Browse Items (96 total)

EFEK WING PLANFORM AIRFOIL NASA SC(2)-0612 TERHADAP PERFORMA AERODINAMIKA PADA LOW REYNOLDS NUMBER

EFEK WING PLANFORM AIRFOIL NASA SC(2)-0612 TERHADAP PERFORMA AERODINAMIKA PADA LOW REYNOLDS NUMBER

Masing-masing konfigurasi sayap pesawat memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda. Karakteristik dari konfigurasi yang berbeda-beda dapat dipergunakan desainer pesawat terbang secara optimum pada
tahapan penerbangan misalnya takeoff, climb, cruise, dan landing. Penelitian ini membandingkan karakteristik dari rectangular wing NASA SC(2)-0612 yang dipakai pada pesawat Embraer 145 dengan beberapa planform wing yang lain. Selain menampilkan pengaruh terhadap perfoma
aerodinamika, penelitian ini juga membandingkan pengaruh karakteristik aliran di sekitar sayap tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen dan simulasi numerik pada wing airfoil NASA 20612. Kondisi yang diamati adalah plain wing yang dibandingkan dengan swept back wing dan delta wing. Sudut serang yang dipergunakan adalah (α)= 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o,12o,15o, 16o,17o,19o, dan 20o. Simulasi numerik menggunakan aplikasi Ansys 19.1 dengan turbulent model k-ε Realizable pada velocity freestream 230 m/s. Pada hasil penelitian ditunjukkan bahwa perubahan penggunaan planform wing yang berbeda menimbulkan perubahan performa aerodinamika yang sangat signifikan. Secara teoritis dengan bentuk swept back dan delta wing akan mengurangi pressure drag yang ada dan meningkatkan bidang angkat. Induced drag memiliki pengaruh yang besar pada pembentukan total drag semua konfigurasi dibandingkan jenis drag yang lain.
EFEKTIVITAS HARGA BARANG DI DAERAH 3T INDONESIA MELALUI KEBIJAKAN TRANSPORTASI MULTIMODA: TINJAUAN PUSTAKA, WAWASAN, DAN PELUANG PENELITIAN

EFEKTIVITAS HARGA BARANG DI DAERAH 3T INDONESIA MELALUI KEBIJAKAN TRANSPORTASI MULTIMODA: TINJAUAN PUSTAKA, WAWASAN, DAN PELUANG PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dan mengevaluasi kebijakan transportasi multimoda di daerah 3T Indonesia. Dengan analisis yang mendalam dan rekomendasi yang praktis, jurnal ini dapat menjadi referensi penting bagi pembuat kebijakan dan peneliti di bidang transportasi dan logistik. Penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas dapat memberikan gambaran yang lebih representatif. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mendorong kebijakan yang lebih efektif dan efisien, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah 3T.
EVALUASI ALAT KOMUNIKASI TERBANG (HEADSET) BAGI MAHASISWA SELAMA PELATIHAN TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

EVALUASI ALAT KOMUNIKASI TERBANG (HEADSET) BAGI MAHASISWA SELAMA PELATIHAN TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Komunikasi yang efektif selama pelatihan terbang merupakan faktor penting untuk keselamatan dan keberhasilan instruksi penerbangan. Alat komunikasi terbang, seperti headset, memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran komunikasi antara instruktur, ATC, dan mahasiswa. Dalam konteks pelatihan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, kualitas headset yang digunakan oleh mahasiswa haruslah dalam keadaan baik dan siap untuk di gunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi headset yang digunakan oleh mahasiswa selama pelatihan terbang. Melalui observasi secara langsung dan wawancara, penelitian ini menganalisis berbagai aspek headset, termasuk kualitas suara, dan ketahanan terhadap gangguan eksternal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ada fakor seperti gangguan suara yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi akademi dan pengguna headset dalam upaya meningkatkan kualitas alat komunikasi terbang untuk mendukung pelatihan yang lebih efektif dan aman bagi mahasiswa penerbang sebagai calon pilot di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
EVALUASI FIRE EXTINGUISHER TERHADAP STARTING PESAWAT DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

EVALUASI FIRE EXTINGUISHER TERHADAP STARTING PESAWAT DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fire extinguisher terhadap starting pesawat, Evaluasi ini penting untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasi penerbangan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi tersebut. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung di lapangan, pengumpulan data melalui dokumentasi, dan analisis data menggunakan literasi. Alat pemadam kebakaran (fire extinguisher) merupakan perangkat penting dalam memastikan keselamatan selama proses starting pesawat, yang memiliki potensi risiko kebakaran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi dan efektivitas fire extinguisher yang digunakan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Cara mengatasi masalah fire extinguisher yang tidak layak dipakai dengan cara dilakukan meliputi inspeksi rutin, analisis kelayakan alat, serta pelatihan dan sosialisasi mengenai penggunaan fire extinguisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fire extinguisher di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi telah melewati masa kadaluarsa, sehingga perlu segera diganti atau diisi ulang. Selain itu, ditemukan bahwa penempatan dan pemeliharaan alat pemadam kebakaran perlu ditingkatkan untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
EVALUASI KEBUTUHAN KOMPETENSI DAN KETERAMPILAN PEMELIHARAAN PESAWAT SEAPLANE PADA PENDIDIKAN PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

EVALUASI KEBUTUHAN KOMPETENSI DAN KETERAMPILAN PEMELIHARAAN PESAWAT SEAPLANE PADA PENDIDIKAN PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kebutuhan kompetensi dan keterampilan dalam pemeliharaan pesawat Seaplane pada program pendidikan penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Pemeliharaan pesawat Seaplane merupakan aspek kritis dalam industri penerbangan yang memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap mahasiswa dan pengajar di program pendidikan penerbang. Responden penelitian terdiri dari mahasiswa yang tengah menempuh program pendidikan penerbang dan pengajar yang terlibat dalam mengajar mata kuliah pemeliharaan pesawat Seaplane. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat beberapa kebutuhan kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa dalam pemeliharaan pesawat Seaplane, antara lain pemahaman mendalam mengenai sistem dan komponen pesawat Seaplane, penanganan masalah yang mungkin muncul dalam operasional pesawat, serta kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Selain itu, beberapa keterampilan khusus seperti kemampuan beradaptasi dengan kondisi kerja yang kompleks dan ketelitian dalam melakukan prosedur pemeliharaan juga dianggap penting.
EVALUASI KOMUNIKASI ANTAR INSTRUKTUR DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI API BANYUWANGI

EVALUASI KOMUNIKASI ANTAR INSTRUKTUR DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI API BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komunikasi antara instruktur dan siswa dalam proses belajar mengajar di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Komunikasi yang efektif sangat penting dalam pendidikan penerbangan untuk memastikan transfer pengetahuan yang optimal dan pengembangan keterampilan penerbangan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari instruktur dan siswa di API Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi antara instruktur dan siswa sebagian besar sudah efektif, namun masih terdapat beberapa kendala yang menghambat komunikasi. Faktorfaktor seperti kejelasan instruksi, kepercayaan antara instruktur dan siswa, serta penggunaan teknologi komunikasi yang tepat sangat mempengaruhi efektivitas komunikasi. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, seperti pelatihan komunikasi untuk instruktur dan peningkatan fasilitas teknologi komunikasi.
EVALUASI LIGHTING SYSTEM APRON BRAVO, TAXIWAY BRAVO, DAN TAXIWAY FOXTROT TERHADAP PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

EVALUASI LIGHTING SYSTEM APRON BRAVO, TAXIWAY BRAVO, DAN TAXIWAY FOXTROT TERHADAP PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Untuk kegiatan pelatihan penerbangan, Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) memiliki apron dan taxiway tersendiri. Kondisi lighting system di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot yang dimiliki oleh APIB saat ini belum ideal, yang dapat berdampak negatif terutama pada keselamatan penerbangan dan praktik terbang malam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi lighting system di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot dengan penekanan khusus pada dampak lighting system terhadap operasi terbang malam dan juga keselamatan penerbangan. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lighting system yang tidak memadai di apron bravo, taxiway bravo, dan taxiway foxtrot dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan operasi penerbangan. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas lighting system di wilayah tersebut untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi praktik terbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
EVALUASI MARKA APRON BRAVO DI BANDAR UDARA BANYUWANGI

EVALUASI MARKA APRON BRAVO DI BANDAR UDARA BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi marka apron Bravo di Bandar Udara Banyuwangi. Evaluasi ini penting untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasi penerbangan di apron tersebut. Observasi langsung di lapangan, dokumentasi pengumpulan data, dan analisis deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan. Menurut hasil penelitian, beberapa marka apron tidak memenuhi standar
yang ditetapkan oleh aturan dan regulasi yang berlaku. Beberapa marka perlu diperbaiki atau pembaharuan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pergerakan pesawat di apron Bravo. Rekomendasi yang diberikan mencakup perbaikan marka, peningkatan pelatihan bagi personel apron movement control, dan peninjauan rutin terhadap kondisi marka. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan standar
keselamatan dan efisiensi di Bandar Udara Banyuwangi, serta menjadi acuan bagi evaluasi marka apron di bandar udara lainnya.
EVALUASI PENGGUNAAN ALAT BANTU TRACKER PADA THROTTLE CESSNA 172S DENGAN SIMULASI

EVALUASI PENGGUNAAN ALAT BANTU TRACKER PADA THROTTLE CESSNA 172S DENGAN SIMULASI

Throtle merupakan suatu alat pada pesawat latih Cessna bertipe 172s yg
digunakan untuk menambahkan jumlah udara yg digunakan pada saat
pembakaran. Untuk membantu dalam mengatasi throtle sulit di adjust maka
diperlukanya alat bantu kusus berupa treker. Adanya alat bantu yang representatif dan bermanfaat untuk mempermudah dan menghemat biaya sangat dibutuhkan, oleh karena itu penelitian-penelitian untuk menciptakan suatu alat bantu kerja saat ini perlu ditingkatkan. Pengujian alat juga sangat penting dalam mengetahui titik kerja maksimal alat treker yang dapat mengetahui sita-sifat seperti modulus elastisitas geser, kekuatan luluh puntir, dan modulus pecah. Hasil pengujian puntir terdiri dari dua parameter yaitu parameter momen puntir dan parameter tegangan geser. Alat bantu yang sudah diciptakan pada penelitian ini akan menganalisa kekuatan puntir dengan menggunakan simulasi.
Output Formats:

atom, dcmes-xml, json, omeka-xml, rss2