Browse Items (96 total)

EVALUASI PENGGUNAAN ALAT BANTU TRACKER PADA THROTTLE CESSNA 172S DENGAN SIMULASI

EVALUASI PENGGUNAAN ALAT BANTU TRACKER PADA THROTTLE CESSNA 172S DENGAN SIMULASI

Throtle merupakan suatu alat pada pesawat latih Cessna bertipe 172s yg
digunakan untuk menambahkan jumlah udara yg digunakan pada saat
pembakaran. Untuk membantu dalam mengatasi throtle sulit di adjust maka
diperlukanya alat bantu kusus berupa treker. Adanya alat bantu yang representatif dan bermanfaat untuk mempermudah dan menghemat biaya sangat dibutuhkan, oleh karena itu penelitian-penelitian untuk menciptakan suatu alat bantu kerja saat ini perlu ditingkatkan. Pengujian alat juga sangat penting dalam mengetahui titik kerja maksimal alat treker yang dapat mengetahui sita-sifat seperti modulus elastisitas geser, kekuatan luluh puntir, dan modulus pecah. Hasil pengujian puntir terdiri dari dua parameter yaitu parameter momen puntir dan parameter tegangan geser. Alat bantu yang sudah diciptakan pada penelitian ini akan menganalisa kekuatan puntir dengan menggunakan simulasi.
DESAIN ALAT BANTU TREKER UNTUK TUAS THROTLE STUCK PADA PESAWAT CESSNA 172S

DESAIN ALAT BANTU TREKER UNTUK TUAS THROTLE STUCK PADA PESAWAT CESSNA 172S

Salah satu komponen yang ada pada pesawat kususnya pesawat cessna 172S adalah throtle. Throtle merupakan suatu alat pada pesawat latih Cessna bertipe 172S yg digunakan untuk menambahkan jumlah udara yg digunakan pada saat pembakaran. throtle dan mixture yg lama tidak dilubrikasi dan tidak diadjust mengakibatkan stuck pada bagian gasket dan karet penyanggah yg terdapat pada bagian rumah trotle dan mixture, sehingga dapat menggangu pergerakan ataupun fleksibilitas throtle. Untuk membantu dalam mengatasi throtle sulit di adjust maka diperlukanya alat bantu kusus berupa treker. Adanya alat bantu yang representatif dan bermanfaat untuk mempermudah dan menghemat biaya sangat dibutuhkan, oleh karena itu penelitian-penelitian untuk menciptakan suatu alat bantu kerja saat ini perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan meranrancang Alat Bantu Treker Untuk Tuas Throtle Stuck Pada Pesawat Cessna 172S guna mempermudah teknisi pesawat cessna 172S untuk mengajust throtle stuck
EFEK CAMPURAN AVGAS DAN ETHANOL TERHADAP SUHU SEMBURAN

EFEK CAMPURAN AVGAS DAN ETHANOL TERHADAP SUHU SEMBURAN

Penggunaan mesin pembakaran dalam sudah menjadi hal yang biasa dalam bidang transportasi khususnya dunia penerbangan, salah satunya adalah pesawat latih Cessna yang bermesin piston. Pengaruh tekanan injeksi bahan bakar terhadap temperatur injeksi telah menjadi fokus banyak penelitian karena berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran. Peningkatan tekanan injeksi bahan bakar pada avgas menyebabkan peningkatan temperatur injeksi dan juga meningkatkan stabilitas temperatur dalam proses injeksi.
PENGARUH JENIS TANAMAN DAUN PERKOTAAN UNTUK PEREDAMAN SUARA GUNA KENYAMANAN RUANG LINGKUP AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI

PENGARUH JENIS TANAMAN DAUN PERKOTAAN UNTUK PEREDAMAN SUARA GUNA KENYAMANAN RUANG LINGKUP AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI

Era globalisasi membawa perubahan yang beragam dan sekaligus menimbulkan tantangan yang perlu diantisipasi sejak awal. Peningkatan pemahaman tentang hak asasi manusia, demokrasi, kesetaraan gender, dan lingkungan menjadi ciri khas dari fenomena globalisasi. Peran Hiperkes dan Keselamatan Kerja, baik sebagai bidang keilmuan maupun penerapannya yang bersifat multidisiplin, semakin mendapat perhatian utama, terutama dalam konteks manusia sebagai sumber daya dan lingkungan sekitarnya. Proses di
industri secara nyata memerlukan partisipasi tenaga kerja sebagai unsur utama yang mengelola bahan baku/material, mesin, peralatan, dan proses lainnya di lingkungan kerja
PENGARUH SOCIAL LEARNING TERHADAP KOMPETENSI FLIGHT OPERATION OFFICER DIMEDIASI OLEH EMOTIONAL INTELLIGENCE STUDI DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

PENGARUH SOCIAL LEARNING TERHADAP KOMPETENSI FLIGHT OPERATION OFFICER DIMEDIASI OLEH EMOTIONAL INTELLIGENCE STUDI DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Industri penerbangan membutuhkan Flight Operations Officer (FOO) yang sangat kompeten untuk memastikan operasi penerbangan yang aman dan efisien. Meskipun berbagai faktor yang mempengaruhi kompetensi telah banyak dibahas, hubungan spesifik antara Pembelajaran Sosial, Kecerdasan Emosional (EI), dan kompetensi pada FOO masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini mengkaji hubungan-hubungan tersebut menggunakan Teori Pembelajaran Sosial (SLT), yang menekankan peran pengamatan dan praktik, serta EI yang penting untuk kinerja dan kerja tim. Kompetensi FOO mencakup keterampilan teknis dan nonteknis, seperti kemampuan menilai dan memecahkan masalah, yang sangat penting dalam lingkungan penerbangan yang penuh tekanan.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses SLT dan tingkat EI mahasiswa FOO di Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, mengevaluasi tingkat kompetensi FOO, menentukan pengaruh Pembelajaran Sosial terhadap EI dan kompetensi, serta mengeksplorasi peran mediasi EI dalam hubungan tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan mengumpulkan kuesioner terstruktur dari 72 mahasiswa FOO di API Banyuwangi sebagai sampel, memastikan validitas dan reliabilitas data. Analisis yang dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) mengonfirmasi bahwa Pembelajaran Sosial berpengaruh positif pada EI dan kompetensi, dengan
semua hubungan menunjukkan signifikansi statistik (p < 0,05). Pembelajaran Sosial memberikan dasar untuk memahami bagaimana pembelajaran melalui observasi dan pengalaman berkontribusi pada pengembangan keterampilan mahasiswa FOO, menunjukkan bahwa EI berperan sebagai pengaruh langsung dan mediator kompetensi. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa dengan EI yang lebih tinggi menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menilai, memecahkan masalah, dan kerja tim sebagai komponen utama kompetensi FOO. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa FOO di API Banyuwangi, mengkaji variabel dan kompetensi spesifik yang relevan dengan peran FOO. Penelitian ini
terbatas pada konteks FOO dan melibatkan sampel 72 mahasiswa selama satu tahun akademik. Temuan menunjukkan bahwa program pelatihan untuk FOO akan mendapat manfaat dari penerapan metode pembelajaran berbasis EI, seperti simulasi, permainan peran, dan praktik berbasis umpan balik, untuk meningkatkan kompetensi yang diperlukan dalam kinerja operasi penerbangan yang efektif. Dengan mengkaji SLT, EI, dan kompetensi di antara mahasiswa FOO, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pendidikan, membangun teori Bandura dan Goleman serta menekankan bagaimana integrasi SLT dan EI dalam kurikulum penerbangan dapat lebih baik mempersiapkan mahasiswa menghadapi situasi sesungguhnya.
ANALISIS KEBERHASILAN PROSES BRIEFING PRA OPERASIONAL PENERBANGAN (STUDI KASUS: MAHASISWA API BANYUWANGI)

ANALISIS KEBERHASILAN PROSES BRIEFING PRA OPERASIONAL PENERBANGAN (STUDI KASUS: MAHASISWA API BANYUWANGI)

Briefing pra-operasional penerbangan sebagai komponen penting dari pelaksanaan pendidikan terbang sebelum operasional penerbangan dilaksanakan, dimana mempersiapkan segala sesuatu dalam skenario di dunia penerbangan. Biasanya prosedur tersebut dilakukan oleh petugas Flight Operation Officer (FOO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan proses briefing pra-operasional penerbangan di
Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi dari sudut pandang mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dengan cara survei dan wawancara mendalam terhadap narasumber atau informan yang dituju. Penelitian ini menilai mahasiswa tentang efektivitas, relevansi, dan dampak dari
proses briefing tersebut. Hasil yang didapatkan dari pengambilan data dengan wawancara terhadap 5 informan yang memiliki kriteria yang sudah ditentukan menunjukkan bahwa semua informasi yang diberikan oleh para informan terkait briefing pra-operasional penerbangan terhadap mahasiswa penerbang sebelum melaksanakan pelatihan terbang sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara yang
diberikan kepada para informan. Dengan hasil tersebut penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengoptimalkan proses briefing pra-operasional yang bertujuan untuk meningkatkan persiapan mahasiswa penerbang untuk tantangan di dunia industri penerbangan yang dinamis dan juga untuk memberikan wawasan bagi API Banyuwangi dan Lembaga pendidikan penerbangan lainnya yang ingin meningkatkan kualitas pelatihan untuk kandidat kru yang profesional khususnya petugas FOO.
ANALISIS PENGARUH MEL (MINIMUM EQUIPMENT LIST) TERHADAP ON TIME PERFOMANCE

ANALISIS PENGARUH MEL (MINIMUM EQUIPMENT LIST) TERHADAP ON TIME PERFOMANCE

Penerbangan menggunakan layanan maskapai merupakan pengalaman yang memadukan sisi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi. Tetapi faktanya, maskapai Citilink Indonesia belum bisa memberikan pelayanan yang terbaik, termasuk berangkat dan tiba tepat waktu kepada seluruh penumpang Citilink Indonesia. Menurut Aras (2023), tingkat ketepatan waktu keberangkatan dan ketepatan waktu kedatangan penerbangan Citilink Indonesia pada Quartal 4 tahun 2022 dibawah target OTP yang sudah ditetapkan yaitu 90%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor penyebab delay, mengetahui penanganan penyebab delay, dan memberikan rekomendasi bagi Citilink Indonesia dalam penanganan penyebab delay terhadap on time performance. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan objek penelitian data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023, dan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknik dan operasional dibandara keberangkatan memberikan delay yang signifikan terhadap data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023.
IDENTIFIKASI FAKTOR HUMAN ERROR PADA MAHASISWA PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI SAAT MELAKSANAKAN FASE SOLO FLIGHT

IDENTIFIKASI FAKTOR HUMAN ERROR PADA MAHASISWA PENERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI SAAT MELAKSANAKAN FASE SOLO FLIGHT

Kegiatan terbang merupakan kegiatan yang memerlukan tingkat konsentrasi dan keterampilan yang tinggi. Human Error memegang peranan penting dalam keselamatan ins. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor human error yang mungkin terjadi pada mahasiswa penerbang di Akademi Penerbang Indonesia, khususnya saat mereka menjalani fase solo flight. Fase solo flight merupakan tahap kritis dalam pelatihan terbang di mana mahasiswa penerbang mulai terlibat dalam terbang solo tanpa instruktur. Keberhasilan dalam tahap ini membutuhkan konsentrasi, pengambilan keputusan yang tepat, dan keterampilan teknis yang baik. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif Metode penelitian ini melibatkan analisis trip report terbang solo dan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Data dari kedua sumber ini akan dianalisis secara kualitatif untuk memahami konteks dan faktor-faktor penyebab human error dalam terbang solo. Hasil penelitianini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang peran human factor dalam kesalahan yang terjadi dalam penerbangan serta rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.
PREDICTION OF SEA LEVEL MEASUREMENT IN PANGPANG BAY FOR SEAPLANE LANDING SEAPLANE LANDING USING ID CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

PREDICTION OF SEA LEVEL MEASUREMENT IN PANGPANG BAY FOR SEAPLANE LANDING SEAPLANE LANDING USING ID CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara ketinggian permukaan laut dan berbagai faktor lingkungan di Teluk Pangpang, Indonesia, menggunakan teknik pemodelan berbasis Artificial Neural Network (ANN) dan Convolutional Neural Network
(CNN). Data harian tentang ketinggian permukaan laut, cuaca, dan oseanografi dikumpulkan dari periode 1 hingga 15 April 2024. Analisis dilakukan terhadap faktorfaktor yang mempengaruhi tinggi permukaan air laut dan evaluasi kinerja model prediksi.
Temuan menunjukkan pola historis perubahan tinggi permukaan laut, dipengaruhi oleh
variabilitas kondisi meteorologi dan oseanografi. Meskipun model ANN dan CNN memiliki
tingkat akurasi yang bervariasi, keduanya menunjukkan potensi dalam memprediksi
ketinggian permukaan laut dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan. Rekomendasi termasuk pengembangan model prediksi yang lebih canggih, pengamatan data yang lebih mendalam, integrasi informasi multidisiplin, pemantauan lingkungan yang berkelanjutan, dan kolaborasi stakeholder. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman dan pengelolaan resiko perubahan lingkungan yang berkaitan dengan ketinggian permukaan laut di Teluk Pangpang
Output Formats:

atom, dcmes-xml, json, omeka-xml, rss2