Penelitian ini mengusulkan pengembangan alat bleeding hydraulic brake otomatis yang dirancang khusus untuk pesawat Cessna, mempertimbangkan kondisi lingkungan kerja yang terbatas di dalam pesawat serta standar keamanan dan kinerja yang ketat. Alat yang diusulkan akan memungkinkan proses pendarahan sistem rem hidrolik menjadi lebih efisien dan andal, mengurangi ketergantungan pada intervensi manual yang rentan terhadap kesalahan manusia. Dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional pesawat Cessna, mengurangi waktu yang diperlukan untuk pemeliharaan, dan secara keseluruhan meningkatkan keselamatan penerbangan. Selain itu, alat ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko tumpahan hydraulic fluid dan memperbaiki kinerja sistem rem secara menyeluruh melalui pengecekan cavitasi atau terjadinya bubble yang dapat mengurangi kemampuan pesawat dalam melakukan pengereman yang baik. Hal ini merupakan faktor krusial dalam menjaga operasi pesawat secara optimal. Dengan pendekatan ini, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi dalam industri penerbangan, khususnya dalam bidang pemeliharaan dan keamanan pesawat Cessna.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Bandar Udara Blimbing Banyuwangi dan memprediksi ISPU menggunakan algoritma
Random Forest. Data polusi udara yang terdiri dari konsentrasi O3, CO, NO2, SO2, PM2.5, dan PM10 dikumpulkan dari stasiun pemantauan udara di bandara selama periode 15-30 April 2024. Pengukuran ISPU dilakukan berdasarkan rumus yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik dan algoritma komputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di bandara cenderung berada dalam kategori "Sedang", dengan beberapa hari masuk dalam kategori "Baik". Algoritma Random Forest efektif dalam memprediksi ISPU berdasarkan data polusi udara yang ada. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang polusi udara di Bandar Udara Blimbing Banyuwangi dan dapat digunakan untuk meningkatkan pengelolaan polusi udara di bandara dan daerah sekitarnya.
Investigating the connection between work motivation and the availability of training aircraft presents an unprecedented chance to study the way psychological and physical factors interact to determine how many hours of flight a person can produce. This research aims to comprehensively explore the connection between work motivation and the availability of training aircraft on the volume of flying hours. A qualitative method that employs a case study approach with a purposive sampling strategy will be employed to select 32 participants who are directly involved in the training of pilots and have a connection to the utilization of aircraft for this purpose. The results of this study indicate that work motivation and the availability of training aircraft have a significant impact on the total amount of flying time. The motivation of work and the availability of flight training both have an effect on the number of hours of flying, the availability of flight training is the most significant component of this increase.
Keywords: Work Motivation, Availability, Training Aircraft, Flying Hour Production.