Browse Items (30 total)

Implementasi Teknologi Pengenalan Wajah Pada Sistem Verifikasi Taruna API Banyuwangi Menggunakan Algoritma Haar Cascade

Implementasi Teknologi Pengenalan Wajah Pada Sistem Verifikasi Taruna API Banyuwangi Menggunakan Algoritma Haar Cascade

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan proses verifikasi identitas taruna di API Banyuwangi melalui implementasi teknologi pengenalan wajah menggunakan algoritma Haar Cascade. Dalam penelitian ini, metode eksperimental dan analisis statistik digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari serangkaian tahapan pengolahan, termasuk konversi RGB to grayscale, resize image, dan cropping. Data diperoleh melalui pengumpulan citra wajah menggunakan webcam dan diolah untuk melatih model serta menguji keberhasilan sistem verifikasi. Analisis statistik menunjukkan bahwa teknik preprocessing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan verifikasi, sementara metode pengenalan wajah juga relevan. Namun, data tidak terdistribusi secara normal, menandakan perlunya pendekatan analisis alternatif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang potensi teknologi pengenalan wajah dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam manajemen identitas di lembaga pendidikan, sementara juga menyoroti kebutuhan akan penelitian lanjutan untuk pengembangan metode dan pemahaman yang lebih mendalam.
PREDICTION OF SEA LEVEL MEASUREMENT IN PANGPANG BAY FOR SEAPLANE LANDING SEAPLANE LANDING USING ID CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

PREDICTION OF SEA LEVEL MEASUREMENT IN PANGPANG BAY FOR SEAPLANE LANDING SEAPLANE LANDING USING ID CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara ketinggian permukaan laut dan berbagai faktor lingkungan di Teluk Pangpang, Indonesia, menggunakan teknik pemodelan berbasis Artificial Neural Network (ANN) dan Convolutional Neural Network
(CNN). Data harian tentang ketinggian permukaan laut, cuaca, dan oseanografi dikumpulkan dari periode 1 hingga 15 April 2024. Analisis dilakukan terhadap faktorfaktor yang mempengaruhi tinggi permukaan air laut dan evaluasi kinerja model prediksi.
Temuan menunjukkan pola historis perubahan tinggi permukaan laut, dipengaruhi oleh
variabilitas kondisi meteorologi dan oseanografi. Meskipun model ANN dan CNN memiliki
tingkat akurasi yang bervariasi, keduanya menunjukkan potensi dalam memprediksi
ketinggian permukaan laut dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan. Rekomendasi termasuk pengembangan model prediksi yang lebih canggih, pengamatan data yang lebih mendalam, integrasi informasi multidisiplin, pemantauan lingkungan yang berkelanjutan, dan kolaborasi stakeholder. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman dan pengelolaan resiko perubahan lingkungan yang berkaitan dengan ketinggian permukaan laut di Teluk Pangpang
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ROLLING TEMPAT DUDUK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA D3 OPERASI PESAWAT UDARA API BANYUWANGI

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ROLLING TEMPAT DUDUK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA D3 OPERASI PESAWAT UDARA API BANYUWANGI

Hasil belajar sebagai faktor utama dalam proses pembelajaran siswa di akhir pendidikan sekolah. Sedangkan metode pembelajaran yang diberikan guru kepada siswa sebagai cara dalam menyampaikan pengetahuan suatu materi belajar yang nantinya akan memberikan suatu hasil yang dibutuhkan siswa sebagai ukuran siswa dalam menerima proses belajar mengajar di kelas. Metode pembelajaran yang diberikan guru sangat banyak dan bervariasi untuk penelitian ini dimana metode pembelajaran yang digunakan rolling tempat duduk apakah berpengaruh terhadap hasil belajar dari siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevaluasi apakah metode pembelajaran rolling tempat duduk memengaruhi hasil belajar mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Untuk mengetahui apakah variasi tempat duduk dapat meningkatkan interaksi, keterlibatan, dan prestasi akademik siswa, maka dari itu metode pembelajaran rolling tempat duduk digunakan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner responden, dimana jumlah sampel ada 46 orang yang berasal dari mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 3. Kemudian, data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi, anova dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran rolling tempat duduk berpengaruh signifikan positif terhadap hasil belajar mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara API Banyuwangi. Penelitian ini menyarankan bahwa metode pembelajaran rolling tempat duduk sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang ada di API Banyuwangi tepatnya untuk mahasiswa D3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 3.
Random Forest Algorithm to Measure the Air Pollution Standard Index At Blimbing Banyuwangi Airport

Random Forest Algorithm to Measure the Air Pollution Standard Index At Blimbing Banyuwangi Airport

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Bandar Udara Blimbing Banyuwangi dan memprediksi ISPU menggunakan algoritma
Random Forest. Data polusi udara yang terdiri dari konsentrasi O3, CO, NO2, SO2, PM2.5, dan PM10 dikumpulkan dari stasiun pemantauan udara di bandara selama periode 15-30 April 2024. Pengukuran ISPU dilakukan berdasarkan rumus yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik dan algoritma komputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di bandara cenderung berada dalam kategori "Sedang", dengan beberapa hari masuk dalam kategori "Baik". Algoritma Random Forest efektif dalam memprediksi ISPU berdasarkan data polusi udara yang ada. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang polusi udara di Bandar Udara Blimbing Banyuwangi dan dapat digunakan untuk meningkatkan pengelolaan polusi udara di bandara dan daerah sekitarnya.
PERFORMANCE ANALYSIS OF HIGHER EDUCATION PUBLIC SERVICE AGENCIES: A CASE STUDY OF THE INDONESIAN CIVIL PILOT ACADEMY BANYUWANGI

PERFORMANCE ANALYSIS OF HIGHER EDUCATION PUBLIC SERVICE AGENCIES: A CASE STUDY OF THE INDONESIAN CIVIL PILOT ACADEMY BANYUWANGI

A Public Service Agency, known by the Indonesian nomenclature as Badan Layanan Umum (BLU), is a government institution with the autonomy to manage its finances effectively and efficiently and provide public services. BLU is crucial in delivering essential services in Indonesia, including specialized education in the transportation sector. Despite their
significance, BLU institutions like the Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi face operational inefficiencies, financial constraints, and human resource challenges hindering
organizational performance. This study investigates these challenges, focusing on how financial management, human resource issues, and operational inefficiencies affect educational outcomes. The research employed a qualitative case study approach, using semi-structured interviews,
document analysis, and field observations. Data were collected from key stakeholders, including students, lecturers, and staff, to assess organizational performance in the educational process, human resource management, and general operations. Findings reveal that while facilities and educator engagement have improved, issues such as lecturer absenteeism, student input quality, and the need for continuous staff training persist. This study contributes to the body of knowledge by demonstrating the critical role of Total Quality Management (TQM) and Cross-Functional Integration (CFI) in improving public service agency performance. The research offers practical recommendations for enhancing lecturer performance, refining student admissions, and developing powermen through sustainable training. Study This expectation can give Public
Service Agency management an outlook for increasing performance organization and support mission, as well as the Agency of Human Resources Development (BPSDM) on Transportation vision.
PENGEMBANGAN PRODUK DAN LAYANAN SEAPLANE HIGH END: EVALUASI MELALUI ANALISIS SWOT

PENGEMBANGAN PRODUK DAN LAYANAN SEAPLANE HIGH END: EVALUASI MELALUI ANALISIS SWOT

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi pengembangan produk dan layanan dalam konteks layanan seaplane high end menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pengalaman pelanggan, aspek keamanan, fleksibilitas rute, dan kenyamanan yang ditawarkan oleh layanan seaplane high end. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi peluang pertumbuhan seperti permintaan yang meningkat dari pasar pariwisata mewah dan segmen pasar baru yang mungkin belum terpenuhi. Ancaman seperti persaingan dari moda transportasi alternatif dan perubahan regulasi penerbangan juga dipertimbangkan. Hasil analisis SWOT memberikan wawasan tentang strategi pengembangan produk dan layanan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing dan
memperluas pangsa pasar dalam industri layanan seaplane high end. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam konteks layanan seaplane high end. Kekuatan
produk dan layanan seaplane high end meliputi kenyamanan, kemewahan, keamanan, dan kepuasan pelanggan. Di sisi lain, kelemahan produk dan layanan seaplane high end mencakup keterbatasan aksesibilitas dan tantangan operasional.
Selanjutnya, penelitian ini mengidentifikasi peluang pengembangan produk dan layanan, seperti permintaan yang berkembang dalam pariwisata mewah dan potensi segmen pasar baru. Ancaman terhadap layanan seaplane high end termasuk persaingan dari moda transportasi alternatif dan regulasi penerbangan serta lingkungan operasional.
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan layanan seaplane high end. Penelitian ini juga menyarankan ruang lingkup penelitian lanjutan untuk melanjutkan pemahaman tentang industri ini. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi yang efektif untuk memperkuat posisi seaplane high end dalam industri penerbangan global.
EFEK WING PLANFORM AIRFOIL NASA SC(2)-0612 TERHADAP PERFORMA AERODINAMIKA PADA LOW REYNOLDS NUMBER

EFEK WING PLANFORM AIRFOIL NASA SC(2)-0612 TERHADAP PERFORMA AERODINAMIKA PADA LOW REYNOLDS NUMBER

Masing-masing konfigurasi sayap pesawat memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda. Karakteristik dari konfigurasi yang berbeda-beda dapat dipergunakan desainer pesawat terbang secara optimum pada
tahapan penerbangan misalnya takeoff, climb, cruise, dan landing. Penelitian ini membandingkan karakteristik dari rectangular wing NASA SC(2)-0612 yang dipakai pada pesawat Embraer 145 dengan beberapa planform wing yang lain. Selain menampilkan pengaruh terhadap perfoma
aerodinamika, penelitian ini juga membandingkan pengaruh karakteristik aliran di sekitar sayap tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen dan simulasi numerik pada wing airfoil NASA 20612. Kondisi yang diamati adalah plain wing yang dibandingkan dengan swept back wing dan delta wing. Sudut serang yang dipergunakan adalah (α)= 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o,12o,15o, 16o,17o,19o, dan 20o. Simulasi numerik menggunakan aplikasi Ansys 19.1 dengan turbulent model k-ε Realizable pada velocity freestream 230 m/s. Pada hasil penelitian ditunjukkan bahwa perubahan penggunaan planform wing yang berbeda menimbulkan perubahan performa aerodinamika yang sangat signifikan. Secara teoritis dengan bentuk swept back dan delta wing akan mengurangi pressure drag yang ada dan meningkatkan bidang angkat. Induced drag memiliki pengaruh yang besar pada pembentukan total drag semua konfigurasi dibandingkan jenis drag yang lain.
ANALISIS KEBERHASILAN PROSES BRIEFING PRA OPERASIONAL PENERBANGAN (STUDI KASUS: MAHASISWA API BANYUWANGI)

ANALISIS KEBERHASILAN PROSES BRIEFING PRA OPERASIONAL PENERBANGAN (STUDI KASUS: MAHASISWA API BANYUWANGI)

Briefing pra-operasional penerbangan sebagai komponen penting dari pelaksanaan pendidikan terbang sebelum operasional penerbangan dilaksanakan, dimana mempersiapkan segala sesuatu dalam skenario di dunia penerbangan. Biasanya prosedur tersebut dilakukan oleh petugas Flight Operation Officer (FOO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan proses briefing pra-operasional penerbangan di
Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi dari sudut pandang mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dengan cara survei dan wawancara mendalam terhadap narasumber atau informan yang dituju. Penelitian ini menilai mahasiswa tentang efektivitas, relevansi, dan dampak dari
proses briefing tersebut. Hasil yang didapatkan dari pengambilan data dengan wawancara terhadap 5 informan yang memiliki kriteria yang sudah ditentukan menunjukkan bahwa semua informasi yang diberikan oleh para informan terkait briefing pra-operasional penerbangan terhadap mahasiswa penerbang sebelum melaksanakan pelatihan terbang sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara yang
diberikan kepada para informan. Dengan hasil tersebut penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengoptimalkan proses briefing pra-operasional yang bertujuan untuk meningkatkan persiapan mahasiswa penerbang untuk tantangan di dunia industri penerbangan yang dinamis dan juga untuk memberikan wawasan bagi API Banyuwangi dan Lembaga pendidikan penerbangan lainnya yang ingin meningkatkan kualitas pelatihan untuk kandidat kru yang profesional khususnya petugas FOO.
PENGARUH SOCIAL LEARNING TERHADAP KOMPETENSI FLIGHT OPERATION OFFICER DIMEDIASI OLEH EMOTIONAL INTELLIGENCE STUDI DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

PENGARUH SOCIAL LEARNING TERHADAP KOMPETENSI FLIGHT OPERATION OFFICER DIMEDIASI OLEH EMOTIONAL INTELLIGENCE STUDI DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Industri penerbangan membutuhkan Flight Operations Officer (FOO) yang sangat kompeten untuk memastikan operasi penerbangan yang aman dan efisien. Meskipun berbagai faktor yang mempengaruhi kompetensi telah banyak dibahas, hubungan spesifik antara Pembelajaran Sosial, Kecerdasan Emosional (EI), dan kompetensi pada FOO masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini mengkaji hubungan-hubungan tersebut menggunakan Teori Pembelajaran Sosial (SLT), yang menekankan peran pengamatan dan praktik, serta EI yang penting untuk kinerja dan kerja tim. Kompetensi FOO mencakup keterampilan teknis dan nonteknis, seperti kemampuan menilai dan memecahkan masalah, yang sangat penting dalam lingkungan penerbangan yang penuh tekanan.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses SLT dan tingkat EI mahasiswa FOO di Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, mengevaluasi tingkat kompetensi FOO, menentukan pengaruh Pembelajaran Sosial terhadap EI dan kompetensi, serta mengeksplorasi peran mediasi EI dalam hubungan tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan mengumpulkan kuesioner terstruktur dari 72 mahasiswa FOO di API Banyuwangi sebagai sampel, memastikan validitas dan reliabilitas data. Analisis yang dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) mengonfirmasi bahwa Pembelajaran Sosial berpengaruh positif pada EI dan kompetensi, dengan
semua hubungan menunjukkan signifikansi statistik (p < 0,05). Pembelajaran Sosial memberikan dasar untuk memahami bagaimana pembelajaran melalui observasi dan pengalaman berkontribusi pada pengembangan keterampilan mahasiswa FOO, menunjukkan bahwa EI berperan sebagai pengaruh langsung dan mediator kompetensi. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa dengan EI yang lebih tinggi menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menilai, memecahkan masalah, dan kerja tim sebagai komponen utama kompetensi FOO. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa FOO di API Banyuwangi, mengkaji variabel dan kompetensi spesifik yang relevan dengan peran FOO. Penelitian ini
terbatas pada konteks FOO dan melibatkan sampel 72 mahasiswa selama satu tahun akademik. Temuan menunjukkan bahwa program pelatihan untuk FOO akan mendapat manfaat dari penerapan metode pembelajaran berbasis EI, seperti simulasi, permainan peran, dan praktik berbasis umpan balik, untuk meningkatkan kompetensi yang diperlukan dalam kinerja operasi penerbangan yang efektif. Dengan mengkaji SLT, EI, dan kompetensi di antara mahasiswa FOO, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pendidikan, membangun teori Bandura dan Goleman serta menekankan bagaimana integrasi SLT dan EI dalam kurikulum penerbangan dapat lebih baik mempersiapkan mahasiswa menghadapi situasi sesungguhnya.
EFEKTIVITAS HARGA BARANG DI DAERAH 3T INDONESIA MELALUI KEBIJAKAN TRANSPORTASI MULTIMODA: TINJAUAN PUSTAKA, WAWASAN, DAN PELUANG PENELITIAN

EFEKTIVITAS HARGA BARANG DI DAERAH 3T INDONESIA MELALUI KEBIJAKAN TRANSPORTASI MULTIMODA: TINJAUAN PUSTAKA, WAWASAN, DAN PELUANG PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dan mengevaluasi kebijakan transportasi multimoda di daerah 3T Indonesia. Dengan analisis yang mendalam dan rekomendasi yang praktis, jurnal ini dapat menjadi referensi penting bagi pembuat kebijakan dan peneliti di bidang transportasi dan logistik. Penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas dapat memberikan gambaran yang lebih representatif. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mendorong kebijakan yang lebih efektif dan efisien, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah 3T.
Output Formats:

atom, dcmes-xml, json, omeka-xml, rss2