Browse Items (96 total)

PENGARUH EMOTIONAL INTELLIGENCE INSTRUKTUR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA DI API BANYUWANGI

PENGARUH EMOTIONAL INTELLIGENCE INSTRUKTUR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA DI API BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional (emotional intelligence) instruktur dan prestasi akademik siswa di Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi. Emotional intelligence mencakup kemampuan instruktur untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka sendiri serta emosi orang lain, yang berpotensi mempengaruhi kinerja dan motivasi siswa
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada instruktur dan siswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari dua bagian utama yaitu Skala kecerdasan emosional untuk instruktur dan data prestasi akademik siswa, termasuk nilai ujian dan GPA. Populasi penelitian ini adalah seluruh instruktur dan siswa di API Banyuwangi.
Sampel dipilih secara acak untuk memastikan representativitas data. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan antara kecerdasan emosional instruktur dan prestasi akademik siswa. Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan tidak hanya di API Banyuwangi tetapi juga kepada seluruh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan.
EVALUASI ALAT KOMUNIKASI TERBANG (HEADSET) BAGI MAHASISWA SELAMA PELATIHAN TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

EVALUASI ALAT KOMUNIKASI TERBANG (HEADSET) BAGI MAHASISWA SELAMA PELATIHAN TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Komunikasi yang efektif selama pelatihan terbang merupakan faktor penting untuk keselamatan dan keberhasilan instruksi penerbangan. Alat komunikasi terbang, seperti headset, memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran komunikasi antara instruktur, ATC, dan mahasiswa. Dalam konteks pelatihan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, kualitas headset yang digunakan oleh mahasiswa haruslah dalam keadaan baik dan siap untuk di gunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi headset yang digunakan oleh mahasiswa selama pelatihan terbang. Melalui observasi secara langsung dan wawancara, penelitian ini menganalisis berbagai aspek headset, termasuk kualitas suara, dan ketahanan terhadap gangguan eksternal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ada fakor seperti gangguan suara yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi akademi dan pengguna headset dalam upaya meningkatkan kualitas alat komunikasi terbang untuk mendukung pelatihan yang lebih efektif dan aman bagi mahasiswa penerbang sebagai calon pilot di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN INSTRUKTUR TERHADAP MOTIVASI<br /><br />
BELAJAR SISWA DI API BANYUWANGI

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN INSTRUKTUR TERHADAP MOTIVASI
BELAJAR SISWA DI API BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan
instruktur terhadap motivasi belajar siswa di Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi. Gaya kepemimpinan instruktur memainkan peran penting dalam proses pembelajaran, namun pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa belum banyak diteliti di institusi pendidikan Penerbang. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan sampel siswa API Banyuwangi yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi siswa terhadap gaya kepemimpinan instruktur dan tingkat motivasi belajar mereka. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik untuk menguji hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dan motivasi belajar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang gaya
kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di API Banyuwangi. Temuan ini dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pengajaran dan pelatihan instruktur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sektor Penerbang Indonesia.
Analisis Pergeseran Diversity Management: Keberagaman dan Inklusi Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Pasca Perubahan Status Dari Taruna Ke Mahasiswa

Analisis Pergeseran Diversity Management: Keberagaman dan Inklusi Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Pasca Perubahan Status Dari Taruna Ke Mahasiswa

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi merespons kebijakan pengasuhan yang lebih humanis, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 107 Tahun 2021, serta dampak dari perubahan tersebut apakah berdampak terhadap kualitas lulusan, serta melihat dampak pergeseran diversity management mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Kebijakan ini mengubah status taruna menjadi mahasiswa, dengan tujuan menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan bebas dari praktik-praktik kekerasan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan data utama berupa wawancara mendalam yang melibatkan manajemen kampus, staf pengajar, dan kepengasuhan. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo untuk membantu dalam pengorganisasian, pengkodean, dan analisis tematik. hasil penelitian ini nanti akan didapat juga melalui bentuk peningkatan kesadaran mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini pastinya menghadapi tantangan seperti kesulitan apa yang dirasakan mahasiswa dalam beradaptasi dengan perubahan status dan apakah ada dukungan dari pihak sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen keberagaman dan inklusi di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
ANALISA RISIKO AKTIVITAS MARSHALLING DI APRON AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

ANALISA RISIKO AKTIVITAS MARSHALLING DI APRON AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Salah satu kegiatan penerbangan yang krusial dilakukan oleh taruna
Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi adalah aktivitas marshalling. Aktivitas ini memiliki risiko kecelakaan jika tidak dilakukan dengan benar dan tidak sesuai dengan prosedurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas marshalling di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, studi pustaka, dan wawancara untuk memperoleh pemahaman mendalam terkait dengan risiko-risiko yang muncul dari aktivitas marshalling yang dilakukan oleh taruna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bahaya dalam aktivitas marshalling terutama kurangnya kesadaran terhadap penggunaan alat pelindung diri. Analisis risiko menunjukkan perbedaan penilaian risiko antara hasil dari dokumen KP-API. BWI tahun 2023 dengan ICAO Doc. 9859 tentang Safety Management Manual. Hasil wawancara juga mengungkapkan bahwa responden menyadari bahaya dari risiko terkait marshalling, tetapi penggunaan peralatan yang tidak selalu konsisten karena keterbatasan peralatan. Sementara itu terdapat fakta bahwa tidak ada HIRA terkait marshalling di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi dan taruna juga tidak mendapatkan pelatihan khusus serta tidak memiliki kompetensi. Penelitian ini berkontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan keselamatan terkait aktivitas marshalling di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
EVALUASI KOMUNIKASI ANTAR INSTRUKTUR DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI API BANYUWANGI

EVALUASI KOMUNIKASI ANTAR INSTRUKTUR DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI API BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komunikasi antara instruktur dan siswa dalam proses belajar mengajar di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Komunikasi yang efektif sangat penting dalam pendidikan penerbangan untuk memastikan transfer pengetahuan yang optimal dan pengembangan keterampilan penerbangan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari instruktur dan siswa di API Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi antara instruktur dan siswa sebagian besar sudah efektif, namun masih terdapat beberapa kendala yang menghambat komunikasi. Faktorfaktor seperti kejelasan instruksi, kepercayaan antara instruktur dan siswa, serta penggunaan teknologi komunikasi yang tepat sangat mempengaruhi efektivitas komunikasi. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, seperti pelatihan komunikasi untuk instruktur dan peningkatan fasilitas teknologi komunikasi.
OPTIMALISASI PENGAWASAN PENGGUNAAN SAFETY EQUIPMENT PERSONEL PENERBANGAN DI APRON AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

OPTIMALISASI PENGAWASAN PENGGUNAAN SAFETY EQUIPMENT PERSONEL PENERBANGAN DI APRON AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Tugas akhir ini bertujuan untuk memberikan evaluasi dan mengoptimalisasi pengawasan penggunaan safety equipment personel
penerbangan di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang melibatkan observasi langsung, wawancara serius dengan pihak terkait dengan operasional penerbangan dan analisis dokumen terkait kebijakan pengawasan penggunaan safety equipment di area apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada SOP atau aturan yang mengatur
pengawasan penggunaan safety equipment di area tersebut, sehingga tidak ada pedoman untuk mengoptimalkan pengawasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi pengawasan meliputi kesadaran individu dan komitmen terhadap keselamatan. Strategi yang diusulkan mencakup pembuatan SOP atau aturan terkait, penunjukan unit yang bertanggung jawab, serta pelaksanaan sosialisasi dan refreshment mengenai pentingnya penggunaan safety equipment serta pengawasan yang seharusnya dilakukan oleh pihak berwenang. Saran yang diberikan adalah pembuatan SOP atau aturan mengenai pengawasan penggunaan safety equipment dan penunjukan personel atau unit yang bertanggung jawab di apron. Setelah SOP diberlakukan, perlu dilakukan sosialisasi kepada semua personel atau pengguna apron, serta pengecekan rutin
di area apron. Selain itu, kerjasama dengan Angkasa Pura 2 diusulkan untuk mendelegasikan pengawasan apron di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
Output Formats:

atom, dcmes-xml, json, omeka-xml, rss2