Browse Items (96 total)
Sort by:
PERAN SEAPLANE DALAM MENDORONG KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN DI INDONESIA
Penelitian ini membahas peran pesawat amfibi dalam mendorong konsep
pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kepulauan Indonesia yang unik, dengan lebih dari 17.000 pulau, menunjukkan tantangan besar dalam hal transportasi dan aksesibilitas, yang mempengaruhi sektor pariwisata. Pariwisata berkelanjutan, dengan penekanan pada integritas lingkungan, kelayakan ekonomi, dan keadilan sosial, menjadi penting untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya negara serta menjamin kelangsungan industri pariwisata dalam jangka panjang. Pesawat
amfibi muncul sebagai solusi inovatif terhadap permasalahan aksesibilitas ke pulaupulau terpencil di Indonesia. Namun, integrasi pesawat amfibi ke dalam sektor pariwisata Indonesia dan penyelarasannya dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan merupakan permasalahan kompleks. Dampak pesawat amfibi terhadap lingkungan, kelayakan ekonomi, implikasi sosial, dan tantangan operasional serta peraturan terkait penggunaannya perlu dieksplorasi lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner survey dan analisis data sekunder terhadap pemangku. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan operasi pesawat amfibi dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan dan rekomendasi kepada para pembuat kebijakan, operator pariwisata, dan aktivis lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata
Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang potensi manfaat, tantangan, dan dampak pesawat amfibi dalam mendorong praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan dan peluang untuk penelitian di masa depan.
pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kepulauan Indonesia yang unik, dengan lebih dari 17.000 pulau, menunjukkan tantangan besar dalam hal transportasi dan aksesibilitas, yang mempengaruhi sektor pariwisata. Pariwisata berkelanjutan, dengan penekanan pada integritas lingkungan, kelayakan ekonomi, dan keadilan sosial, menjadi penting untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya negara serta menjamin kelangsungan industri pariwisata dalam jangka panjang. Pesawat
amfibi muncul sebagai solusi inovatif terhadap permasalahan aksesibilitas ke pulaupulau terpencil di Indonesia. Namun, integrasi pesawat amfibi ke dalam sektor pariwisata Indonesia dan penyelarasannya dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan merupakan permasalahan kompleks. Dampak pesawat amfibi terhadap lingkungan, kelayakan ekonomi, implikasi sosial, dan tantangan operasional serta peraturan terkait penggunaannya perlu dieksplorasi lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner survey dan analisis data sekunder terhadap pemangku. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan operasi pesawat amfibi dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan dan rekomendasi kepada para pembuat kebijakan, operator pariwisata, dan aktivis lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata
Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang potensi manfaat, tantangan, dan dampak pesawat amfibi dalam mendorong praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan dan peluang untuk penelitian di masa depan.
EVALUASI KEBUTUHAN KOMPETENSI DAN KETERAMPILAN PEMELIHARAAN PESAWAT SEAPLANE PADA PENDIDIKAN PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kebutuhan kompetensi dan keterampilan dalam pemeliharaan pesawat Seaplane pada program pendidikan penerbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Pemeliharaan pesawat Seaplane merupakan aspek kritis dalam industri penerbangan yang memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap mahasiswa dan pengajar di program pendidikan penerbang. Responden penelitian terdiri dari mahasiswa yang tengah menempuh program pendidikan penerbang dan pengajar yang terlibat dalam mengajar mata kuliah pemeliharaan pesawat Seaplane. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat beberapa kebutuhan kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa dalam pemeliharaan pesawat Seaplane, antara lain pemahaman mendalam mengenai sistem dan komponen pesawat Seaplane, penanganan masalah yang mungkin muncul dalam operasional pesawat, serta kemampuan menganalisis dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Selain itu, beberapa keterampilan khusus seperti kemampuan beradaptasi dengan kondisi kerja yang kompleks dan ketelitian dalam melakukan prosedur pemeliharaan juga dianggap penting.
PENGARUH TINGGINYA JUMLAH TRAFFIC DI BANDARA BANYUWANGI TERHADAP PELATIHAN TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Industri penerbangan yang terus berkembang membawa dampak signifikan terhadap pelatihan penerbang, khususnya di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tingginya jumlah traffic di Bandara Banyuwangi terhadap kualitas pelatihan terbang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Masalah utamanya adalah tingginya jumlah traffic yang menyebabkan berkurangnya jam terbang bagi taruna, mengurangi pengalaman praktik dan meningkatkan risiko keselamatan penerbangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan traffic menghambat ketersediaan slot terbang dan mengurangi efektivitas pelatihan. Solusi yang diusulkan meliputi pengadaan Parallel Taxiway dan pengoperasian satellite base untuk mengurangi dampak tingginya jumlah traffic. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas pelatihan terbang di API Banyuwangi.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ROLLING TEMPAT DUDUK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA D3 OPERASI PESAWAT UDARA API BANYUWANGI
Hasil belajar sebagai faktor utama dalam proses pembelajaran siswa di akhir pendidikan sekolah. Sedangkan metode pembelajaran yang diberikan guru kepada siswa sebagai cara dalam menyampaikan pengetahuan suatu materi belajar yang nantinya akan memberikan suatu hasil yang dibutuhkan siswa sebagai ukuran siswa dalam menerima proses belajar mengajar di kelas. Metode pembelajaran yang diberikan guru sangat banyak dan bervariasi untuk penelitian ini dimana metode pembelajaran yang digunakan rolling tempat duduk apakah berpengaruh terhadap hasil belajar dari siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevaluasi apakah metode pembelajaran rolling tempat duduk memengaruhi hasil belajar mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Untuk mengetahui apakah variasi tempat duduk dapat meningkatkan interaksi, keterlibatan, dan prestasi akademik siswa, maka dari itu metode pembelajaran rolling tempat duduk digunakan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner responden, dimana jumlah sampel ada 46 orang yang berasal dari mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 3. Kemudian, data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi, anova dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran rolling tempat duduk berpengaruh signifikan positif terhadap hasil belajar mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara API Banyuwangi. Penelitian ini menyarankan bahwa metode pembelajaran rolling tempat duduk sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang ada di API Banyuwangi tepatnya untuk mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 3.
PENGARUH KELEBIHAN BERAT BADAN TERHADAP KENYAMANAN PILOT DI DALAM COCKPIT CESSNA 172 SP PADA PRAKTIK TERBANG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mobilitas, kenyamanan, dan kesehatan pilot saat berada dalam cockpit Cessna 172 SP pada praktik terbang. Kelebihan berat badan diduga dapat mengurangi performa dan efisiensi pilot dalam mengoperasikan pesawat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kelebihan berat badan terhadap aspek-aspek tersebut melalui survei yang dilakukan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 43 pilot. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS untuk mengevaluasi hubungan antara variabel berat badan dengan kenyamanan, operasi instrumen, dan kesehatan. Uji regresi linier digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, sedangkan uji T dilakukan untuk menguji signifikansi hubungan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan memiliki pengaruh signifikan terhadap kenyamanan, operasi instrumen, dan kesehatan pilot dalam cockpit Cessna 172 SP, dengan pengaruh sebesar 31,4%. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = -2511 + 0,287X, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu unit indeks berat badan pilot akan meningkatkan pengaruh negatif pada ergonomi sebesar 0,287 unit. Penelitian ini menyarankan Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi untuk menetapkan standar kesehatan yang lebih ketat dan menyediakan program pelatihan fisik guna membantu pilot mencapai berat badan ideal.
IDENTIFIKASI LATIHAN SIMULATOR REDBIRD TD2 PADA KESIAPAN PROCEDURE FASE INSTRUMENT RATING MAHASISWA PENERBANG AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas latihan menggunakan simulator Redbird TD2 dalam mempersiapkan fase Instrument Rating mahasiswa penerbang Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Fase Instrument Rating adalah fase penting dalam pelatihan penerbangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melibatkan populasi mahasiswa penerbang yang telah memiliki pengalaman latihan simulator Redbird TD2. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk mengukur simulator Redbird TD2 memiliki peran yang sangat signifikan terhadap fase Instrument Rating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan menggunakan simulator Redbird TD2 secara signifikan meningkatkan pemahaman keterampilan dan kepercayaan diri mahasiswa penerbang dalam menjalani fase Instrument Rating.
EFEK WING PLANFORM AIRFOIL NASA SC(2)-0612 TERHADAP PERFORMA AERODINAMIKA PADA LOW REYNOLDS NUMBER
Masing-masing konfigurasi sayap pesawat memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda. Karakteristik dari konfigurasi yang berbeda-beda dapat dipergunakan desainer pesawat terbang secara optimum pada
tahapan penerbangan misalnya takeoff, climb, cruise, dan landing. Penelitian ini membandingkan karakteristik dari rectangular wing NASA SC(2)-0612 yang dipakai pada pesawat Embraer 145 dengan beberapa planform wing yang lain. Selain menampilkan pengaruh terhadap perfoma
aerodinamika, penelitian ini juga membandingkan pengaruh karakteristik aliran di sekitar sayap tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen dan simulasi numerik pada wing airfoil NASA 20612. Kondisi yang diamati adalah plain wing yang dibandingkan dengan swept back wing dan delta wing. Sudut serang yang dipergunakan adalah (α)= 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o,12o,15o, 16o,17o,19o, dan 20o. Simulasi numerik menggunakan aplikasi Ansys 19.1 dengan turbulent model k-ε Realizable pada velocity freestream 230 m/s. Pada hasil penelitian ditunjukkan bahwa perubahan penggunaan planform wing yang berbeda menimbulkan perubahan performa aerodinamika yang sangat signifikan. Secara teoritis dengan bentuk swept back dan delta wing akan mengurangi pressure drag yang ada dan meningkatkan bidang angkat. Induced drag memiliki pengaruh yang besar pada pembentukan total drag semua konfigurasi dibandingkan jenis drag yang lain.
tahapan penerbangan misalnya takeoff, climb, cruise, dan landing. Penelitian ini membandingkan karakteristik dari rectangular wing NASA SC(2)-0612 yang dipakai pada pesawat Embraer 145 dengan beberapa planform wing yang lain. Selain menampilkan pengaruh terhadap perfoma
aerodinamika, penelitian ini juga membandingkan pengaruh karakteristik aliran di sekitar sayap tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen dan simulasi numerik pada wing airfoil NASA 20612. Kondisi yang diamati adalah plain wing yang dibandingkan dengan swept back wing dan delta wing. Sudut serang yang dipergunakan adalah (α)= 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o,12o,15o, 16o,17o,19o, dan 20o. Simulasi numerik menggunakan aplikasi Ansys 19.1 dengan turbulent model k-ε Realizable pada velocity freestream 230 m/s. Pada hasil penelitian ditunjukkan bahwa perubahan penggunaan planform wing yang berbeda menimbulkan perubahan performa aerodinamika yang sangat signifikan. Secara teoritis dengan bentuk swept back dan delta wing akan mengurangi pressure drag yang ada dan meningkatkan bidang angkat. Induced drag memiliki pengaruh yang besar pada pembentukan total drag semua konfigurasi dibandingkan jenis drag yang lain.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PROSES PEMEBELAJARAN TERHADAP NIAT MENJADI TARUNA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahun dan persepsi kemudahan proses pebelajaran terhadap niat menjadi taruna API Banyuwangi. Pengetahuan yang terbentuk dimasyarakat terkait Kampus API Banyuwangi yaitu pengetahuan berikutanya adalah melanjutkan kuliah atau sekolah mahasiswa makan
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN NORMA SUBJEKTIF TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI MAHASISWA DI API BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahun dan persepsi kemudahan proses pebelajaran terhadap niat menjadi taruna API Banyuwangi. Pengetahuan yang terbentuk dimasyarakat terkait Kampus API Banyuwangi yaitu pengetahuan berikutanya adalah melanjutkan kuliah atau sekolah mahasiswa makan
yang diperhatikan adalah informasi yang ada di media sosial dan pengaruh dari keluarga serta teman2 sekitar. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan media sosial marketing dan norma subjektif terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di
API Banyuwagi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa media sosial marketing dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di API Banyuwagi
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses promosi di media sosial dan pembentukan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan, hal tersebut erlu menjadi acuran dan perlu dikembangkan sehinga dengan media sosial marketing dan norma subjektif API Banyuwangi dapat menjadi alternative pilihan calon mahasiswa dan diterima juga oleh masyarakat.
yang diperhatikan adalah informasi yang ada di media sosial dan pengaruh dari keluarga serta teman2 sekitar. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan media sosial marketing dan norma subjektif terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di
API Banyuwagi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa media sosial marketing dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk menjadi mahasiswa di API Banyuwagi
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses promosi di media sosial dan pembentukan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan, hal tersebut erlu menjadi acuran dan perlu dikembangkan sehinga dengan media sosial marketing dan norma subjektif API Banyuwangi dapat menjadi alternative pilihan calon mahasiswa dan diterima juga oleh masyarakat.

