Browse Items (96 total)
Sort by:
PENGARUH PENGETAHUAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PROSES PEMEBELAJARAN TERHADAP NIAT MENJADI TARUNA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahun dan persepsi kemudahan proses pebelajaran terhadap niat menjadi taruna API Banyuwangi. Pengetahuan yang terbentuk dimasyarakat terkait Kampus API Banyuwangi yaitu pengetahuan berikutanya adalah melanjutkan kuliah atau sekolah mahasiswa makan
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ROLLING TEMPAT DUDUK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA D3 OPERASI PESAWAT UDARA API BANYUWANGI
Hasil belajar sebagai faktor utama dalam proses pembelajaran siswa di akhir pendidikan sekolah. Sedangkan metode pembelajaran yang diberikan guru kepada siswa sebagai cara dalam menyampaikan pengetahuan suatu materi belajar yang nantinya akan memberikan suatu hasil yang dibutuhkan siswa sebagai ukuran siswa dalam menerima proses belajar mengajar di kelas. Metode pembelajaran yang diberikan guru sangat banyak dan bervariasi untuk penelitian ini dimana metode pembelajaran yang digunakan rolling tempat duduk apakah berpengaruh terhadap hasil belajar dari siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevaluasi apakah metode pembelajaran rolling tempat duduk memengaruhi hasil belajar mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Untuk mengetahui apakah variasi tempat duduk dapat meningkatkan interaksi, keterlibatan, dan prestasi akademik siswa, maka dari itu metode pembelajaran rolling tempat duduk digunakan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner responden, dimana jumlah sampel ada 46 orang yang berasal dari mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 3. Kemudian, data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi, anova dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran rolling tempat duduk berpengaruh signifikan positif terhadap hasil belajar mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara API Banyuwangi. Penelitian ini menyarankan bahwa metode pembelajaran rolling tempat duduk sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang ada di API Banyuwangi tepatnya untuk mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 3.
PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN NORMA SUBJEKTIF TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI MAHASISWA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahun dan persepsi kemudahan proses pebelajaran terhadap niat menjadi taruna API Banyuwangi. Pengetahuan yang terbentuk dimasyarakat terkait Kampus API Banyuwangi yaitu pengetahuan berikutanya adalah melanjutkan kuliah atau sekolah mahasiswa makan
yang diperhatikan adalah informasi yang ada di media sosial dan pengaruh dari keluarga serta teman2 sekitar. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan media sosial marketing dan norma subjektif terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di
API Banyuwagi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa media sosial marketing dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di API Banyuwagi
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses promosi di media sosial dan pembentukan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan, hal tersebut erlu menjadi acuran dan perlu dikembangkan sehinga dengan media sosial marketing dan norma subjektif API Banyuwangi dapat menjadi alternative pilihan calon mahasiswa dan diterima juga oleh masyarakat.
yang diperhatikan adalah informasi yang ada di media sosial dan pengaruh dari keluarga serta teman2 sekitar. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan media sosial marketing dan norma subjektif terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di
API Banyuwagi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa media sosial marketing dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di API Banyuwagi
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses promosi di media sosial dan pembentukan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan, hal tersebut erlu menjadi acuran dan perlu dikembangkan sehinga dengan media sosial marketing dan norma subjektif API Banyuwangi dapat menjadi alternative pilihan calon mahasiswa dan diterima juga oleh masyarakat.
PENGARUH KELEBIHAN BERAT BADAN TERHADAP KENYAMANAN PILOT DI DALAM COCKPIT CESSNA 172 SP PADA PRAKTIK TERBANG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mobilitas, kenyamanan, dan kesehatan pilot saat berada dalam cockpit Cessna 172 SP pada praktik terbang. Kelebihan berat badan diduga dapat mengurangi performa dan efisiensi pilot dalam mengoperasikan pesawat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kelebihan berat badan terhadap aspek-aspek tersebut melalui survei yang dilakukan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 43 pilot. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS untuk mengevaluasi hubungan antara variabel berat badan dengan kenyamanan, operasi instrumen, dan kesehatan. Uji regresi linier digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, sedangkan uji T dilakukan untuk menguji signifikansi hubungan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan memiliki pengaruh signifikan terhadap kenyamanan, operasi instrumen, dan kesehatan pilot dalam cockpit Cessna 172 SP, dengan pengaruh sebesar 31,4%. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = -2511 + 0,287X, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu unit indeks berat badan pilot akan meningkatkan pengaruh negatif pada ergonomi sebesar 0,287 unit. Penelitian ini menyarankan Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi untuk menetapkan standar kesehatan yang lebih ketat dan menyediakan program pelatihan fisik guna membantu pilot mencapai berat badan ideal.
PENGARUH JENIS TANAMAN DAUN PERKOTAAN UNTUK PEREDAMAN SUARA GUNA KENYAMANAN RUANG LINGKUP AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI
Era globalisasi membawa perubahan yang beragam dan sekaligus menimbulkan tantangan yang perlu diantisipasi sejak awal. Peningkatan pemahaman tentang hak asasi manusia, demokrasi, kesetaraan gender, dan lingkungan menjadi ciri khas dari fenomena globalisasi. Peran Hiperkes dan Keselamatan Kerja, baik sebagai bidang keilmuan maupun penerapannya yang bersifat multidisiplin, semakin mendapat perhatian utama, terutama dalam konteks manusia sebagai sumber daya dan lingkungan sekitarnya. Proses di
industri secara nyata memerlukan partisipasi tenaga kerja sebagai unsur utama yang mengelola bahan baku/material, mesin, peralatan, dan proses lainnya di lingkungan kerja
industri secara nyata memerlukan partisipasi tenaga kerja sebagai unsur utama yang mengelola bahan baku/material, mesin, peralatan, dan proses lainnya di lingkungan kerja
PENGARUH GENDER DAN PRESTASI TARUNA OPERASI
PESAWAT UDARA AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI TERHADAP ETIKA PROFESI FLIGHT OPERATION OFFICER
Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh gender dan prestasi atas etika profesi Flight Operation Officer (FOO) di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya etika profesi dalam membentuk perilaku profesional yang mendukung keselamatan dan reputasi industri penerbangan. Masalah utama yang dikaji adalah apakah perbedaan gender dan prestasi mempengaruhi persepsi etika profesi FOO. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data melalui penggunaan
survei dan metode analisis data melalui penggunaan regresi linier berganda dan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil dari hal yang diteliti ini menyatakan bahwa gender dan prestasi memberikan pengaruh signifikan terhadap etika profesi FOO. Gender memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan prestasi terhadap etika profesi. Kesimpulan dari penelitian menyatakan kedua variabel tersebut memiliki kontribusi positif dan signifikan atas etika profesi FOO. Penelitian ini memberikan saran kepada lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memperhatikan aspek gender
dan prestasi dalam pengembangan kurikulum etika profesi. Akhir kata, penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan untuk para peneliti lainnya yang akan datang dan memberikan masukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan etika profesi di bidang penerbangan.
survei dan metode analisis data melalui penggunaan regresi linier berganda dan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil dari hal yang diteliti ini menyatakan bahwa gender dan prestasi memberikan pengaruh signifikan terhadap etika profesi FOO. Gender memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan prestasi terhadap etika profesi. Kesimpulan dari penelitian menyatakan kedua variabel tersebut memiliki kontribusi positif dan signifikan atas etika profesi FOO. Penelitian ini memberikan saran kepada lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memperhatikan aspek gender
dan prestasi dalam pengembangan kurikulum etika profesi. Akhir kata, penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan untuk para peneliti lainnya yang akan datang dan memberikan masukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan etika profesi di bidang penerbangan.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN INSTRUKTUR TERHADAP MOTIVASI
BELAJAR SISWA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan
instruktur terhadap motivasi belajar siswa di Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi. Gaya kepemimpinan instruktur memainkan peran penting dalam proses pembelajaran, namun pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa belum banyak diteliti di institusi pendidikan Penerbang. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan sampel siswa API Banyuwangi yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi siswa terhadap gaya kepemimpinan instruktur dan tingkat motivasi belajar mereka. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik untuk menguji hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dan motivasi belajar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang gaya
kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di API Banyuwangi. Temuan ini dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pengajaran dan pelatihan instruktur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sektor Penerbang Indonesia.
instruktur terhadap motivasi belajar siswa di Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi. Gaya kepemimpinan instruktur memainkan peran penting dalam proses pembelajaran, namun pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa belum banyak diteliti di institusi pendidikan Penerbang. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan sampel siswa API Banyuwangi yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi siswa terhadap gaya kepemimpinan instruktur dan tingkat motivasi belajar mereka. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik untuk menguji hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dan motivasi belajar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang gaya
kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di API Banyuwangi. Temuan ini dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pengajaran dan pelatihan instruktur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sektor Penerbang Indonesia.
PENGARUH EMOTIONAL INTELLIGENCE INSTRUKTUR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional (emotional intelligence) instruktur dan prestasi akademik siswa di Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi. Emotional intelligence mencakup kemampuan instruktur untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka sendiri serta emosi orang lain, yang berpotensi mempengaruhi kinerja dan motivasi siswa
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada instruktur dan siswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari dua bagian utama yaitu Skala kecerdasan emosional untuk instruktur dan data prestasi akademik siswa, termasuk nilai ujian dan GPA. Populasi penelitian ini adalah seluruh instruktur dan siswa di API Banyuwangi.
Sampel dipilih secara acak untuk memastikan representativitas data. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan antara kecerdasan emosional instruktur dan prestasi akademik siswa. Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan tidak hanya di API Banyuwangi tetapi juga kepada seluruh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada instruktur dan siswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari dua bagian utama yaitu Skala kecerdasan emosional untuk instruktur dan data prestasi akademik siswa, termasuk nilai ujian dan GPA. Populasi penelitian ini adalah seluruh instruktur dan siswa di API Banyuwangi.
Sampel dipilih secara acak untuk memastikan representativitas data. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan antara kecerdasan emosional instruktur dan prestasi akademik siswa. Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan tidak hanya di API Banyuwangi tetapi juga kepada seluruh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI VIRTUAL DALAM PELATIHAN “MOUNTAIN FLYING” MENGGUNAKAN FLIGHT SIMULATOR DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman menggunakan simulator terbang di API Banyuwangi, untuk menganalisis kebutuhan skenario mountain flying menggunakan simulator terbang di API Banyuwangi dan untuk
mengevaluasi penggunaan simulator terbang sebagai bahan rekomendasi di API Banyuwangi terkait dengan pelatihan mountain flying menggunakan simulator terbang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa flight simulator dapat menjadi alat bantu siswa penerbang untuk pelatihan terbang mountain flying.
mengevaluasi penggunaan simulator terbang sebagai bahan rekomendasi di API Banyuwangi terkait dengan pelatihan mountain flying menggunakan simulator terbang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa flight simulator dapat menjadi alat bantu siswa penerbang untuk pelatihan terbang mountain flying.
PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP INFORMASI METAR DAN TAFOR DALAM MENUNJANG KESELAMATAN PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, keterbatasan pemahaman
dan keterampilan dalam memahami dan menggunakan informasi cuaca dapat membahayakan keselamatan operasi penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap informasi METAR dan TAFOR serta dampaknya dalam mendukung praktik terbang yang aman di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif dimana wawancara dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa mahasiswa dengan stage CPL dan IR
menunjukkan pemahaman yang baik termasuk cara membaca, mengartikan dan menyimpulkan kondisi cuaca yang ada di METAR dan TAFOR. Sementara itu, mahasiswa dengan stage PPL cukup baik dalam membaca dan mengartikan abbreviation yang muncul dan masih ada yang belum paham mengenai abbreviation yang jarang muncul seperti TEMPO TL0330. Mahasiswa dengan jam terbang 0-60 jam masih merasa ragu dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya, mahasiswa dengan jam terbang lebih banyak, antara 60-200 jam, menunjukkan pemahaman yang lebih baik dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan
penerbangan yang tepat. Dampak yang kurang optimal berdampak negatif pada keselamatan penerbangan, penundaan atau pembatalan penerbangan dan dapat meningkatkan stres, menurunkan kepercayaan diri serta risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan penerbangan.
dan keterampilan dalam memahami dan menggunakan informasi cuaca dapat membahayakan keselamatan operasi penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap informasi METAR dan TAFOR serta dampaknya dalam mendukung praktik terbang yang aman di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif dimana wawancara dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa mahasiswa dengan stage CPL dan IR
menunjukkan pemahaman yang baik termasuk cara membaca, mengartikan dan menyimpulkan kondisi cuaca yang ada di METAR dan TAFOR. Sementara itu, mahasiswa dengan stage PPL cukup baik dalam membaca dan mengartikan abbreviation yang muncul dan masih ada yang belum paham mengenai abbreviation yang jarang muncul seperti TEMPO TL0330. Mahasiswa dengan jam terbang 0-60 jam masih merasa ragu dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya, mahasiswa dengan jam terbang lebih banyak, antara 60-200 jam, menunjukkan pemahaman yang lebih baik dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan
penerbangan yang tepat. Dampak yang kurang optimal berdampak negatif pada keselamatan penerbangan, penundaan atau pembatalan penerbangan dan dapat meningkatkan stres, menurunkan kepercayaan diri serta risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan penerbangan.

