Browse Items (30 total)

Random Forest Algorithm to Measure the Air Pollution Standard Index At Blimbing Banyuwangi Airport

Random Forest Algorithm to Measure the Air Pollution Standard Index At Blimbing Banyuwangi Airport

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Bandar Udara Blimbing Banyuwangi dan memprediksi ISPU menggunakan algoritma
Random Forest. Data polusi udara yang terdiri dari konsentrasi O3, CO, NO2, SO2, PM2.5, dan PM10 dikumpulkan dari stasiun pemantauan udara di bandara selama periode 15-30 April 2024. Pengukuran ISPU dilakukan berdasarkan rumus yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik dan algoritma komputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di bandara cenderung berada dalam kategori "Sedang", dengan beberapa hari masuk dalam kategori "Baik". Algoritma Random Forest efektif dalam memprediksi ISPU berdasarkan data polusi udara yang ada. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang polusi udara di Bandar Udara Blimbing Banyuwangi dan dapat digunakan untuk meningkatkan pengelolaan polusi udara di bandara dan daerah sekitarnya.
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI BLEEDING BRAKE SYSTEM PESAWAT CESSNA

RANCANG BANGUN TEKNOLOGI BLEEDING BRAKE SYSTEM PESAWAT CESSNA

Penelitian ini mengusulkan pengembangan alat bleeding hydraulic brake otomatis yang dirancang khusus untuk pesawat Cessna, mempertimbangkan kondisi lingkungan kerja yang terbatas di dalam pesawat serta standar keamanan dan kinerja yang ketat. Alat yang diusulkan akan memungkinkan proses pendarahan sistem rem hidrolik menjadi lebih efisien dan andal, mengurangi ketergantungan pada intervensi manual yang rentan terhadap kesalahan manusia. Dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional pesawat Cessna, mengurangi waktu yang diperlukan untuk pemeliharaan, dan secara keseluruhan meningkatkan keselamatan penerbangan. Selain itu, alat ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko tumpahan hydraulic fluid dan memperbaiki kinerja sistem rem secara menyeluruh melalui pengecekan cavitasi atau terjadinya bubble yang dapat mengurangi kemampuan pesawat dalam melakukan pengereman yang baik. Hal ini merupakan faktor krusial dalam menjaga operasi pesawat secara optimal. Dengan pendekatan ini, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi dalam industri penerbangan, khususnya dalam bidang pemeliharaan dan keamanan pesawat Cessna.
PREDICTION OF SEA LEVEL MEASUREMENT IN PANGPANG BAY FOR SEAPLANE LANDING SEAPLANE LANDING USING ID CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

PREDICTION OF SEA LEVEL MEASUREMENT IN PANGPANG BAY FOR SEAPLANE LANDING SEAPLANE LANDING USING ID CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara ketinggian permukaan laut dan berbagai faktor lingkungan di Teluk Pangpang, Indonesia, menggunakan teknik pemodelan berbasis Artificial Neural Network (ANN) dan Convolutional Neural Network
(CNN). Data harian tentang ketinggian permukaan laut, cuaca, dan oseanografi dikumpulkan dari periode 1 hingga 15 April 2024. Analisis dilakukan terhadap faktorfaktor yang mempengaruhi tinggi permukaan air laut dan evaluasi kinerja model prediksi.
Temuan menunjukkan pola historis perubahan tinggi permukaan laut, dipengaruhi oleh
variabilitas kondisi meteorologi dan oseanografi. Meskipun model ANN dan CNN memiliki
tingkat akurasi yang bervariasi, keduanya menunjukkan potensi dalam memprediksi
ketinggian permukaan laut dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan. Rekomendasi termasuk pengembangan model prediksi yang lebih canggih, pengamatan data yang lebih mendalam, integrasi informasi multidisiplin, pemantauan lingkungan yang berkelanjutan, dan kolaborasi stakeholder. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman dan pengelolaan resiko perubahan lingkungan yang berkaitan dengan ketinggian permukaan laut di Teluk Pangpang
PERFORMANCE ANALYSIS OF HIGHER EDUCATION PUBLIC SERVICE AGENCIES: A CASE STUDY OF THE INDONESIAN CIVIL PILOT ACADEMY BANYUWANGI

PERFORMANCE ANALYSIS OF HIGHER EDUCATION PUBLIC SERVICE AGENCIES: A CASE STUDY OF THE INDONESIAN CIVIL PILOT ACADEMY BANYUWANGI

A Public Service Agency, known by the Indonesian nomenclature as Badan Layanan Umum (BLU), is a government institution with the autonomy to manage its finances effectively and efficiently and provide public services. BLU is crucial in delivering essential services in Indonesia, including specialized education in the transportation sector. Despite their
significance, BLU institutions like the Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi face operational inefficiencies, financial constraints, and human resource challenges hindering
organizational performance. This study investigates these challenges, focusing on how financial management, human resource issues, and operational inefficiencies affect educational outcomes. The research employed a qualitative case study approach, using semi-structured interviews,
document analysis, and field observations. Data were collected from key stakeholders, including students, lecturers, and staff, to assess organizational performance in the educational process, human resource management, and general operations. Findings reveal that while facilities and educator engagement have improved, issues such as lecturer absenteeism, student input quality, and the need for continuous staff training persist. This study contributes to the body of knowledge by demonstrating the critical role of Total Quality Management (TQM) and Cross-Functional Integration (CFI) in improving public service agency performance. The research offers practical recommendations for enhancing lecturer performance, refining student admissions, and developing powermen through sustainable training. Study This expectation can give Public
Service Agency management an outlook for increasing performance organization and support mission, as well as the Agency of Human Resources Development (BPSDM) on Transportation vision.
PERAN SEAPLANE DALAM MENDORONG KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN DI INDONESIA

PERAN SEAPLANE DALAM MENDORONG KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN DI INDONESIA

Penelitian ini membahas peran pesawat amfibi dalam mendorong konsep
pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kepulauan Indonesia yang unik, dengan lebih dari 17.000 pulau, menunjukkan tantangan besar dalam hal transportasi dan aksesibilitas, yang mempengaruhi sektor pariwisata. Pariwisata berkelanjutan, dengan penekanan pada integritas lingkungan, kelayakan ekonomi, dan keadilan sosial, menjadi penting untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya negara serta menjamin kelangsungan industri pariwisata dalam jangka panjang. Pesawat
amfibi muncul sebagai solusi inovatif terhadap permasalahan aksesibilitas ke pulaupulau terpencil di Indonesia. Namun, integrasi pesawat amfibi ke dalam sektor pariwisata Indonesia dan penyelarasannya dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan merupakan permasalahan kompleks. Dampak pesawat amfibi terhadap lingkungan, kelayakan ekonomi, implikasi sosial, dan tantangan operasional serta peraturan terkait penggunaannya perlu dieksplorasi lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner survey dan analisis data sekunder terhadap pemangku. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan operasi pesawat amfibi dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan dan rekomendasi kepada para pembuat kebijakan, operator pariwisata, dan aktivis lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata
Indonesia. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang potensi manfaat, tantangan, dan dampak pesawat amfibi dalam mendorong praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia, serta mengidentifikasi kesenjangan dan peluang untuk penelitian di masa depan.
PENGGUNAAN FLIGHT DATA LOGGER UNTUK MENGANALISA DAMPAK MODIFIKASI SEAPLANE PADA KINERJA TAKE OFF CESSNA PK-APH: STUDI KOMPARASI

PENGGUNAAN FLIGHT DATA LOGGER UNTUK MENGANALISA DAMPAK MODIFIKASI SEAPLANE PADA KINERJA TAKE OFF CESSNA PK-APH: STUDI KOMPARASI

Pada penelitian ini dilakukan studi komparasi take off performance antara pesawat yang telah dimodifikasi menjadi pesawat seaplane (amfibi) dan pesawat Cessna standar sebelum dimodifikasi, menggunakan metode pengambilan data dari flight data recorder Garmin G1000 yang disebut dengan flight data logger. Dalam hal ini, data yang dipilih adalah berdasarkan pada satu pesawat yang sama, yakni dengan registrasi PK-APH, namun data difilterisasi dengan berbagai kondisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh modifikasi seaplane (amfibi) yang telah dilakukan dari segi fase climbing, perbandingan ground roll, maksimal ground speed serta maksimal airspeed. Analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara pesawat sebelum dan setelah dimodifikasi menjadi pesawat seaplane. Sebelum modifikasi, pesawat mencapai ketinggian 478,4 kaki diatas permukaan laut dalam 60 detik setelah lepas landas, sedangkan setelah modifikasi hanya mencapai 355,7 kaki di atas permukaan laut. Ground speed pada detik ke-20 juga berbeda, dengan pesawat sebelum modifikasi mencapai 60,69 knots dan pesawat seaplane hanya mencapai 48,65 knots. Perbedaan terlihat pada airspeed awal saat take-off, di mana pesawat sebelum modifikasi memiliki angka 71 knots pada detik ke-24, sedangkan pesawat seaplane memiliki angka 66 knots.
PENGEMBANGAN PRODUK DAN LAYANAN SEAPLANE HIGH END: EVALUASI MELALUI ANALISIS SWOT

PENGEMBANGAN PRODUK DAN LAYANAN SEAPLANE HIGH END: EVALUASI MELALUI ANALISIS SWOT

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi pengembangan produk dan layanan dalam konteks layanan seaplane high end menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pengalaman pelanggan, aspek keamanan, fleksibilitas rute, dan kenyamanan yang ditawarkan oleh layanan seaplane high end. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi peluang pertumbuhan seperti permintaan yang meningkat dari pasar pariwisata mewah dan segmen pasar baru yang mungkin belum terpenuhi. Ancaman seperti persaingan dari moda transportasi alternatif dan perubahan regulasi penerbangan juga dipertimbangkan. Hasil analisis SWOT memberikan wawasan tentang strategi pengembangan produk dan layanan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing dan
memperluas pangsa pasar dalam industri layanan seaplane high end. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam konteks layanan seaplane high end. Kekuatan
produk dan layanan seaplane high end meliputi kenyamanan, kemewahan, keamanan, dan kepuasan pelanggan. Di sisi lain, kelemahan produk dan layanan seaplane high end mencakup keterbatasan aksesibilitas dan tantangan operasional.
Selanjutnya, penelitian ini mengidentifikasi peluang pengembangan produk dan layanan, seperti permintaan yang berkembang dalam pariwisata mewah dan potensi segmen pasar baru. Ancaman terhadap layanan seaplane high end termasuk persaingan dari moda transportasi alternatif dan regulasi penerbangan serta lingkungan operasional.
Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan layanan seaplane high end. Penelitian ini juga menyarankan ruang lingkup penelitian lanjutan untuk melanjutkan pemahaman tentang industri ini. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi yang efektif untuk memperkuat posisi seaplane high end dalam industri penerbangan global.
Pengaruh Tekanan Injeksi Bahan Bakar Avgas Terhadap Temperatur Injeksi

Pengaruh Tekanan Injeksi Bahan Bakar Avgas Terhadap Temperatur Injeksi

Penggunaan mesin pembakaran dalam sudah menjadi hal yang biasa dalam bidang transportasi khususnya dunia penerbangan, salah satunya adalah pesawat latih Cessna yang bermesin piston. Pengaruh tekanan injeksi bahan bakar terhadap temperatur injeksi telah menjadi fokus banyak penelitian karena berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran. Peningkatan tekanan injeksi bahan bakar pada avgas menyebabkan peningkatan temperatur injeksi dan juga meningkatkan stabilitas temperatur dalam proses injeksi.
PENGARUH SOCIAL LEARNING TERHADAP KOMPETENSI FLIGHT OPERATION OFFICER DIMEDIASI OLEH EMOTIONAL INTELLIGENCE STUDI DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

PENGARUH SOCIAL LEARNING TERHADAP KOMPETENSI FLIGHT OPERATION OFFICER DIMEDIASI OLEH EMOTIONAL INTELLIGENCE STUDI DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI

Industri penerbangan membutuhkan Flight Operations Officer (FOO) yang sangat kompeten untuk memastikan operasi penerbangan yang aman dan efisien. Meskipun berbagai faktor yang mempengaruhi kompetensi telah banyak dibahas, hubungan spesifik antara Pembelajaran Sosial, Kecerdasan Emosional (EI), dan kompetensi pada FOO masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini mengkaji hubungan-hubungan tersebut menggunakan Teori Pembelajaran Sosial (SLT), yang menekankan peran pengamatan dan praktik, serta EI yang penting untuk kinerja dan kerja tim. Kompetensi FOO mencakup keterampilan teknis dan nonteknis, seperti kemampuan menilai dan memecahkan masalah, yang sangat penting dalam lingkungan penerbangan yang penuh tekanan.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses SLT dan tingkat EI mahasiswa FOO di Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, mengevaluasi tingkat kompetensi FOO, menentukan pengaruh Pembelajaran Sosial terhadap EI dan kompetensi, serta mengeksplorasi peran mediasi EI dalam hubungan tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan mengumpulkan kuesioner terstruktur dari 72 mahasiswa FOO di API Banyuwangi sebagai sampel, memastikan validitas dan reliabilitas data. Analisis yang dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) mengonfirmasi bahwa Pembelajaran Sosial berpengaruh positif pada EI dan kompetensi, dengan
semua hubungan menunjukkan signifikansi statistik (p < 0,05). Pembelajaran Sosial memberikan dasar untuk memahami bagaimana pembelajaran melalui observasi dan pengalaman berkontribusi pada pengembangan keterampilan mahasiswa FOO, menunjukkan bahwa EI berperan sebagai pengaruh langsung dan mediator kompetensi. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa dengan EI yang lebih tinggi menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menilai, memecahkan masalah, dan kerja tim sebagai komponen utama kompetensi FOO. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa FOO di API Banyuwangi, mengkaji variabel dan kompetensi spesifik yang relevan dengan peran FOO. Penelitian ini
terbatas pada konteks FOO dan melibatkan sampel 72 mahasiswa selama satu tahun akademik. Temuan menunjukkan bahwa program pelatihan untuk FOO akan mendapat manfaat dari penerapan metode pembelajaran berbasis EI, seperti simulasi, permainan peran, dan praktik berbasis umpan balik, untuk meningkatkan kompetensi yang diperlukan dalam kinerja operasi penerbangan yang efektif. Dengan mengkaji SLT, EI, dan kompetensi di antara mahasiswa FOO, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pendidikan, membangun teori Bandura dan Goleman serta menekankan bagaimana integrasi SLT dan EI dalam kurikulum penerbangan dapat lebih baik mempersiapkan mahasiswa menghadapi situasi sesungguhnya.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PROSES PEMEBELAJARAN TERHADAP NIAT MENJADI TARUNA DI API BANYUWANGI

PENGARUH PENGETAHUAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN PROSES PEMEBELAJARAN TERHADAP NIAT MENJADI TARUNA DI API BANYUWANGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahun dan persepsi kemudahan proses pebelajaran terhadap niat menjadi taruna API Banyuwangi. Pengetahuan yang terbentuk dimasyarakat terkait Kampus API Banyuwangi yaitu pengetahuan berikutanya adalah melanjutkan kuliah atau sekolah mahasiswa makan
yang diperhatikan adalah pengetahuan tentang sekolah atau perguruan tinggi tersebut mulai dari proses seleksinya, kemudian biayanya, serta setelah lulus peluang untuk kerjanya dimana. Setelah pengetahuan berikutanya adalah persepsi kemudahan berkuliah di kampus tersebut yaitu mulai proses pembelajarannya, prakteknya bagaimana, dan hal yang lain terkait pembelajaran. Sehingga dua factor tersebut dapat membuat calon taruna atau mahasiswa menjadi taruna atau mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada taruna/mahasiswa di API Banyuwangi. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Skala pengetahuan,
pesepsi kemudahan proses pembelajaran, sikap, dan niat menjadi taruna yang diberikan kepada taruna API Banyuwangi. Populasi penelitian ini adalah seluruh taruna di API Banyuwangi. Sampel dipilih secara purposive random sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi dan regresi untuk menentukan hubungan pengetahuan terhadap niat, persepsi kemudahan proses pembelajaran terhadap niat, sikap terhadap niat. Hasil penelitian menyatakan: 1) Pengetahuan berpengaruh positif
dan signifikan terhadap niat, 2) persepsi kemudahan proses pembelajaran berpengaruh positif, 3) signifikan terhadap niat menjadi taruna di API Banyuwangi Kesimpulan penelitian ini memberikan ringkasan temuan dan implikasi untuk pengembangan proses pengetahuan dan persepsi kemudahan proses pembelajaran sikap dan niat yang dikembangkan sehingaAPI Banyuwangi dapat diterima oleh masyarakat sebagai pilihan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri.
Output Formats:

atom, dcmes-xml, json, omeka-xml, rss2