Browse Items (96 total)
Sort by:
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI SIMBRIEF TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH FLIGHT PLANNING PADA DIPLOMA 3 OPERASI PESAWAT UDARA DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis aplikasi simbrief terhadap hasil belajar mata kuliah flight planning pada diploma 3 operasi pesawat udara di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Untuk instrumen penelitian, peneliti menggunakan kuesioner. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 60 orang. Terdiri dari Taruna diploma 3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 2 dan 3. Peneliti menggunakan aplikasi SmartPLS untuk mengolah jawaban dari responden. Teknik analisis data dalam
penelitian kuantitatif ini adalah analisis statistik deskriptif. Teknik ini digunakan untuk mengetahui korelasi antara media pembelajaran berbasis aplikasi simbrief dan hasil belajar mata kuliah flight planning pada diploma 3 operasi pesawat udara. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi Simbrief berpengaruh terhadap hasil belajar mata kuliah flight planning.
penelitian kuantitatif ini adalah analisis statistik deskriptif. Teknik ini digunakan untuk mengetahui korelasi antara media pembelajaran berbasis aplikasi simbrief dan hasil belajar mata kuliah flight planning pada diploma 3 operasi pesawat udara. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi Simbrief berpengaruh terhadap hasil belajar mata kuliah flight planning.
ANALISIS PENGARUH HUBUNGAN ANTARA BEBAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PENERBANG SAYAP TETAP DENGAN TINGKAT STRESS MAHASISWA/I (Studi Pada Akademi Penerbang Indonesia API Banyuwangi)
Pendidikan memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan
pengembangan keterampilan individu, termasuk dalam dunia pendidikan
penerbangan. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) sebagai
lembaga pendidikan tinggi khusus penerbangan, menghadapi tantangan
dalam menyeimbangkan beban akademik yang tinggi dengan kesejahteraan taruna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara beban akademik dan tingkat stres mahasiswa/i di APIB.
Beban akademik yang mencakup tuntutan fisik dan ilmu kemiliteran,
berpotensi memicu stres pada taruna akibat tekanan dari aktivitas padat
dan aturan asrama. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hubungan positif
yang kuat antara beban akademik dan tingkat stres dengan koefisien
korelasi sebesar 0.795 dan koefisien determinasi 63.2%. Hasil uji
signifikansi dengan P-value 0.000 dan T-statistics 18.508 menunjukkan
bahwa pengaruh beban akademik terhadap tingkat stres adalah signifikan
dan konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa beban akademik
merupakan faktor utama yang mempengaruhi tingkat stres mahasiswa/i di
APIB. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan beban akademik guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan taruna di APIB.
pengembangan keterampilan individu, termasuk dalam dunia pendidikan
penerbangan. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) sebagai
lembaga pendidikan tinggi khusus penerbangan, menghadapi tantangan
dalam menyeimbangkan beban akademik yang tinggi dengan kesejahteraan taruna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara beban akademik dan tingkat stres mahasiswa/i di APIB.
Beban akademik yang mencakup tuntutan fisik dan ilmu kemiliteran,
berpotensi memicu stres pada taruna akibat tekanan dari aktivitas padat
dan aturan asrama. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hubungan positif
yang kuat antara beban akademik dan tingkat stres dengan koefisien
korelasi sebesar 0.795 dan koefisien determinasi 63.2%. Hasil uji
signifikansi dengan P-value 0.000 dan T-statistics 18.508 menunjukkan
bahwa pengaruh beban akademik terhadap tingkat stres adalah signifikan
dan konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa beban akademik
merupakan faktor utama yang mempengaruhi tingkat stres mahasiswa/i di
APIB. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan beban akademik guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan taruna di APIB.
Akademi Penerbang Indonesia BanyuwangiEvaluasiFire extinguisherkeselamatan penerbanganstarting pesawat
EVALUASI FIRE EXTINGUISHER TERHADAP STARTING PESAWAT DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fire extinguisher terhadap starting pesawat, Evaluasi ini penting untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasi penerbangan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi tersebut. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung di lapangan, pengumpulan data melalui dokumentasi, dan analisis data menggunakan literasi. Alat pemadam kebakaran (fire extinguisher) merupakan perangkat penting dalam memastikan keselamatan selama proses starting pesawat, yang memiliki potensi risiko kebakaran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi dan efektivitas fire extinguisher yang digunakan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Cara mengatasi masalah fire extinguisher yang tidak layak dipakai dengan cara dilakukan meliputi inspeksi rutin, analisis kelayakan alat, serta pelatihan dan sosialisasi mengenai penggunaan fire extinguisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fire extinguisher di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi telah melewati masa kadaluarsa, sehingga perlu segera diganti atau diisi ulang. Selain itu, ditemukan bahwa penempatan dan pemeliharaan alat pemadam kebakaran perlu ditingkatkan untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
EVALUASI LIGHTING SYSTEM APRON BRAVO, TAXIWAY BRAVO, DAN TAXIWAY FOXTROT TERHADAP PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Untuk kegiatan pelatihan penerbangan, Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) memiliki apron dan taxiway tersendiri. Kondisi lighting system di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot yang dimiliki oleh APIB saat ini belum ideal, yang dapat berdampak negatif terutama pada keselamatan penerbangan dan praktik terbang malam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi lighting system di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot dengan penekanan khusus pada dampak lighting system terhadap operasi terbang malam dan juga keselamatan penerbangan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lighting system yang tidak memadai di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan operasi penerbangan. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas lighting system di wilayah tersebut untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi praktik terbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
FENOMENA KEPERCAYAAN MITOS “BORN TO FLY” TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA PENERBANG DALAM PELAKSANAAN FASE TERBANG MAHASISWA API BANYUWANGI
Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, Mitos “Born To Fly” semakin naik popularitasnya di kalangan siswa penerbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kepercayaan mitos “Born To Fly” terhadap tingkat kepercayaan diri siswa penerbang dalam pelaksanaan fase terbang mahasiswa API Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data kualitatif deskriptif yang menggunakan wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa gelar “Born To Fly” bisa diraih dengan cara memenuhi tiga aspek pendukung yaitu kognitif, psikomotorik , dan afektif. Terdapat tiga efek yang ditimbulkan dari gelar “Born To Fly”, efek positif, negatif, dan tidak berefek. Berefek positif terhadap Siswa penerbang dengan gelar “Born To Fly” dikarenakan semakin percaya diri dan termotivasi, berefek negatif terhadap rekan dari siswa penerbang yang mempunyai julukan tersebut seperti merasa iri dan menurunnya kepercayaan diri, tidak berefek menurut sudut pandang dari Flight Instructor dikarenakan kesuksesan dalam penerbangan tergantung dari cara siswa penerbang menyikapi suatu permasalahan.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH REQUEST DAN APPROVAL SLOT TIME PESAWAT LATIH AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI DI BANDAR UDARA BANYUWANGI
Slot Time adalah jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat yang
teralokasi untuk mengatur pergerakan pesawat pada tanggal dan waktu tertentu, yang disesuaikan dengan fasilitas bandara yang ada atau jadwal penerbangan yang telah ada. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi di Bandar Udara Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Personel AirNav Bandar Udara Banyuwangi dan FOO APIB. Sampelnya masing – masing 1 dari populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan konsep pendekatan triangulasi. Dengan melakukan observasi dan wawancara dapat diperoleh data bahwa faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih APIB adalah double request dan Slot Time expired dan terdapat juga kendala dalam proses pengajuan Slot Time pesawat latih APIB di Bandar Udara Banyuwangi yaitu preparation dan komunikasi. penelitian ini dapat
dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pihak - pihak yang terkait dalam pengajuan Slot Time pesawat latih di Bandar Udara Banyuwangi.
teralokasi untuk mengatur pergerakan pesawat pada tanggal dan waktu tertentu, yang disesuaikan dengan fasilitas bandara yang ada atau jadwal penerbangan yang telah ada. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi di Bandar Udara Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Personel AirNav Bandar Udara Banyuwangi dan FOO APIB. Sampelnya masing – masing 1 dari populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan konsep pendekatan triangulasi. Dengan melakukan observasi dan wawancara dapat diperoleh data bahwa faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih APIB adalah double request dan Slot Time expired dan terdapat juga kendala dalam proses pengajuan Slot Time pesawat latih APIB di Bandar Udara Banyuwangi yaitu preparation dan komunikasi. penelitian ini dapat
dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pihak - pihak yang terkait dalam pengajuan Slot Time pesawat latih di Bandar Udara Banyuwangi.
EVALUASI MARKA APRON BRAVO DI BANDAR UDARA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi marka apron Bravo di Bandar Udara Banyuwangi. Evaluasi ini penting untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasi penerbangan di apron tersebut. Observasi langsung di lapangan, dokumentasi pengumpulan data, dan analisis deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan. Menurut hasil penelitian, beberapa marka apron tidak memenuhi standar
yang ditetapkan oleh aturan dan regulasi yang berlaku. Beberapa marka perlu diperbaiki atau pembaharuan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pergerakan pesawat di apron Bravo. Rekomendasi yang diberikan mencakup perbaikan marka, peningkatan pelatihan bagi personel apron movement control, dan peninjauan rutin terhadap kondisi marka. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan standar
keselamatan dan efisiensi di Bandar Udara Banyuwangi, serta menjadi acuan bagi evaluasi marka apron di bandar udara lainnya.
yang ditetapkan oleh aturan dan regulasi yang berlaku. Beberapa marka perlu diperbaiki atau pembaharuan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pergerakan pesawat di apron Bravo. Rekomendasi yang diberikan mencakup perbaikan marka, peningkatan pelatihan bagi personel apron movement control, dan peninjauan rutin terhadap kondisi marka. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan standar
keselamatan dan efisiensi di Bandar Udara Banyuwangi, serta menjadi acuan bagi evaluasi marka apron di bandar udara lainnya.

