Browse Items (96 total)

PENGARUH GENDER DAN PRESTASI TARUNA OPERASI<br /><br />
PESAWAT UDARA AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI TERHADAP ETIKA PROFESI FLIGHT OPERATION OFFICER

PENGARUH GENDER DAN PRESTASI TARUNA OPERASI
PESAWAT UDARA AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI TERHADAP ETIKA PROFESI FLIGHT OPERATION OFFICER

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh gender dan prestasi atas etika profesi Flight Operation Officer (FOO) di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya etika profesi dalam membentuk perilaku profesional yang mendukung keselamatan dan reputasi industri penerbangan. Masalah utama yang dikaji adalah apakah perbedaan gender dan prestasi mempengaruhi persepsi etika profesi FOO. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data melalui penggunaan
survei dan metode analisis data melalui penggunaan regresi linier berganda dan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil dari hal yang diteliti ini menyatakan bahwa gender dan prestasi memberikan pengaruh signifikan terhadap etika profesi FOO. Gender memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan prestasi terhadap etika profesi. Kesimpulan dari penelitian menyatakan kedua variabel tersebut memiliki kontribusi positif dan signifikan atas etika profesi FOO. Penelitian ini memberikan saran kepada lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memperhatikan aspek gender
dan prestasi dalam pengembangan kurikulum etika profesi. Akhir kata, penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan untuk para peneliti lainnya yang akan datang dan memberikan masukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan etika profesi di bidang penerbangan.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH REQUEST DAN APPROVAL SLOT TIME PESAWAT LATIH AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI DI BANDAR UDARA BANYUWANGI

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH REQUEST DAN APPROVAL SLOT TIME PESAWAT LATIH AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI DI BANDAR UDARA BANYUWANGI

Slot Time adalah jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat yang
teralokasi untuk mengatur pergerakan pesawat pada tanggal dan waktu tertentu, yang disesuaikan dengan fasilitas bandara yang ada atau jadwal penerbangan yang telah ada. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi di Bandar Udara Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Personel AirNav Bandar Udara Banyuwangi dan FOO APIB. Sampelnya masing – masing 1 dari populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan konsep pendekatan triangulasi. Dengan melakukan observasi dan wawancara dapat diperoleh data bahwa faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih APIB adalah double request dan Slot Time expired dan terdapat juga kendala dalam proses pengajuan Slot Time pesawat latih APIB di Bandar Udara Banyuwangi yaitu preparation dan komunikasi. penelitian ini dapat
dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pihak - pihak yang terkait dalam pengajuan Slot Time pesawat latih di Bandar Udara Banyuwangi.
PENGARUH.PENGALAMAN.ON.THE.JOB.TRAINING DAN MOTIVASI TERHADAP KESIAPAN KERJA TARUNA DIPLOMA TIGA DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

PENGARUH.PENGALAMAN.ON.THE.JOB.TRAINING DAN MOTIVASI TERHADAP KESIAPAN KERJA TARUNA DIPLOMA TIGA DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

On the Job Training merupakan suatu pembekalan pengetahuan dan
pengalaman kerja melalui motivasi yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan terhadap kesiapan kerja yang matang baik secara pengetahuan, keahlian dan informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana taruna yang terdaftar pada program diploma tiga tahun API Banyuwangi dipersiapkan, khususnya terkait dengan motivasi dan pelatihan kerja. Dengan menyebarkan kuesioner, penelitian menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel sebanyak 26 taruna. Dengan menggunakan software SPSS 29, data yang terkumpul dilakukan
uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi berganda, uji hipotesis, analisis
koefisien determinasi, dan uji asumsi klasik. Studi ini menemukan bahwa dan On the Job Training dipengaruhi oleh motivasi, baik secara terpisah maupun kombinasi, mempunyai pengaruh yang kecil terhadap persiapan memasuki dunia kerja. Selain itu, analisis statistik menunjukkan bahwa nilai f dan nilai t masingmasing kurang dari atau sama dengan nilai f dan nilai t yang penting. Kesiapan kerja dipengaruhi oleh motivasi dan On the Job Training sebesar 8,7%, sedangkan variabel lain di luar model menyumbang 91,3% variasi. Dengan menawarkan kerangka konseptual yang lebih relevan untuk setiap program studi dan menciptakan taktik insentif karyawan yang lebih berhasil, penelitian ini bertujuan untuk mendukung akademisi dalam meningkatkan program pelatihan kerja dan
menghasilkan hasil yang lebih akurat dan dapat digeneralisasikan. Untuk
mendapatkan hasil yang lebih dapat diandalkan, disarankan agar penelitian selanjutnya melibatkan lebih banyak orang dan mengumpulkan ukuran sampel yang lebih besar.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI SIMBRIEF TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH FLIGHT PLANNING PADA DIPLOMA 3 OPERASI PESAWAT UDARA DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI SIMBRIEF TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH FLIGHT PLANNING PADA DIPLOMA 3 OPERASI PESAWAT UDARA DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis aplikasi simbrief terhadap hasil belajar mata kuliah flight planning pada diploma 3 operasi pesawat udara di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Untuk instrumen penelitian, peneliti menggunakan kuesioner. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 60 orang. Terdiri dari Taruna diploma 3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 2 dan 3. Peneliti menggunakan aplikasi SmartPLS untuk mengolah jawaban dari responden. Teknik analisis data dalam
penelitian kuantitatif ini adalah analisis statistik deskriptif. Teknik ini digunakan untuk mengetahui korelasi antara media pembelajaran berbasis aplikasi simbrief dan hasil belajar mata kuliah flight planning pada diploma 3 operasi pesawat udara. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi Simbrief berpengaruh terhadap hasil belajar mata kuliah flight planning.
PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP INFORMASI METAR DAN TAFOR DALAM MENUNJANG KESELAMATAN PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP INFORMASI METAR DAN TAFOR DALAM MENUNJANG KESELAMATAN PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, keterbatasan pemahaman
dan keterampilan dalam memahami dan menggunakan informasi cuaca dapat membahayakan keselamatan operasi penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap informasi METAR dan TAFOR serta dampaknya dalam mendukung praktik terbang yang aman di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif dimana wawancara dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa mahasiswa dengan stage CPL dan IR
menunjukkan pemahaman yang baik termasuk cara membaca, mengartikan dan menyimpulkan kondisi cuaca yang ada di METAR dan TAFOR. Sementara itu, mahasiswa dengan stage PPL cukup baik dalam membaca dan mengartikan abbreviation yang muncul dan masih ada yang belum paham mengenai abbreviation yang jarang muncul seperti TEMPO TL0330. Mahasiswa dengan jam terbang 0-60 jam masih merasa ragu dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya, mahasiswa dengan jam terbang lebih banyak, antara 60-200 jam, menunjukkan pemahaman yang lebih baik dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan
penerbangan yang tepat. Dampak yang kurang optimal berdampak negatif pada keselamatan penerbangan, penundaan atau pembatalan penerbangan dan dapat meningkatkan stres, menurunkan kepercayaan diri serta risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan penerbangan.
ANALISIS PENGARUH MEL (MINIMUM EQUIPMENT LIST) TERHADAP ON TIME PERFOMANCE

ANALISIS PENGARUH MEL (MINIMUM EQUIPMENT LIST) TERHADAP ON TIME PERFOMANCE

Penerbangan menggunakan layanan maskapai merupakan pengalaman yang memadukan sisi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi. Tetapi faktanya, maskapai Citilink Indonesia belum bisa memberikan pelayanan yang terbaik, termasuk berangkat dan tiba tepat waktu kepada seluruh penumpang Citilink Indonesia. Menurut Aras (2023), tingkat ketepatan waktu keberangkatan dan ketepatan waktu kedatangan penerbangan Citilink Indonesia pada Quartal 4 tahun 2022 dibawah target OTP yang sudah ditetapkan yaitu 90%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor penyebab delay, mengetahui penanganan penyebab delay, dan memberikan rekomendasi bagi Citilink Indonesia dalam penanganan penyebab delay terhadap on time performance. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan objek penelitian data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023, dan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknik dan operasional dibandara keberangkatan memberikan delay yang signifikan terhadap data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023.
PENGARUH KELEBIHAN BERAT BADAN TERHADAP KENYAMANAN PILOT DI DALAM COCKPIT CESSNA 172 SP PADA PRAKTIK TERBANG

PENGARUH KELEBIHAN BERAT BADAN TERHADAP KENYAMANAN PILOT DI DALAM COCKPIT CESSNA 172 SP PADA PRAKTIK TERBANG

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mobilitas, kenyamanan, dan kesehatan pilot saat berada dalam cockpit Cessna 172 SP pada praktik terbang. Kelebihan berat badan diduga dapat mengurangi performa dan efisiensi pilot dalam mengoperasikan pesawat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kelebihan berat badan terhadap aspek-aspek tersebut melalui survei yang dilakukan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 43 pilot. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS untuk mengevaluasi hubungan antara variabel berat badan dengan kenyamanan, operasi instrumen, dan kesehatan. Uji regresi linier digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, sedangkan uji T dilakukan untuk menguji signifikansi hubungan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan memiliki pengaruh signifikan terhadap kenyamanan, operasi instrumen, dan kesehatan pilot dalam cockpit Cessna 172 SP, dengan pengaruh sebesar 31,4%. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = -2511 + 0,287X, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu unit indeks berat badan pilot akan meningkatkan pengaruh negatif pada ergonomi sebesar 0,287 unit. Penelitian ini menyarankan Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi untuk menetapkan standar kesehatan yang lebih ketat dan menyediakan program pelatihan fisik guna membantu pilot mencapai berat badan ideal.
EVALUASI KOMUNIKASI ANTAR INSTRUKTUR DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI API BANYUWANGI

EVALUASI KOMUNIKASI ANTAR INSTRUKTUR DAN SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI API BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komunikasi antara instruktur dan siswa dalam proses belajar mengajar di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Komunikasi yang efektif sangat penting dalam pendidikan penerbangan untuk memastikan transfer pengetahuan yang optimal dan pengembangan keterampilan penerbangan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari instruktur dan siswa di API Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi antara instruktur dan siswa sebagian besar sudah efektif, namun masih terdapat beberapa kendala yang menghambat komunikasi. Faktorfaktor seperti kejelasan instruksi, kepercayaan antara instruktur dan siswa, serta penggunaan teknologi komunikasi yang tepat sangat mempengaruhi efektivitas komunikasi. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, seperti pelatihan komunikasi untuk instruktur dan peningkatan fasilitas teknologi komunikasi.
FENOMENA KEPERCAYAAN MITOS “BORN TO FLY” TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA PENERBANG DALAM PELAKSANAAN FASE TERBANG MAHASISWA API BANYUWANGI

FENOMENA KEPERCAYAAN MITOS “BORN TO FLY” TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI SISWA PENERBANG DALAM PELAKSANAAN FASE TERBANG MAHASISWA API BANYUWANGI

Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, Mitos “Born To Fly” semakin naik popularitasnya di kalangan siswa penerbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kepercayaan mitos “Born To Fly” terhadap tingkat kepercayaan diri siswa penerbang dalam pelaksanaan fase terbang mahasiswa API Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data kualitatif deskriptif yang menggunakan wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa gelar “Born To Fly” bisa diraih dengan cara memenuhi tiga aspek pendukung yaitu kognitif, psikomotorik , dan afektif. Terdapat tiga efek yang ditimbulkan dari gelar “Born To Fly”, efek positif, negatif, dan tidak berefek. Berefek positif terhadap Siswa penerbang dengan gelar “Born To Fly” dikarenakan semakin percaya diri dan termotivasi, berefek negatif terhadap rekan dari siswa penerbang yang mempunyai julukan tersebut seperti merasa iri dan menurunnya kepercayaan diri, tidak berefek menurut sudut pandang dari Flight Instructor dikarenakan kesuksesan dalam penerbangan tergantung dari cara siswa penerbang menyikapi suatu permasalahan.
Output Formats:

atom, dcmes-xml, json, omeka-xml, rss2