan jam terbang 0-60 jam masih merasa ragu dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya, mahasiswa dengan jam terbang lebih banyak, antara 60-200 jam, menunjukkan pemahaman yang lebih baik dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan
penerbangan yang tepat. Dampak yang kurang optimal berdampak negatif pada keselamatan penerbangan, penundaan atau pembatalan penerbangan dan dapat meningkatkan stres, menurunkan kepercayaan diri serta risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan penerbangan.
dan keterampilan dalam memahami dan menggunakan informasi cuaca dapat membahayakan keselamatan operasi penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap informasi METAR dan TAFOR serta dampaknya dalam mendukung praktik terbang yang aman di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif dimana wawancara dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa mahasiswa dengan stage CPL dan IR
menunjukkan pemahaman yang baik termasuk cara membaca, mengartikan dan menyimpulkan kondisi cuaca yang ada di METAR dan TAFOR. Sementara itu, mahasiswa dengan stage PPL cukup baik dalam membaca dan mengartikan abbreviation yang muncul dan masih ada yang belum paham mengenai abbreviation yang jarang muncul seperti TEMPO TL0330. Mahasiswa dengan jam terbang 0-60 jam masih merasa ragu dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya, mahasiswa dengan jam terbang lebih banyak, antara 60-200 jam, menunjukkan pemahaman yang lebih baik dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan
penerbangan yang tepat. Dampak yang kurang optimal berdampak negatif pada keselamatan penerbangan, penundaan atau pembatalan penerbangan dan dapat meningkatkan stres, menurunkan kepercayaan diri serta risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan penerbangan.

