Browse Items (11 total)
Sort by:
ANALISA RISIKO AKTIVITAS MARSHALLING DI APRON AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Salah satu kegiatan penerbangan yang krusial dilakukan oleh taruna
Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi adalah aktivitas marshalling. Aktivitas ini memiliki risiko kecelakaan jika tidak dilakukan dengan benar dan tidak sesuai dengan prosedurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas marshalling di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, studi pustaka, dan wawancara untuk memperoleh pemahaman mendalam terkait dengan risiko-risiko yang muncul dari aktivitas marshalling yang dilakukan oleh taruna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bahaya dalam aktivitas marshalling terutama kurangnya kesadaran terhadap penggunaan alat pelindung diri. Analisis risiko menunjukkan perbedaan penilaian risiko antara hasil dari dokumen KP-API. BWI tahun 2023 dengan ICAO Doc. 9859 tentang Safety Management Manual. Hasil wawancara juga mengungkapkan bahwa responden menyadari bahaya dari risiko terkait marshalling, tetapi penggunaan peralatan yang tidak selalu konsisten karena keterbatasan peralatan. Sementara itu terdapat fakta bahwa tidak ada HIRA terkait marshalling di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi dan taruna juga tidak mendapatkan pelatihan khusus serta tidak memiliki kompetensi. Penelitian ini berkontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan keselamatan terkait aktivitas marshalling di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi adalah aktivitas marshalling. Aktivitas ini memiliki risiko kecelakaan jika tidak dilakukan dengan benar dan tidak sesuai dengan prosedurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas marshalling di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, studi pustaka, dan wawancara untuk memperoleh pemahaman mendalam terkait dengan risiko-risiko yang muncul dari aktivitas marshalling yang dilakukan oleh taruna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bahaya dalam aktivitas marshalling terutama kurangnya kesadaran terhadap penggunaan alat pelindung diri. Analisis risiko menunjukkan perbedaan penilaian risiko antara hasil dari dokumen KP-API. BWI tahun 2023 dengan ICAO Doc. 9859 tentang Safety Management Manual. Hasil wawancara juga mengungkapkan bahwa responden menyadari bahaya dari risiko terkait marshalling, tetapi penggunaan peralatan yang tidak selalu konsisten karena keterbatasan peralatan. Sementara itu terdapat fakta bahwa tidak ada HIRA terkait marshalling di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi dan taruna juga tidak mendapatkan pelatihan khusus serta tidak memiliki kompetensi. Penelitian ini berkontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan keselamatan terkait aktivitas marshalling di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH REQUEST DAN APPROVAL SLOT TIME PESAWAT LATIH AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI DI BANDAR UDARA BANYUWANGI
Slot Time adalah jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat yang
teralokasi untuk mengatur pergerakan pesawat pada tanggal dan waktu tertentu, yang disesuaikan dengan fasilitas bandara yang ada atau jadwal penerbangan yang telah ada. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi di Bandar Udara Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Personel AirNav Bandar Udara Banyuwangi dan FOO APIB. Sampelnya masing – masing 1 dari populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan konsep pendekatan triangulasi. Dengan melakukan observasi dan wawancara dapat diperoleh data bahwa faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih APIB adalah double request dan Slot Time expired dan terdapat juga kendala dalam proses pengajuan Slot Time pesawat latih APIB di Bandar Udara Banyuwangi yaitu preparation dan komunikasi. penelitian ini dapat
dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pihak - pihak yang terkait dalam pengajuan Slot Time pesawat latih di Bandar Udara Banyuwangi.
teralokasi untuk mengatur pergerakan pesawat pada tanggal dan waktu tertentu, yang disesuaikan dengan fasilitas bandara yang ada atau jadwal penerbangan yang telah ada. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi di Bandar Udara Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Personel AirNav Bandar Udara Banyuwangi dan FOO APIB. Sampelnya masing – masing 1 dari populasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan konsep pendekatan triangulasi. Dengan melakukan observasi dan wawancara dapat diperoleh data bahwa faktor yang mempengaruhi perbedaan jumlah request dan approval Slot Time pesawat latih APIB adalah double request dan Slot Time expired dan terdapat juga kendala dalam proses pengajuan Slot Time pesawat latih APIB di Bandar Udara Banyuwangi yaitu preparation dan komunikasi. penelitian ini dapat
dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pihak - pihak yang terkait dalam pengajuan Slot Time pesawat latih di Bandar Udara Banyuwangi.
ANALISIS JUMLAH BLOCK FUEL PESAWAT AIRBUS A-320 PADA RUTE PENERBANGAN CENGKARENG- MAKASSAR PT. CITILINK INDONESIA BERDASARKAN VARIASI FLIGHT LEVELDENGAN PENDEKATAN METODE QUICK DETERMINATION PERIODE OKTOBER- NOVEMBER 2023
Penelitian ini menganalisis jumlah block fuel pesawat Airbus A-320 pada rute penerbangan Cengkareng-Makassar berdasarkan variasi flight leveldengan pendekatan metode Quick Determination (QDT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah block fuel bervariasi pada berbagai flight level. Pada FL 310, block fuel yang paling efisien adalah 10.962 kg, FL 330 adalah 10.790 kg, FL 350 adalah 10.670 kg, dan FL 370 adalah 10.753 kg. Berdasarkan perhitungan metode QDT, FL paling efisien untuk penerbangan CGK-UPG adalah FL 350 dengan rata-rata
block fuel 10.785 kg, sedangkan untuk penerbangan Cengkareng-Makassar dengan alternate Bali adalah FL 280. Pesawat yang menggunakan winglet terbukti lebih efisien dalam jumlah bahan bakar dibandingkan dengan pesawat yang menggunakan sharklet. Faktor-faktor yang mempengaruhi seorang Flight Operations Officer (FOO) dalam menentukan flight leveluntuk rute CGK-UPG meliputi berat dan kemampuan mesin pesawat, kondisi cuaca, analisis turbulensi, serta jarak penerbangan. Selain itu, konfigurasi pesawat yang menggunakan winglet ataupun sharklet dan pemilihan alternate juga mempengaruhi jumlah block fuel yang dibutuhkan.
block fuel 10.785 kg, sedangkan untuk penerbangan Cengkareng-Makassar dengan alternate Bali adalah FL 280. Pesawat yang menggunakan winglet terbukti lebih efisien dalam jumlah bahan bakar dibandingkan dengan pesawat yang menggunakan sharklet. Faktor-faktor yang mempengaruhi seorang Flight Operations Officer (FOO) dalam menentukan flight leveluntuk rute CGK-UPG meliputi berat dan kemampuan mesin pesawat, kondisi cuaca, analisis turbulensi, serta jarak penerbangan. Selain itu, konfigurasi pesawat yang menggunakan winglet ataupun sharklet dan pemilihan alternate juga mempengaruhi jumlah block fuel yang dibutuhkan.
ANALISIS PERBANDINGAN FUEL CONSUMPTION UNTUK
PENGANGKUTAN CARGO ANTARA AIRBUS A320 CEO DAN A320 NEO RUTE CENGKARENG – UJUNG PANDANG MENGGUNAKAN
METODE SEGMENTED DI PT CITILINK INDONESIA
Fuel consumption merupakan salah satu bagian terpenting dalam menentukan keuntungan maskapai terlebih lagi apabila suatu maskapai dapat membuat strategi yang baik dari sisi efisiensi fuel consumption yang akan memberi keuntungan jangka panjang bagi maskapai. Untuk menciptakan efisiensi fuel consumption maka dibutuhkan peran Flight Operation Officer dalam membuat perencanaan penerbangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mencari deviasi fuel consumption antara Airbus A320 CEO dan A320 NEO untuk angkutan cargo
dengan metode perhitungan segmented berdasarkan buku panduan atau Flight Crew Operation Manual (FCOM) A320 milik PT Citilink Indonesia serta memberikan gambaran fuel cost dalam satuan kilogram cargo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan kontirbusi terhadap industri penerbangan.
dengan metode perhitungan segmented berdasarkan buku panduan atau Flight Crew Operation Manual (FCOM) A320 milik PT Citilink Indonesia serta memberikan gambaran fuel cost dalam satuan kilogram cargo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan kontirbusi terhadap industri penerbangan.
EVALUASI MARKA APRON BRAVO DI BANDAR UDARA BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi marka apron Bravo di Bandar Udara Banyuwangi. Evaluasi ini penting untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasi penerbangan di apron tersebut. Observasi langsung di lapangan, dokumentasi pengumpulan data, dan analisis deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan. Menurut hasil penelitian, beberapa marka apron tidak memenuhi standar
yang ditetapkan oleh aturan dan regulasi yang berlaku. Beberapa marka perlu diperbaiki atau pembaharuan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pergerakan pesawat di apron Bravo. Rekomendasi yang diberikan mencakup perbaikan marka, peningkatan pelatihan bagi personel apron movement control, dan peninjauan rutin terhadap kondisi marka. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan standar
keselamatan dan efisiensi di Bandar Udara Banyuwangi, serta menjadi acuan bagi evaluasi marka apron di bandar udara lainnya.
yang ditetapkan oleh aturan dan regulasi yang berlaku. Beberapa marka perlu diperbaiki atau pembaharuan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pergerakan pesawat di apron Bravo. Rekomendasi yang diberikan mencakup perbaikan marka, peningkatan pelatihan bagi personel apron movement control, dan peninjauan rutin terhadap kondisi marka. Penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan standar
keselamatan dan efisiensi di Bandar Udara Banyuwangi, serta menjadi acuan bagi evaluasi marka apron di bandar udara lainnya.
OPTIMALISASI PENANGANAN PENYEBAB DELAY TERHADAP ON TIME PERFORMANCE
Penerbangan menggunakan layanan maskapai merupakan pengalaman yang memadukan sisi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi. Tetapi faktanya, maskapai Citilink Indonesia belum bisa memberikan pelayanan yang terbaik, termasuk berangkat dan tiba tepat waktu kepada seluruh penumpang Citilink Indonesia. Menurut Aras (2023), tingkat ketepatan waktu keberangkatan dan ketepatan waktu kedatangan penerbangan Citilink Indonesia pada Quartal 4 tahun 2022 dibawah target OTP yang
sudah ditetapkan yaitu 90%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor penyebab delay, mengetahui penanganan penyebab delay, dan memberikan rekomendasi bagi Citilink Indonesia dalam penanganan penyebab delay terhadap on time performance. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan objek penelitian data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023, dan teknik pengumpulan
data melalui studi pustaka dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknik dan operasional dibandara keberangkatan memberikan delay yang signifikan terhadap data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023.
sudah ditetapkan yaitu 90%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor penyebab delay, mengetahui penanganan penyebab delay, dan memberikan rekomendasi bagi Citilink Indonesia dalam penanganan penyebab delay terhadap on time performance. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan objek penelitian data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023, dan teknik pengumpulan
data melalui studi pustaka dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknik dan operasional dibandara keberangkatan memberikan delay yang signifikan terhadap data delay report Citilink Indonesia pada bulan November 2023.
OPTIMALISASI PENGAWASAN PENGGUNAAN SAFETY EQUIPMENT PERSONEL PENERBANGAN DI APRON AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Tugas akhir ini bertujuan untuk memberikan evaluasi dan mengoptimalisasi pengawasan penggunaan safety equipment personel
penerbangan di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang melibatkan observasi langsung, wawancara serius dengan pihak terkait dengan operasional penerbangan dan analisis dokumen terkait kebijakan pengawasan penggunaan safety equipment di area apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada SOP atau aturan yang mengatur
pengawasan penggunaan safety equipment di area tersebut, sehingga tidak ada pedoman untuk mengoptimalkan pengawasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi pengawasan meliputi kesadaran individu dan komitmen terhadap keselamatan. Strategi yang diusulkan mencakup pembuatan SOP atau aturan terkait, penunjukan unit yang bertanggung jawab, serta pelaksanaan sosialisasi dan refreshment mengenai pentingnya penggunaan safety equipment serta pengawasan yang seharusnya dilakukan oleh pihak berwenang. Saran yang diberikan adalah pembuatan SOP atau aturan mengenai pengawasan penggunaan safety equipment dan penunjukan personel atau unit yang bertanggung jawab di apron. Setelah SOP diberlakukan, perlu dilakukan sosialisasi kepada semua personel atau pengguna apron, serta pengecekan rutin
di area apron. Selain itu, kerjasama dengan Angkasa Pura 2 diusulkan untuk mendelegasikan pengawasan apron di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
penerbangan di apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang melibatkan observasi langsung, wawancara serius dengan pihak terkait dengan operasional penerbangan dan analisis dokumen terkait kebijakan pengawasan penggunaan safety equipment di area apron Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada SOP atau aturan yang mengatur
pengawasan penggunaan safety equipment di area tersebut, sehingga tidak ada pedoman untuk mengoptimalkan pengawasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi pengawasan meliputi kesadaran individu dan komitmen terhadap keselamatan. Strategi yang diusulkan mencakup pembuatan SOP atau aturan terkait, penunjukan unit yang bertanggung jawab, serta pelaksanaan sosialisasi dan refreshment mengenai pentingnya penggunaan safety equipment serta pengawasan yang seharusnya dilakukan oleh pihak berwenang. Saran yang diberikan adalah pembuatan SOP atau aturan mengenai pengawasan penggunaan safety equipment dan penunjukan personel atau unit yang bertanggung jawab di apron. Setelah SOP diberlakukan, perlu dilakukan sosialisasi kepada semua personel atau pengguna apron, serta pengecekan rutin
di area apron. Selain itu, kerjasama dengan Angkasa Pura 2 diusulkan untuk mendelegasikan pengawasan apron di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP INFORMASI METAR DAN TAFOR DALAM MENUNJANG KESELAMATAN PRAKTIK TERBANG DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, keterbatasan pemahaman
dan keterampilan dalam memahami dan menggunakan informasi cuaca dapat membahayakan keselamatan operasi penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap informasi METAR dan TAFOR serta dampaknya dalam mendukung praktik terbang yang aman di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif dimana wawancara dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa mahasiswa dengan stage CPL dan IR
menunjukkan pemahaman yang baik termasuk cara membaca, mengartikan dan menyimpulkan kondisi cuaca yang ada di METAR dan TAFOR. Sementara itu, mahasiswa dengan stage PPL cukup baik dalam membaca dan mengartikan abbreviation yang muncul dan masih ada yang belum paham mengenai abbreviation yang jarang muncul seperti TEMPO TL0330. Mahasiswa dengan jam terbang 0-60 jam masih merasa ragu dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya, mahasiswa dengan jam terbang lebih banyak, antara 60-200 jam, menunjukkan pemahaman yang lebih baik dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan
penerbangan yang tepat. Dampak yang kurang optimal berdampak negatif pada keselamatan penerbangan, penundaan atau pembatalan penerbangan dan dapat meningkatkan stres, menurunkan kepercayaan diri serta risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan penerbangan.
dan keterampilan dalam memahami dan menggunakan informasi cuaca dapat membahayakan keselamatan operasi penerbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap informasi METAR dan TAFOR serta dampaknya dalam mendukung praktik terbang yang aman di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif dimana wawancara dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan bahwa mahasiswa dengan stage CPL dan IR
menunjukkan pemahaman yang baik termasuk cara membaca, mengartikan dan menyimpulkan kondisi cuaca yang ada di METAR dan TAFOR. Sementara itu, mahasiswa dengan stage PPL cukup baik dalam membaca dan mengartikan abbreviation yang muncul dan masih ada yang belum paham mengenai abbreviation yang jarang muncul seperti TEMPO TL0330. Mahasiswa dengan jam terbang 0-60 jam masih merasa ragu dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya, mahasiswa dengan jam terbang lebih banyak, antara 60-200 jam, menunjukkan pemahaman yang lebih baik dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan
penerbangan yang tepat. Dampak yang kurang optimal berdampak negatif pada keselamatan penerbangan, penundaan atau pembatalan penerbangan dan dapat meningkatkan stres, menurunkan kepercayaan diri serta risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan penerbangan.
PENGARUH GENDER DAN PRESTASI TARUNA OPERASI
PESAWAT UDARA AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI TERHADAP ETIKA PROFESI FLIGHT OPERATION OFFICER
Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh gender dan prestasi atas etika profesi Flight Operation Officer (FOO) di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya etika profesi dalam membentuk perilaku profesional yang mendukung keselamatan dan reputasi industri penerbangan. Masalah utama yang dikaji adalah apakah perbedaan gender dan prestasi mempengaruhi persepsi etika profesi FOO. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data melalui penggunaan
survei dan metode analisis data melalui penggunaan regresi linier berganda dan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil dari hal yang diteliti ini menyatakan bahwa gender dan prestasi memberikan pengaruh signifikan terhadap etika profesi FOO. Gender memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan prestasi terhadap etika profesi. Kesimpulan dari penelitian menyatakan kedua variabel tersebut memiliki kontribusi positif dan signifikan atas etika profesi FOO. Penelitian ini memberikan saran kepada lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memperhatikan aspek gender
dan prestasi dalam pengembangan kurikulum etika profesi. Akhir kata, penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan untuk para peneliti lainnya yang akan datang dan memberikan masukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan etika profesi di bidang penerbangan.
survei dan metode analisis data melalui penggunaan regresi linier berganda dan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil dari hal yang diteliti ini menyatakan bahwa gender dan prestasi memberikan pengaruh signifikan terhadap etika profesi FOO. Gender memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan prestasi terhadap etika profesi. Kesimpulan dari penelitian menyatakan kedua variabel tersebut memiliki kontribusi positif dan signifikan atas etika profesi FOO. Penelitian ini memberikan saran kepada lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memperhatikan aspek gender
dan prestasi dalam pengembangan kurikulum etika profesi. Akhir kata, penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan untuk para peneliti lainnya yang akan datang dan memberikan masukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan etika profesi di bidang penerbangan.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI SIMBRIEF TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH FLIGHT PLANNING PADA DIPLOMA 3 OPERASI PESAWAT UDARA DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis aplikasi simbrief terhadap hasil belajar mata kuliah flight planning pada diploma 3 operasi pesawat udara di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Untuk instrumen penelitian, peneliti menggunakan kuesioner. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 60 orang. Terdiri dari Taruna diploma 3 Operasi Pesawat Udara Angkatan 2 dan 3. Peneliti menggunakan aplikasi SmartPLS untuk mengolah jawaban dari responden. Teknik analisis data dalam
penelitian kuantitatif ini adalah analisis statistik deskriptif. Teknik ini digunakan untuk mengetahui korelasi antara media pembelajaran berbasis aplikasi simbrief dan hasil belajar mata kuliah flight planning pada diploma 3 operasi pesawat udara. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi Simbrief berpengaruh terhadap hasil belajar mata kuliah flight planning.
penelitian kuantitatif ini adalah analisis statistik deskriptif. Teknik ini digunakan untuk mengetahui korelasi antara media pembelajaran berbasis aplikasi simbrief dan hasil belajar mata kuliah flight planning pada diploma 3 operasi pesawat udara. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi Simbrief berpengaruh terhadap hasil belajar mata kuliah flight planning.

